يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا ۗ وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ
Dia menganugerahkan hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan siapa yang dianugerahi hikmah, sungguh ia telah dianugerahi kebaikan yang banyak. Dan tidak ada yang mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang berakal sehat.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَنْ يَشَاءُyu'tii l-hikmata man yasyaa'uDia menganugerahkan hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki
- وَمَنْ يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًاwa-man yu'ta l-hikmata fa-qad uutiya khayran katsiirandan siapa yang dianugerahi hikmah, sungguh ia telah dianugerahi kebaikan yang banyak
- وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِwa-maa yadzdzakkaru illaa uluu l-albaabidan tidak ada yang mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang berakal sehat
Terjemahan per kata (16 kata)
- يُؤْتِيyu'tiimemberikan
- الْحِكْمَةَl-hikmatahikmah
- مَنْmanorang yang
- يَشَاءُyasyaa'uDia kehendaki
- وَمَنْwa-mandan orang yang
- يُؤْتَyu'tadiberikan
- الْحِكْمَةَl-hikmatahikmah
- فَقَدْfa-qadmaka sungguh
- أُوتِيَuutiyadiberikan
- خَيْرًاkhayrankebaikan
- كَثِيرًاkatsiiranbanyak
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- يَذَّكَّرُyadzdzakkarumengambil pelajaran
- إِلَّاillaakecuali
- أُولُوuluuorang-orang yang memiliki
- الْأَلْبَابِl-albaabiakal
Inti bacaan
Hikmah disebut sebagai 'kebaikan yang banyak' yang dianugerahkan Allah kepada siapa yang Dia kehendaki, namun hanya diambil pelajaran oleh 'ululalbab' (orang berakal), hikmah tersedia, tapi kemampuan mengambil manfaatnya menuntut kualitas kesiapan tertentu. Konkretnya: kebijaksanaan/wawasan berharga bisa hadir di sekitar kita, tapi memanfaatkannya menuntut kesiapan intelektual dan reflektif, sekadar mendengar tidak cukup tanpa kemauan untuk benar-benar merenungkan dan menyerapnya.
Tafsiran
Hikmah di sini dipresentasikan sebagai anugerah yang tidak merata (diberikan kepada siapa yang Dia kehendaki, bukan hasil usaha semata), namun nilainya digambarkan melampaui kekayaan material apa pun ('kebaikan yang banyak'). Penutup ayat menyempitkan penerima manfaat sesungguhnya dari hikmah ini hanya pada mereka yang benar-benar menggunakan akal mereka untuk merenungkannya.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut hikmah sebagai sesuatu yang dianugerahkan kepada siapa yang Dia kehendaki. Kata yang dipakai memberi, bukan mencapai. Ada hal yang bisa dikejar dengan usaha dan ada yang hanya bisa diterima, dan menyamakan keduanya membuat orang lelah pada yang salah.
- Yang dianugerahkan disebut kebaikan yang banyak, tanpa dibandingkan dengan apa pun. Tidak disebut lebih baik daripada harta atau kedudukan. Sesuatu yang tidak dibandingkan dengan apa-apa biasanya memang tidak punya bandingan.
- Kalimat penutup menyempitkan lagi: yang mengambil pelajaran hanya orang-orang berakal sehat. Allah menyebut dua lingkaran yang berbeda ukurannya, yang diberi dan yang mengambil. Menerima sesuatu dan memakainya ternyata dua kejadian yang bisa tidak bertemu.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: tidak menyentuh kata kunci akar (hukm/hikmah/verba mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras); pasangan sebutan lain (aliim/khabiir dst.) belum dibedah, dipertahankan sementara. Konvensi hkm: hakiim diterjemahkan 'penuh hikmah' (SATU terjemahan: Allah 91 + KITAB 5 + amr 1; takrif diterjemahkan 'Sang Penuh Hikmah', indefinit kecil tanpa Maha); hikmah diterjemahkan 'hikmah' (gloss '(sunah)' dibuang); muhkam diterjemahkan 'dikukuhkan' (11:1, 22:52); verba diterjemahkan 'memutuskan'; keluarga hakim (hakam/haakimiin/hukkaam) tetap 'hakim/penengah'. hukm = pemakaian diteruskan terjemahan lain, sub-putusan MENUNGGU (6:57≡12:40≡12:67 tiga terjemahan).