Ayat 2:275
الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا ۗ وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا ۚ فَمَنْ جَاءَهُ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّهِ فَانْتَهَىٰ فَلَهُ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُ إِلَى اللَّهِ ۖ وَمَنْ عَادَ فَأُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
Orang-orang yang memakan riba tidak dapat berdiri kecuali seperti berdirinya orang yang dikacaukan setan karena sentuhan. Itu karena mereka berkata, “Jual beli itu sama saja dengan riba,” padahal Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Maka siapa yang telah sampai kepadanya peringatan dari Tuhannya, lalu ia berhenti, maka baginya apa yang telah lalu, dan urusannya kepada Allah. Dan siapa yang kembali, mereka itulah penghuni api, mereka kekal di dalamnya.
Terjemahan bertahap (6 jeda)
- الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّalladziina ya'kuluuna r-ribaa laa yaquumuuna illaa ka-maa yaquumu lladzii yatakhabbathuhu sy-syaythaanu mina l-massiorang-orang yang memakan riba tidak dapat berdiri kecuali seperti berdirinya orang yang dikacaukan setan karena sentuhan
- ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَاdzaalika bi-annahum qaaluu innamaa l-bay'u mitslu r-ribaaitu karena mereka berkata, jual beli itu sama saja dengan riba
- وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَاwa-ahalla llaahu l-bay'a wa-harrama r-ribaapadahal Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba
- فَمَنْ جَاءَهُ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّهِ فَانْتَهَىٰ فَلَهُ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُ إِلَى اللَّهِfa-man jaa'ahu maw'izhatun min rabbihi fa-ntahaa fa-lahu maa salafa wa-amruhu ilaa llaahimaka siapa yang telah sampai kepadanya peringatan dari Tuhannya, lalu ia berhenti, maka baginya apa yang telah lalu, dan urusannya kepada Allah
- وَمَنْ عَادَ فَأُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِwa-man 'aada fa-ulaa'ika ash-haabu n-naaridan siapa yang kembali, mereka itulah penghuni api
- هُمْ فِيهَا خَالِدُونَhum fiihaa khaaliduunamereka kekal di dalamnya
Terjemahan per kata (45 kata)
- الَّذِينَalladziinaorang-orang yang
- يَأْكُلُونَya'kuluunamereka makan
- الرِّبَاr-ribaariba
- لَاlaatidak
- يَقُومُونَyaquumuunamereka berdiri
- إِلَّاillaakecuali
- كَمَاka-maasebagaimana
- يَقُومُyaquumubangkit
- الَّذِيlladziiyang
- يَتَخَبَّطُهُyatakhabbathuhukerasukan
- الشَّيْطَانُsy-syaythaanusetan
- مِنَminadari
- الْمَسِّl-massisentuhan
- ذَٰلِكَdzaalikaitu
- بِأَنَّهُمْbi-annahumkarena sesungguhnya mereka
- قَالُواqaaluumereka berkata
- إِنَّمَاinnamaasesungguhnya hanyalah
- الْبَيْعُl-bay'ujual beli
- مِثْلُmitsluseperti
- الرِّبَاr-ribaariba
- وَأَحَلَّwa-ahalladan Dia menghalalkan
- اللَّهُllaahuAllah
- الْبَيْعَl-bay'ajual beli
- وَحَرَّمَwa-harramadan Dia mengharamkan
- الرِّبَاr-ribaariba
- فَمَنْfa-manmaka orang yang
- جَاءَهُjaa'ahudatang kepadanya
- مَوْعِظَةٌmaw'izhatunpelajaran
- مِنْmindari
- رَبِّهِrabbihiTuhannya
- فَانْتَهَىٰfa-ntahaamaka ia berhenti
- فَلَهُfa-lahumaka baginya
- مَاmaaapa yang
- سَلَفَsalafatelah lalu
- وَأَمْرُهُwa-amruhudan urusannya
- إِلَىilaakepada
- اللَّهِllaahiAllah
- وَمَنْwa-mandan orang yang
- عَادَ'aadakembali
- فَأُولَٰئِكَfa-ulaa'ikamaka mereka itu
- أَصْحَابُash-haabupenghuni
- النَّارِn-naariapi
- هُمْhummereka
- فِيهَاfiihaadi dalamnya
- خَالِدُونَkhaaliduunakekal
Inti bacaan
Kondisi 'tidak dapat berdiri kecuali seperti kerasukan setan' bagi pemakan riba menggambarkan dampak psikologis/spiritual yang mengganggu, bukan sekadar pelanggaran hukum ekonomi abstrak, riba disamakan kondisinya dengan kegilaan fungsional. Konkretnya: praktik ekonomi eksploitatif (bunga berlebih, riba, sistem yang memeras yang lemah) punya dampak merusak yang melampaui angka finansial, merusak kewarasan sosial dan spiritual masyarakat yang mempraktikkannya, bukan sekadar soal untung-rugi materi.
