وَمَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمُ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ وَتَثْبِيتًا مِنْ أَنْفُسِهِمْ كَمَثَلِ جَنَّةٍ بِرَبْوَةٍ أَصَابَهَا وَابِلٌ فَآتَتْ أُكُلَهَا ضِعْفَيْنِ فَإِنْ لَمْ يُصِبْهَا وَابِلٌ فَطَلٌّ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Dan perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya untuk mencari rida Allah dan memperteguh jiwa mereka, seperti sebuah kebun di dataran tinggi yang disiram hujan lebat, lalu ia menghasilkan buah-buahannya dua kali lipat. Jika ia tidak disiram hujan lebat, maka gerimis. Dan Allah melihat apa yang kalian kerjakan.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَمَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمُ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ وَتَثْبِيتًا مِنْ أَنْفُسِهِمْ كَمَثَلِ جَنَّةٍ بِرَبْوَةٍ أَصَابَهَا وَابِلٌ فَآتَتْ أُكُلَهَا ضِعْفَيْنِ فَإِنْ لَمْ يُصِبْهَا وَابِلٌ فَطَلٌّwa-matsalu lladziina yunfiquuna amwaalahumu btighaa'a mardhaati llaahi wa-tatsbiitan min anfusihim ka-matsali jannatin bi-rabwatin ashaabahaa waabilun fa-aatat ukulahaa dhi'fayni fa-in lam yushibhaa waabilun fa-thallundan perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya untuk mencari rida Allah dan memperteguh jiwa mereka, seperti sebuah kebun di dataran tinggi yang disiram hujan lebat, lalu ia menghasilkan buah-buahannya dua kali lipat; jika ia tidak disiram hujan lebat, maka gerimis
  2. وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌwa-llaahu bi-maa ta'maluuna bashiirundan Allah melihat apa yang kalian kerjakan

Terjemahan per kata (27 kata)

  1. وَمَثَلُwa-matsaludan perumpamaan
  2. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  3. يُنْفِقُونَyunfiquunamenginfakkan
  4. أَمْوَالَهُمُamwaalahumuharta mereka
  5. ابْتِغَاءَbtighaa'amencari
  6. مَرْضَاتِmardhaatikeridaan
  7. اللَّهِllaahiAllah
  8. وَتَثْبِيتًاwa-tatsbiitandan meneguhkan
  9. مِنْmindari
  10. أَنْفُسِهِمْanfusihimdiri mereka sendiri
  11. كَمَثَلِka-matsaliseperti perumpamaan
  12. جَنَّةٍjannatintaman
  13. بِرَبْوَةٍbi-rabwatindi dataran tinggi
  14. أَصَابَهَاashaabahaamenimpanya
  15. وَابِلٌwaabilunhujan lebat
  16. فَآتَتْfa-aatatmaka ia memberikan
  17. أُكُلَهَاukulahaabuahnya
  18. ضِعْفَيْنِdhi'faynidua kali lipat
  19. فَإِنْfa-inmaka jika
  20. لَمْlamtidak
  21. يُصِبْهَاyushibhaamenimpanya
  22. وَابِلٌwaabilunhujan lebat
  23. فَطَلٌّfa-thallunmaka hujan gerimis
  24. وَاللَّهُwa-llaahudan Allah
  25. بِمَاbi-maapada apa yang
  26. تَعْمَلُونَta'maluunakalian kerjakan
  27. بَصِيرٌbashiirunmelihat

Inti bacaan

Kontras dengan 2:264: kebun di dataran tinggi yang tetap berbuah baik disiram hujan lebat maupun gerimis, ketulusan (mencari rida Allah, memperteguh jiwa) menghasilkan buah dalam kondisi apa pun, besar atau kecil usahanya. Konkretnya: ketulusan niat membuat kebaikan tetap berbuah meski dalam kondisi terbatas (sumber daya kecil, kesempatan sedikit), sebaliknya dari amal riya yang rapuh terhadap sedikit saja goncangan.

Tafsiran

Perumpamaan kebun di dataran tinggi ini melengkapi kontras dengan batu licin di ayat sebelumnya: sedekah yang didasari pencarian rida Allah dan keteguhan jiwa tetap berbuah dalam kondisi apa pun, entah disiram hujan lebat atau sekadar gerimis, berbeda dari sedekah bermotif pamer yang tersapu habis tanpa sisa. Penutup ayat tentang Allah yang melihat segala perbuatan menegaskan bahwa yang dinilai bukan hasil lahiriah semata, melainkan niat yang menyertainya.

Renungan dan Hikmah

  • Yang disebut Allah dua sekaligus: mencari rida-Nya dan memperteguh jiwa mereka sendiri. Pemberian itu mengerjakan sesuatu pada pemberinya. Yang berpindah dari tangan seseorang ternyata meninggalkan bekas pada orang yang melepaskannya.
  • Perumpamaannya menyebut hujan lebat, dan kalau tidak, gerimis. Kemungkinan tanpa air sama sekali tidak pernah disebutkan. Kebun itu digambarkan selalu mendapat sesuatu, meski kadarnya berbeda-beda dari musim ke musim.
  • Allah menutup dengan menyebut diri-Nya melihat apa yang kalian kerjakan, bukan menimbang apa yang kalian rasakan. Yang disebut pekerjaannya. Niat memang menentukan, tetapi ia baru bisa dilihat sesudah menjelma menjadi sesuatu yang dikerjakan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

sebutan diterjemahkan 'melihat' per takrif corpus; kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian per tag 2MP corpus; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y.