لِلْفُقَرَاءِ الَّذِينَ أُحْصِرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ لَا يَسْتَطِيعُونَ ضَرْبًا فِي الْأَرْضِ يَحْسَبُهُمُ الْجَاهِلُ أَغْنِيَاءَ مِنَ التَّعَفُّفِ تَعْرِفُهُمْ بِسِيمَاهُمْ لَا يَسْأَلُونَ النَّاسَ إِلْحَافًا ۗ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ

Bagi orang-orang fakir yang terhalang di jalan Allah, mereka tidak dapat berusaha di bumi. Orang yang tidak mengetahuinya mengira mereka orang-orang berkecukupan karena mereka memelihara diri. Engkau mengenal mereka dari ciri-cirinya; mereka tidak meminta kepada manusia dengan mendesak. Dan kebaikan apa pun yang kalian infakkan, sesungguhnya Allah mengetahuinya.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. لِلْفُقَرَاءِ الَّذِينَ أُحْصِرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ لَا يَسْتَطِيعُونَ ضَرْبًا فِي الْأَرْضِ يَحْسَبُهُمُ الْجَاهِلُ أَغْنِيَاءَ مِنَ التَّعَفُّفِ تَعْرِفُهُمْ بِسِيمَاهُمْ لَا يَسْأَلُونَ النَّاسَ إِلْحَافًاli-l-fuqaraa'i lladziina uhshiruu fii sabiili llaahi laa yastathii'uuna dharban fii l-ardhi yahsabuhumu l-jaahilu aghniyaa'a mina t-ta'affufi ta'rifuhum bi-siimaahum laa yas'aluuna n-naasa ilhaafanbagi orang-orang fakir yang terhalang di jalan Allah, mereka tidak dapat berusaha di bumi; orang yang tidak mengetahuinya mengira mereka orang-orang berkecukupan karena mereka memelihara diri, engkau mengenal mereka dari ciri-cirinya, mereka tidak meminta kepada manusia dengan mendesak
  2. وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌwa-maa tunfiquu min khayrin fa-inna llaaha bihi 'aliimundan kebaikan apa pun yang kalian infakkan, sesungguhnya Allah mengetahuinya

Terjemahan per kata (30 kata)

  1. لِلْفُقَرَاءِli-l-fuqaraa'ibagi orang-orang fakir
  2. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  3. أُحْصِرُواuhshiruumereka terhalang
  4. فِيfiidi
  5. سَبِيلِsabiilijalan
  6. اللَّهِllaahiAllah
  7. لَاlaatidak
  8. يَسْتَطِيعُونَyastathii'uunamereka sanggup
  9. ضَرْبًاdharbanpukulan
  10. فِيfiidi
  11. الْأَرْضِl-ardhibumi
  12. يَحْسَبُهُمُyahsabuhumumengira mereka
  13. الْجَاهِلُl-jaahiluorang bodoh
  14. أَغْنِيَاءَaghniyaa'aorang-orang kaya
  15. مِنَminadari
  16. التَّعَفُّفِt-ta'affufimenjaga diri
  17. تَعْرِفُهُمْta'rifuhumengkau mengenal mereka
  18. بِسِيمَاهُمْbi-siimaahumdengan tanda mereka
  19. لَاlaatidak
  20. يَسْأَلُونَyas'aluunamereka bertanya
  21. النَّاسَn-naasamanusia
  22. إِلْحَافًاilhaafandengan mendesak
  23. وَمَاwa-maadan apa pun yang
  24. تُنْفِقُواtunfiquukalian nafkahkan
  25. مِنْmindari
  26. خَيْرٍkhayrinkebaikan
  27. فَإِنَّfa-innamaka sesungguhnya
  28. اللَّهَllaahaAllah
  29. بِهِbihipadanya
  30. عَلِيمٌ'aliimunberilmu

Inti bacaan

Prioritas diberikan kepada 'orang fakir yang terhalang usahanya' namun 'memelihara diri dari mengemis', mereka dikenali dari 'ciri-cirinya', bukan dari permintaan terbuka, menuntut kepekaan pemberi untuk mencari yang benar-benar membutuhkan tapi malu meminta. Konkretnya: kedermawanan yang matang tidak hanya menunggu permintaan terbuka, ada kepekaan yang dibutuhkan untuk mengenali kebutuhan tersembunyi dari mereka yang terlalu bermartabat untuk meminta secara langsung.

Tafsiran

Ayat ini menggambarkan kelompok penerima sedekah yang paling mudah terlewatkan, bukan pengemis yang mendesak, melainkan orang-orang yang menahan diri sepenuhnya sehingga tampak berkecukupan bagi yang tidak jeli. Pengenalan mereka membutuhkan perhatian pada tanda-tanda halus, bukan permintaan eksplisit, menuntut kepekaan pemberi yang melampaui sekadar merespons permintaan yang diajukan langsung.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut bahwa orang yang tidak mengetahuinya akan mengira mereka berkecukupan. Salah sangka itu tidak disalahkan; ia disebut sebagai keadaan yang wajar. Yang diminta bukan berhenti salah sangka, melainkan mulai memperhatikan.
  • Kalimatnya berpindah ke sapaan tunggal: engkau mengenal mereka dari ciri-cirinya. Bukan kalian. Pekerjaan memperhatikan tidak bisa dibagi rata ke banyak orang; ia selalu jatuh pada seseorang yang kebetulan melihat.
  • Sesudah bicara panjang tentang orang yang sengaja tidak terlihat, Allah menutup dengan menyebut diri-Nya mengetahui apa pun yang diinfakkan. Yang luput dari mata manusia tercatat di tempat lain. Pemberian yang tak seorang pun tahu ternyata tetap punya saksi.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

sebutan pasangan yang belum dibedah dipertahankan sementara. Konvensi lm-C1: aliim diterjemahkan 'berilmu' (SATU terjemahan Allah+manusia; takrif diterjemahkan 'Sang Berilmu', indefinit kecil tanpa Maha; berobjek diterjemahkan 'berilmu akan X'); allaam diterjemahkan 'berilmu akan segala yang gaib'; aalim+objek diterjemahkan 'yang mengetahui yang gaib' (lema beda, bukan pembelahan). Bandingkan: penyihir Fir'aun aliim 5×; 12:76. allaam = intensif ganda ('utmost degree'); ilm = pengetahuan (kata serapan 'ilmu').