وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ نَفَقَةٍ أَوْ نَذَرْتُمْ مِنْ نَذْرٍ فَإِنَّ اللَّهَ يَعْلَمُهُ ۗ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

Dan infak apa pun yang kalian berikan atau nazar apa pun yang kalian janjikan, sesungguhnya Allah mengetahuinya. Dan tidak ada bagi orang-orang zalim seorang penolong pun.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ نَفَقَةٍ أَوْ نَذَرْتُمْ مِنْ نَذْرٍ فَإِنَّ اللَّهَ يَعْلَمُهُwa-maa anfaqtum min nafaqatin aw nadzartum min nadzrin fa-inna llaaha ya'lamuhudan infak apa pun yang kalian berikan atau nazar apa pun yang kalian janjikan, sesungguhnya Allah mengetahuinya
  2. وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍwa-maa li-zh-zhaalimiina min anshaarindan tidak ada bagi orang-orang zalim seorang penolong pun

Terjemahan per kata (15 kata)

  1. وَمَاwa-maadan apa pun yang
  2. أَنْفَقْتُمْanfaqtumkalian infakkan
  3. مِنْmindari
  4. نَفَقَةٍnafaqatinnafkah
  5. أَوْawatau
  6. نَذَرْتُمْnadzartumkalian nazarkan
  7. مِنْmindari
  8. نَذْرٍnadzrinnazar
  9. فَإِنَّfa-innamaka sesungguhnya
  10. اللَّهَllaahaAllah
  11. يَعْلَمُهُya'lamuhumengetahuinya
  12. وَمَاwa-maadan tidaklah
  13. لِلظَّالِمِينَli-zh-zhaalimiinabagi orang-orang zalim
  14. مِنْmindari
  15. أَنْصَارٍanshaarinpara penolong

Inti bacaan

Penegasan bahwa 'infak atau nazar apa pun' diketahui Allah, tidak ada komitmen kebaikan sekecil apa pun yang luput dari perhatian, bahkan yang tersembunyi dari mata manusia. Konkretnya: komitmen baik yang dijalankan diam-diam, tanpa pengakuan publik, tetap tercatat dan bernilai, sebuah dorongan untuk tetap konsisten berbuat baik meski tak ada yang menyaksikan atau memberi kredit.

Tafsiran

Ayat ini memperluas cakupan pengetahuan Allah dari sekadar niat sedekah (2:267-268) ke seluruh bentuk komitmen finansial, termasuk nazar. Penutup tentang tiadanya penolong bagi orang zalim berdiri kontras dengan jaminan pahala bagi yang berinfak tulus, sebuah pengingat bahwa pengetahuan Allah yang sama berlaku ganda: mencatat kebaikan sekaligus menyingkap kezaliman.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut infak dan nazar sekaligus. Yang satu sudah diberikan, yang satu baru dijanjikan. Keduanya sama-sama tercatat, termasuk yang belum sempat dikerjakan.
  • Yang Dia sebut bukan membalas, melainkan mengetahui. Pengetahuan disebut lebih dahulu. Yang menenangkan orang yang memberi diam-diam adalah kepastian bahwa ada yang tahu.
  • Allah menutup dengan menyebut tidak ada penolong bagi orang-orang zalim. Kalimat itu datang persis sesudah bicara pemberian. Sedekah yang bersumber dari kezaliman tidak menutupi kezaliman itu.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras;: kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian (kelas morfologi corpus: murni-2MP). Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = pemakaian diteruskan terjemahan lain (selaras).