Ayat 2:267

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنْفِقُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّا أَخْرَجْنَا لَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ ۖ وَلَا تَيَمَّمُوا الْخَبِيثَ مِنْهُ تُنْفِقُونَ وَلَسْتُمْ بِآخِذِيهِ إِلَّا أَنْ تُغْمِضُوا فِيهِ ۚ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ

Wahai orang-orang yang beriman, infakkanlah sebagian dari hasil usaha kalian yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kalian. Dan janganlah kalian sengaja memilih yang buruk untuk kalian infakkan, padahal kalian sendiri tidak akan mengambilnya kecuali dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah bahwa Allah berkecukupan lagi terpuji.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنْفِقُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّا أَخْرَجْنَا لَكُمْ مِنَ الْأَرْضِyaa ayyuhaa lladziina aamanuu anfiquu min thayyibaati maa kasabtum wa-mimmaa akhrajnaa lakum mina l-ardhiwahai orang-orang yang beriman, infakkanlah sebagian dari hasil usaha kalian yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kalian
  2. وَلَا تَيَمَّمُوا الْخَبِيثَ مِنْهُ تُنْفِقُونَ وَلَسْتُمْ بِآخِذِيهِ إِلَّا أَنْ تُغْمِضُوا فِيهِwa-laa tayammamuu l-khabiitsa minhu tunfiquuna wa-lastum bi-aakhidziihi illaa an tughmidhuu fiihidan janganlah kalian sengaja memilih yang buruk untuk kalian infakkan, padahal kalian sendiri tidak akan mengambilnya kecuali dengan memicingkan mata terhadapnya
  3. وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌwa-'lamuu anna llaaha ghaniyyun hamiidundan ketahuilah bahwa Allah berkecukupan lagi terpuji

Terjemahan per kata (30 kata)

  1. يَاyaawahai
  2. أَيُّهَاayyuhaasekalian
  3. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  4. آمَنُواaamanuuberiman
  5. أَنْفِقُواanfiquunafkahkanlah kalian
  6. مِنْmindari
  7. طَيِّبَاتِthayyibaatiyang baik-baik
  8. مَاmaaapa yang
  9. كَسَبْتُمْkasabtumkalian usahakan
  10. وَمِمَّاwa-mimmaadan dari apa yang
  11. أَخْرَجْنَاakhrajnaaKami mengeluarkan
  12. لَكُمْlakumbagi kalian
  13. مِنَminadari
  14. الْأَرْضِl-ardhibumi
  15. وَلَاwa-laadan janganlah
  16. تَيَمَّمُواtayammamuukalian memilih
  17. الْخَبِيثَl-khabiitsayang buruk
  18. مِنْهُminhudarinya
  19. تُنْفِقُونَtunfiquunakalian infakkan
  20. وَلَسْتُمْwa-lastumdan kalian bukanlah
  21. بِآخِذِيهِbi-aakhidziihiyang mengambilnya
  22. إِلَّاillaakecuali
  23. أَنْanbahwa
  24. تُغْمِضُواtughmidhuukalian memicingkan mata
  25. فِيهِfiihidi dalamnya
  26. وَاعْلَمُواwa-'lamuudan ketahuilah kalian
  27. أَنَّannabahwa
  28. اللَّهَllaahaAllah
  29. غَنِيٌّghaniyyunMahakaya
  30. حَمِيدٌhamiidunMaha Terpuji

Inti bacaan

Larangan menginfakkan 'yang buruk, padahal kalian sendiri tidak mau mengambilnya', standar ganda dalam memberi (memberi yang terburuk pada orang lain, menyimpan yang terbaik untuk diri sendiri) dikritik tajam. Konkretnya: kedermawanan sejati diuji dari kesediaan memberi sesuatu yang benar-benar bernilai (bukan sisa/buangan), memberikan yang tidak diinginkan sendiri kepada orang yang membutuhkan adalah bentuk kedermawanan yang cacat.

Tafsiran

Perintah ini menetapkan standar kualitas untuk sedekah, bukan sekadar memberi, melainkan memberi dari yang baik. Analogi yang digunakan tajam: manusia sendiri enggan menerima barang buruk kecuali dengan menutup mata terhadap kekurangannya, sehingga memberikan barang semacam itu kepada Allah (melalui sedekah) mengungkap standar ganda yang tidak konsisten dengan penghormatan yang seharusnya.

Renungan dan Hikmah

  • Ukuran yang dipakai apa yang kalian sendiri tidak mau mengambilnya. Bukan daftar mutu yang disusun orang lain. Allah menaruh timbangannya di tangan pemberi, sehingga tak seorang pun bisa berkata ia tidak tahu batasnya.
  • Yang dilarang mutunya, bukan sedikitnya. Memberi sedikit tidak dipersoalkan di mana pun. Yang dipersoalkan memberi sesuatu yang sudah tidak diinginkan sendiri lalu menyebutnya pemberian.
  • Kalimat itu mengandaikan pemberinya pasti tahu. Tidak ada yang perlu diperiksa orang lain. Allah memilih ukuran yang tak bisa diperdebatkan siapa pun, sebab jawabannya sudah ada di dalam dada pemberinya sendiri.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras;: kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian (kelas morfologi corpus: murni-2MP). Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = pemakaian diteruskan terjemahan lain (selaras).