Tafsiran
Ayat ini membuka topik riba dengan citra fisik yang mengganggu, orang yang memakannya digambarkan seperti kehilangan kendali atas tubuhnya sendiri, sebuah gambaran keterputusan akal sehat yang relevan dengan klaim keliru yang segera dikutip: menyamakan riba dengan jual beli biasa. Pembedaan tegas Allah antara keduanya menolak argumen ini secara langsung. Ayat ini juga menunjukkan belas kasih struktural (masa lalu tidak dituntut kembali begitu seseorang berhenti), sebelum peringatan tegas bagi yang kembali mengulangi.
Renungan dan Hikmah
- Ayat ini tidak membuka dengan menyebut besarnya dosa, melainkan dengan gambaran orang yang tak sanggup berdiri tegak. Yang dilukiskan Allah keadaan badan, bukan catatan amal. Ada kerusakan yang lebih dulu terlihat pada cara seseorang membawa dirinya daripada pada perhitungan apa pun.
- Alasan mereka dikutip apa adanya: 'jual beli itu sama saja dengan riba'. Kalimat itu terdengar wajar, bahkan cerdas. Allah tidak membantahnya dengan penjelasan panjang, melainkan dengan menegaskan bahwa Dia menghalalkan yang satu dan mengharamkan yang lain. Sebagian pembenaran memang cuma bisa dijawab dengan menyebut siapa yang berhak menentukan.
- Yang mereka lakukan menyamakan dua hal berdasarkan kemiripannya, yaitu sama-sama menghasilkan tambahan. Kemiripan permukaan dipakai menghapus perbedaan yang ditetapkan Allah. Cara berpikir semacam itu tak pernah kehabisan bahan, sebab hampir segala hal mirip dengan sesuatu yang lain kalau dilihat dari sudut yang tepat.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan lain menerjemahkan yatakhabbatuhu sh-shaytaan min al-mass diterjemahkan 'berdiri sempoyongan karena kesurupan setan' dan menambahkan (dalam tafsir) 'gila' serta gambaran kebangkitan di akhirat. terjemahan ini menahan pada teks: takhabbut (akar kh-b-t, 'terhuyung/dirobohkan') + mass ('sentuhan/rasukan') diterjemahkan 'kerasukan setan', tanpa menetapkan diagnosis 'gila'. Kontras bay' (jual-beli) vs ribaa dipertahankan harfiah; terjemahan lain menambah alasan ekonomis ('jual-beli menguntungkan kedua pihak, riba merugikan satu pihak') yang tak tersurat di ayat. (Perdebatan cakupan riba sendiri = pertanyaan terbuka, lih. consistency_analysis.) PERTANYAAN TERBUKA, DUA BACAAN SAMA-SAMA BERPIJAKAN TEKSTUAL (lih. jg entri '3:130'): QS 3:130 melarang riba dgn kualifikasi eksplisit 'ad'aafan mudaa'afah' (berlipat ganda), sementara 2:275-279 (ayat ini) melarang riba TANPA kualifikasi sama sekali. Bacaan A (mainstream/klasik): 'berlipat ganda' di 3:130 sekadar deskripsi sifat riba jahiliyah yg memang lazim berlipat ganda, larangan umum 2:275-279 tetap berlaku ke semua bentuk riba. Bacaan B (modernis, mis. Fazlur Rahman & ekonom Islam reformis): riba yg dilarang scr spesifik adalah utang eksploitatif berlipat ganda (praktik jahiliyah ekstrem), bukan bunga tetap moderat, dipakai sbg dasar sebagian pandangan ttg legitimasi perbankan modern. terjemahan ini TIDAK mengambil sikap antara keduanya, kedua bacaan berpijak pada teks yg sama-sama sahih (2:275 unqualified vs 3:130 qualified), dan konsekuensi praktisnya menyangkut sistem keuangan modern secara luas, di luar cakupan analisis leksikal murni utk diputuskan sepihak. sebagian penerjemah tidak membahas persoalan qualified/unqualified ini sama sekali, menerjemahkan scr literal tanpa catatan substantif terkait. Akar r-b-w bermakna dasar 'tumbuh/bertambah'. Larangan di ayat ini TIDAK memakai kualifikasi apa pun ('wa harrama Allaahu ar-ribaa', Allah mengharamkan riba, titik).
