يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُبْطِلُوا صَدَقَاتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالْأَذَىٰ كَالَّذِي يُنْفِقُ مَالَهُ رِئَاءَ النَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۖ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ فَأَصَابَهُ وَابِلٌ فَتَرَكَهُ صَلْدًا ۖ لَا يَقْدِرُونَ عَلَىٰ شَيْءٍ مِمَّا كَسَبُوا ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ

Wahai orang-orang yang beriman, jangan membatalkan sedekah kalian dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti, seperti orang yang menginfakkan hartanya karena pamer kepada manusia, sedangkan ia tidak beriman kepada Allah dan hari akhir. Maka perumpamaannya seperti batu licin yang di atasnya ada debu, lalu ia diguyur hujan lebat, lalu ia meninggalkannya keras licin. Mereka tidak menguasai sesuatu pun dari apa yang mereka usahakan. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang kafir.

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُبْطِلُوا صَدَقَاتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالْأَذَىٰ كَالَّذِي يُنْفِقُ مَالَهُ رِئَاءَ النَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِyaa ayyuhaa lladziina aamanuu laa tubthiluu shadaqaatikum bi-l-manni wa-l-adzaa ka-lladzii yunfiqu maalahu ri'aa'a n-naasi wa-laa yu'minu bi-llaahi wa-l-yawmi l-aakhiriwahai orang-orang yang beriman, jangan membatalkan sedekah kalian dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti, seperti orang yang menginfakkan hartanya karena pamer kepada manusia, sedangkan ia tidak beriman kepada Allah dan hari akhir
  2. فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ فَأَصَابَهُ وَابِلٌ فَتَرَكَهُ صَلْدًاfa-matsaluhu ka-matsali shafwaanin 'alayhi turaabun fa-ashaabahu waabilun fa-tarakahu shaldanmaka perumpamaannya seperti batu licin yang di atasnya ada debu, lalu ia diguyur hujan lebat, lalu ia meninggalkannya keras licin
  3. لَا يَقْدِرُونَ عَلَىٰ شَيْءٍ مِمَّا كَسَبُواlaa yaqdiruuna 'alaa syay'in mimmaa kasabuumereka tidak menguasai sesuatu pun dari apa yang mereka usahakan
  4. وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَwa-llaahu laa yahdii l-qawma l-kaafiriinadan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang kafir

Terjemahan per kata (39 kata)

  1. يَاyaawahai
  2. أَيُّهَاayyuhaasekalian
  3. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  4. آمَنُواaamanuuberiman
  5. لَاlaajanganlah
  6. تُبْطِلُواtubthiluukalian batalkan
  7. صَدَقَاتِكُمْshadaqaatikumsedekah kalian
  8. بِالْمَنِّbi-l-mannidengan mengungkit
  9. وَالْأَذَىٰwa-l-adzaadan menyakiti
  10. كَالَّذِيka-lladziiseperti orang yang
  11. يُنْفِقُyunfiqumenafkahkan
  12. مَالَهُmaalahuhartanya
  13. رِئَاءَri'aa'apamer
  14. النَّاسِn-naasimanusia
  15. وَلَاwa-laadan tidak
  16. يُؤْمِنُyu'minuberiman
  17. بِاللَّهِbi-llaahipada Allah
  18. وَالْيَوْمِwa-l-yawmidan hari
  19. الْآخِرِl-aakhiriakhir
  20. فَمَثَلُهُfa-matsaluhumaka perumpamaannya
  21. كَمَثَلِka-matsaliseperti perumpamaan
  22. صَفْوَانٍshafwaaninbatu licin
  23. عَلَيْهِ'alayhiatasnya
  24. تُرَابٌturaabuntanah
  25. فَأَصَابَهُfa-ashaabahumaka menimpanya
  26. وَابِلٌwaabilunhujan lebat
  27. فَتَرَكَهُfa-tarakahumaka meninggalkannya
  28. صَلْدًاshaldanlicin
  29. لَاlaatidak
  30. يَقْدِرُونَyaqdiruunamereka kuasa
  31. عَلَىٰ'alaaatas
  32. شَيْءٍsyay'insesuatu
  33. مِمَّاmimmaadari apa yang
  34. كَسَبُواkasabuumereka usahakan
  35. وَاللَّهُwa-llaahudan Allah
  36. لَاlaatidak
  37. يَهْدِيyahdiimemberi petunjuk
  38. الْقَوْمَl-qawmakaum
  39. الْكَافِرِينَl-kaafiriinaorang-orang yang kufur

Inti bacaan

Metafora batu licin berdebu yang tersapu bersih oleh hujan menggambarkan amal yang tampak (berdebu = terlihat ada sesuatu) namun sebenarnya kosong (licin di baliknya), riya menghapus substansi meski bentuknya tampak. Konkretnya: motif di balik tindakan baik menentukan nilai sesungguhnya, amal yang dilakukan demi pengakuan orang lain (bukan ketulusan) berisiko kehilangan substansinya sepenuhnya, seperti debu yang tersapu hujan.

Tafsiran

Perumpamaan batu licin ini membalikkan citra pertumbuhan pada perumpamaan biji sebelumnya (2:261): alih-alih tumbuh berlipat ganda, sedekah yang dinodai pamer dan sikap merasa berjasa justru tersapu bersih tanpa bekas, seperti debu tipis yang hilang seketika diguyur hujan deras. Ketiadaan keimanan pada Allah dan hari akhir menjadi akar masalahnya: motivasi eksternal (dilihat manusia) menggantikan motivasi internal yang seharusnya menjadi dasar pemberian.

Renungan dan Hikmah

  • Allah melarang membatalkan sedekah dengan menyebut-nyebutnya. Yang merusak bukan cara memberinya, melainkan apa yang dikerjakan sesudahnya. Sebuah pemberian ternyata belum selesai pada hari ia diberikan, dan masih bisa ditarik kembali lewat mulut.
  • Gambaran yang dipakai Allah batu licin berlapis debu tipis. Dari luar tampak tanah yang bisa ditanami. Yang menipu bukan orang lain saja, melainkan juga pemiliknya sendiri, sampai hujan datang dan memperlihatkan tak ada apa-apa di bawahnya.
  • Yang menghapus lapisan itu hujan, yaitu hal yang biasanya menumbuhkan. Ia tidak merusak apa pun; ia cuma memperlihatkan apa yang sebenarnya ada. Ujian yang menyingkap kekosongan sesuatu tidak sedang menciptakan kekosongan itu.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

qdr per konvensi; per kelas morfologi corpus; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi qdr: qadiir diterjemahkan 'berkuasa'; qaadir diterjemahkan 'kuasa' (75:40/86:8 terjemahan lain jujur); muqtadir diterjemahkan 'berkuasa penuh'; qadar diterjemahkan kadar/ketentuan/ukuran; Lailatulqadar=nama; cabang ukur-sempit pemakaian diteruskan.