Ayat 2:268

الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاءِ ۖ وَاللَّهُ يَعِدُكُمْ مَغْفِرَةً مِنْهُ وَفَضْلًا ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Setan menjanjikan kalian kemiskinan dan menyuruh kalian berbuat keji, sedangkan Allah menjanjikan kalian ampunan dari-Nya dan karunia. Dan Allah luas lagi berilmu.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاءِasy-syaythaanu ya'idukumu l-faqra wa-ya'murukum bi-l-fahsyaa'isetan menjanjikan kalian kemiskinan dan menyuruh kalian berbuat keji
  2. وَاللَّهُ يَعِدُكُمْ مَغْفِرَةً مِنْهُ وَفَضْلًاwa-llaahu ya'idukum maghfiratan minhu wa-fadhlansedangkan Allah menjanjikan kalian ampunan dari-Nya dan karunia
  3. وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌwa-llaahu waasi'un 'aliimundan Allah luas lagi berilmu

Terjemahan per kata (13 kata)

  1. الشَّيْطَانُasy-syaythaanusetan
  2. يَعِدُكُمُya'idukumumenjanjikan kalian
  3. الْفَقْرَl-faqrakefakiran
  4. وَيَأْمُرُكُمْwa-ya'murukumdan Dia menyuruh kalian
  5. بِالْفَحْشَاءِbi-l-fahsyaa'ikepada kekejian
  6. وَاللَّهُwa-llaahudan Allah
  7. يَعِدُكُمْya'idukummenjanjikan kalian
  8. مَغْفِرَةًmaghfiratanampunan
  9. مِنْهُminhudarinya
  10. وَفَضْلًاwa-fadhlandan karunia
  11. وَاللَّهُwa-llaahudan Allah
  12. وَاسِعٌwaasi'unMahaluas
  13. عَلِيمٌ'aliimunberilmu

Inti bacaan

Kontras dua janji: setan menjanjikan (menakut-nakuti dengan) kemiskinan sehingga mendorong kekikiran, sedangkan Allah menjanjikan ampunan dan karunia, ketakutan akan kekurangan diidentifikasi sebagai sumber kekikiran, bukan fakta objektif. Konkretnya: ketakutan berlebihan akan kekurangan finansial yang menghalangi kedermawanan seringkali adalah bisikan yang melumpuhkan (bukan kalkulasi rasional), kesadaran akan pola ini membantu melawan kekikiran yang berakar dari rasa takut, bukan kebutuhan nyata.

Tafsiran

Ayat ini menyandingkan dua janji yang berlawanan arah secara langsung: setan menjanjikan kemiskinan sebagai ancaman yang mendorong keengganan berbagi, sementara Allah menjanjikan ampunan dan karunia sebagai balasan justru bagi yang memberi. Struktur paralel ini menyingkap bahwa keengganan bersedekah bukan sekadar kalkulasi ekonomi netral, melainkan respons terhadap sebuah janji yang bersumber dari setan.

Renungan dan Hikmah

  • Setan menjanjikan kemiskinan, Allah menjanjikan ampunan dan karunia. Keduanya sama-sama disebut janji, dan diletakkan berdampingan. Yang menahan tangan seseorang saat hendak memberi ternyata juga sebuah janji, cuma janji tentang apa yang akan hilang.
  • Kata yang dipakai Allah untuk kemiskinan itu 'menjanjikan', bukan mendatangkan. Ia belum terjadi; ia baru dijanjikan. Ketakutan akan kekurangan bekerja dengan cara yang persis sama, yaitu memindahkan sesuatu yang belum ada menjadi alasan untuk bertindak sekarang.
  • Yang dijanjikan Allah dua: ampunan dari-Nya, lalu karunia. Ampunan disebut lebih dulu, padahal yang sedang dibicarakan orang yang memberi. Rupanya bahkan pemberian pun keluar dari tangan yang masih memerlukan dimaafkan, dan urutan itu menjaga pemberinya dari merasa sudah bersih.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “kamu” diterjemahkan “kalian”; “kamu” diterjemahkan “kalian”; “kamu” diterjemahkan “kalian”. g-f-r: rumus ghafuurun rahiim 58 ayat konsisten (takrif diterjemahkan 'Sang': 39:53, 46:8); BUKAN tautologi, menutupi(gfr) + memberi(rhm) = dua tindakan. Dalam ayat ini, 'maghfirah' indefinit (tanpa kata sandang). maghfirah diterjemahkan 'ampunan'.