Ayat 2:276
يَمْحَقُ اللَّهُ الرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ ۗ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ أَثِيمٍ
Allah menghapus riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak mencintai setiap orang yang sangat kufur lagi bergelimang dosa.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- يَمْحَقُ اللَّهُ الرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِyamhaqu llaahu r-ribaa wa-yurbii sh-shadaqaatiAllah menghapus riba dan menyuburkan sedekah
- وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ أَثِيمٍwa-llaahu laa yuhibbu kulla kaffaarin atsiimindan Allah tidak mencintai setiap orang yang sangat kufur lagi bergelimang dosa
Terjemahan per kata (11 kata)
- يَمْحَقُyamhaqumemusnahkan
- اللَّهُllaahuAllah
- الرِّبَاr-ribaariba
- وَيُرْبِيwa-yurbiidan Dia menyuburkan
- الصَّدَقَاتِsh-shadaqaatisedekah
- وَاللَّهُwa-llaahudan Allah
- لَاlaatidak
- يُحِبُّyuhibbumencintai
- كُلَّkullasetiap
- كَفَّارٍkaffaarinyang sangat ingkar
- أَثِيمٍatsiiminyang banyak berdosa
Inti bacaan
'Allah menghapus riba dan menyuburkan sedekah', kontras pertumbuhan: riba tampak menumbuhkan uang secara instan tapi sebenarnya 'menghapus' (keberkahan/nilai jangka panjang), sementara sedekah tampak mengurangi uang tapi sebenarnya 'menyuburkan'. Konkretnya: pertumbuhan finansial jangka pendek lewat eksploitasi (riba, pemerasan) berbeda fundamental dari pertumbuhan yang berkelanjutan lewat kontribusi (sedekah, investasi etis), ukuran keberhasilan finansial sejati bukan hanya angka jangka pendek.
Tafsiran
Ayat ini menyandingkan dua proses berlawanan sebagai hukum yang sama pastinya: riba yang tampak menguntungkan secara matematis justru dihapus, sementara sedekah yang tampak mengurangi harta justru disuburkan. Penutup ayat mengaitkan riba dengan karakter yang lebih luas (kekufuran yang parah dan dosa yang bergelimang), bukan sekadar pelanggaran ekonomi terisolasi.
Renungan dan Hikmah
- Allah memakai dua kata kerja berlawanan dalam satu kalimat pendek, dan pelakunya satu: menghapus dan menyuburkan. Yang menentukan arah pertumbuhan bukan cara menghitungnya, melainkan siapa yang memegang hitungannya.
- Kalimat kedua tidak lagi bicara harta; ia menyebut kufur dan dosa. Perkaranya berpindah dari cara mencari nafkah ke watak orangnya. Riba disebut bukan sebagai kesalahan yang berdiri sendiri, melainkan sebagai tanda dari sesuatu yang lebih dalam.
