الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاءِ ۖ وَاللَّهُ يَعِدُكُمْ مَغْفِرَةً مِنْهُ وَفَضْلًا ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Setan menjanjikan kalian kemiskinan dan menyuruh kalian berbuat keji, sedangkan Allah menjanjikan kalian ampunan dari-Nya dan karunia. Dan Allah luas lagi berilmu.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاءِasy-syaythaanu ya'idukumu l-faqra wa-ya'murukum bi-l-fahsyaa'isetan menjanjikan kalian kemiskinan dan menyuruh kalian berbuat keji
  2. وَاللَّهُ يَعِدُكُمْ مَغْفِرَةً مِنْهُ وَفَضْلًاwa-llaahu ya'idukum maghfiratan minhu wa-fadhlansedangkan Allah menjanjikan kalian ampunan dari-Nya dan karunia
  3. وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌwa-llaahu waasi'un 'aliimundan Allah luas lagi berilmu

Terjemahan per kata (13 kata)

  1. الشَّيْطَانُasy-syaythaanusetan
  2. يَعِدُكُمُya'idukumumenjanjikan kalian
  3. الْفَقْرَl-faqrakefakiran
  4. وَيَأْمُرُكُمْwa-ya'murukumdan Dia menyuruh kalian
  5. بِالْفَحْشَاءِbi-l-fahsyaa'ikepada kekejian
  6. وَاللَّهُwa-llaahudan Allah
  7. يَعِدُكُمْya'idukummenjanjikan kalian
  8. مَغْفِرَةًmaghfiratanampunan
  9. مِنْهُminhudarinya
  10. وَفَضْلًاwa-fadhlandan karunia
  11. وَاللَّهُwa-llaahudan Allah
  12. وَاسِعٌwaasi'unMahaluas
  13. عَلِيمٌ'aliimunberilmu

Inti bacaan

Kontras dua janji: setan menjanjikan (menakut-nakuti dengan) kemiskinan sehingga mendorong kekikiran, sedangkan Allah menjanjikan ampunan dan karunia, ketakutan akan kekurangan diidentifikasi sebagai sumber kekikiran, bukan fakta objektif. Konkretnya: ketakutan berlebihan akan kekurangan finansial yang menghalangi kedermawanan seringkali adalah bisikan yang melumpuhkan (bukan kalkulasi rasional), kesadaran akan pola ini membantu melawan kekikiran yang berakar dari rasa takut, bukan kebutuhan nyata.

Tafsiran

Ayat ini menyandingkan dua janji yang berlawanan arah secara langsung: setan menjanjikan kemiskinan sebagai ancaman yang mendorong keengganan berbagi, sementara Allah menjanjikan ampunan dan karunia sebagai balasan justru bagi yang memberi. Struktur paralel ini menyingkap bahwa keengganan bersedekah bukan sekadar kalkulasi ekonomi netral, melainkan respons terhadap sebuah janji yang bersumber dari setan.

Renungan dan Hikmah

  • Setan menjanjikan kemiskinan, Allah menjanjikan ampunan dan karunia. Keduanya sama-sama disebut janji, dan diletakkan berdampingan. Yang menahan tangan seseorang saat hendak memberi ternyata juga sebuah janji, cuma janji tentang apa yang akan hilang.
  • Kata yang dipakai Allah untuk kemiskinan itu 'menjanjikan', bukan mendatangkan. Ia belum terjadi; ia baru dijanjikan. Ketakutan akan kekurangan bekerja dengan cara yang persis sama, yaitu memindahkan sesuatu yang belum ada menjadi alasan untuk bertindak sekarang.
  • Yang dijanjikan Allah dua: ampunan dari-Nya, lalu karunia. Ampunan disebut lebih dulu, padahal yang sedang dibicarakan orang yang memberi. Rupanya bahkan pemberian pun keluar dari tangan yang masih memerlukan dimaafkan, dan urutan itu menjaga pemberinya dari merasa sudah bersih.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “kamu” diterjemahkan “kalian”; “kamu” diterjemahkan “kalian”; “kamu” diterjemahkan “kalian”. g-f-r: rumus ghafuurun rahiim 58 ayat konsisten (takrif diterjemahkan 'Sang': 39:53, 46:8); BUKAN tautologi, menutupi(gfr) + memberi(rhm) = dua tindakan. Dalam ayat ini, 'maghfirah' indefinit (tanpa kata sandang). maghfirah diterjemahkan 'ampunan'.