- Yang disebut Allah menyuburkan sedekah, bukan menggantinya. Yang tumbuh benda yang sama, bukan pengganti yang sepadan. Menanam dan menukar dua hal yang berbeda, dan kata yang dipilih di sini yang pertama.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan ini: “menghapus (keberkahan) riba”, sama-sama menahan gloss '(keberkahan)' krn mahq = melenyapkan-berangsur (bukan sekadar 'tidak memberkahi'); gloss dipertahankan sbg penjelas, permainan-akar dicatat di lexicography utk pembaca. Melengkapi 2:275, lih. entri tsb utk analisis lengkap. PERMAINAN AKAR yang hilang dalam terjemahan mana pun: yamhaqu (akar m-h-q 'melenyapkan sampai habis') vs yurbii (akar r-b-w, AKAR YANG SAMA dengan ribaa!) = 'menumbuhkan'. Harfiah: Allah melenyapkan ribaa ('pertumbuhan'-riba) dan justru me-riba-kan (menumbuhkan) sedekah, ayat membalikkan akar riba melawan dirinya. 'Menyuburkan' (terjemahan lain, dipertahankan) menangkap sisi tumbuh. Sejalan tema z-k-w (suci↔tumbuh) & 30:39 (riba tak tumbuh di sisi Allah, zakat dilipatgandakan).
Ayat 2:277
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
Sesungguhnya orang-orang yang beriman, beramal saleh, menegakkan salat, dan memberikan zakat, bagi mereka pahala mereka di sisi Tuhan mereka. Dan tidak ada ketakutan atas mereka, dan mereka tidak bersedih.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَinna lladziina aamanuu wa-'amiluu sh-shaalihaati wa-aqaamuu sh-shalaata wa-aatawu z-zakaata lahum ajruhum 'inda rabbihim wa-laa khawfun 'alayhim wa-laa hum yahzanuunasesungguhnya orang-orang yang beriman, beramal saleh, menegakkan salat, dan memberikan zakat, bagi mereka pahala mereka di sisi Tuhan mereka, dan tidak ada ketakutan atas mereka, dan mereka tidak bersedih
Terjemahan per kata (19 kata)
- إِنَّinnasesungguhnya
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- آمَنُواaamanuuberiman
- وَعَمِلُواwa-'amiluudan beramal
- الصَّالِحَاتِsh-shaalihaatikebajikan
- وَأَقَامُواwa-aqaamuudan mereka mendirikan
- الصَّلَاةَsh-shalaatasalat
- وَآتَوُاwa-aatawudan mereka menunaikan
- الزَّكَاةَz-zakaatazakat
- لَهُمْlahumbagi mereka
- أَجْرُهُمْajruhumpahala mereka
- عِنْدَ'indadi sisi
- رَبِّهِمْrabbihimTuhan mereka
- وَلَاwa-laadan tidak pula
- خَوْفٌkhawfunrasa takut
- عَلَيْهِمْ'alayhimatas mereka
- وَلَاwa-laadan tidak pula
- هُمْhummereka
- يَحْزَنُونَyahzanuunabersedih
Inti bacaan
Empat elemen disatukan sebagai syarat pahala: iman, amal saleh, salat, zakat, paket lengkap yang mengulang pola surah ini (lih. 2:3, 2:82) bahwa keyakinan-batin dan tindakan-nyata (vertikal maupun horizontal) tidak terpisahkan. Konkretnya: pengulangan formula ini di seluruh surah menegaskan bukan kebetulan, kombinasi keempat elemen adalah standar konsisten yang layak dijadikan checklist evaluasi diri berkala.
Tafsiran
Ayat ini memberi jaminan penuh bagi kombinasi empat elemen (iman, amal saleh, salat, dan zakat), sebagai penyeimbang langsung terhadap ancaman bagi pemakan riba yang baru saja disebutkan. Penyebutan zakat secara eksplisit di sini, tepat setelah pembahasan riba, menegaskan kontras antara ekonomi yang dibangun di atas eksploitasi dan ekonomi yang dibangun di atas kewajiban berbagi.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut empat hal: beriman, beramal saleh, menegakkan salat, memberikan zakat. Dua di dalam diri, dua keluar dari diri. Susunan yang sama berulang di banyak tempat, dan pengulangannya menjadikannya ukuran, bukan sekadar daftar.
- Ayat ini datang persis sesudah ancaman bagi pemakan riba. Yang dijanjikan diletakkan berdampingan dengan yang diancamkan. Dua cara memperlakukan harta disandingkan dalam ruang sesempit ini, dan pembacanya diminta memilih di antara keduanya.
- Yang dijanjikan Allah bukan tambahan harta, melainkan tidak ada ketakutan dan tidak ada kesedihan. Dua rasa yang justru paling lekat pada urusan harta. Yang ditawarkan ternyata lawan langsung dari apa yang dicari orang lewat riba.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “menunaikan” diterjemahkan “memberikan”. Dalam ayat ini, 'salaah' dan 'zakaah' sama-sama bertakrif (memakai kata sandang al-). salaah diterjemahkan 'salat' UNIVERSAL (: kewajiban generik, bukan koreografi; bukti terkuat 24:41, BURUNG punya salaah; contoh serupa 9:103, 33:56; homograf dijaga: 22:40 salawaat=IBRANI, 69:31=s-l-y 'bakar') · zakaah diterjemahkan 'zakat' (dipertahankan: makna GANDA suci+tumbuh, jangan dikerdilkan; verba penggovongnya aataa='memberikan/berikanlah', BUKAN 'menunaikan', aataa diterjemahkan 'memberi' di 215 ayat non-zakaah, 'menunaikan' 0×;), kecuali cabang KESUCIAN (19:13/18:81) diterjemahkan 'kesucian'.
Ayat 2:278
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa yang masih ada dari riba, jika kalian orang-orang yang beriman.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَyaa ayyuhaa lladziina aamanuu ttaquu llaaha wa-dzaruu maa baqiya mina r-ribaa in kuntum mu'miniinawahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa yang masih ada dari riba, jika kalian orang-orang yang beriman
Terjemahan per kata (14 kata)
- يَاyaawahai
- أَيُّهَاayyuhaasekalian
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- آمَنُواaamanuuberiman
- اتَّقُواttaquubertakwalah kalian
- اللَّهَllaahaAllah
- وَذَرُواwa-dzaruudan tinggalkanlah kalian
- مَاmaaapa yang
- بَقِيَbaqiyatersisa
- مِنَminadari
- الرِّبَاr-ribaariba
- إِنْinjika
- كُنْتُمْkuntumkalian adalah
- مُؤْمِنِينَmu'miniinaorang-orang beriman
Inti bacaan
Perintah meninggalkan 'sisa riba yang belum dipungut' disertai syarat eksplisit 'jika kalian benar-benar beriman', kesediaan melepaskan keuntungan finansial demi prinsip menjadi ujian keimanan yang nyata, bukan sekadar pengakuan verbal. Konkretnya: keimanan diuji paling nyata justru saat harus melepaskan keuntungan material demi prinsip, ucapan iman yang tidak disertai kesediaan mengorbankan kepentingan finansial saat diperlukan adalah iman yang belum teruji.
Tafsiran
Perintah ini menutup celah yang mungkin dicari, bukan hanya melarang riba baru, tetapi menuntut pelepasan penuh atas apa yang masih tersisa dari transaksi riba lama. Syarat penutup ('jika kalian orang-orang yang beriman') menjadikan kepatuhan ini ujian langsung atas keimanan yang diklaim, bukan sekadar anjuran moral opsional.
Renungan dan Hikmah
- Yang diperintahkan Allah meninggalkan sisa yang masih ada, bukan berhenti dari yang baru. Yang sudah terlanjur pun disebut. Perintah yang menyentuh apa yang sudah tercatat sebagai hak jauh lebih berat daripada perintah yang cuma menutup pintu ke depan.
- Kalimatnya dibuka dengan menyapa orang-orang yang beriman dan ditutup dengan jika kalian orang-orang yang beriman. Perintahnya dijepit di antara dua sebutan yang sama. Yang diperkarakan bukan urusan harta, melainkan apa yang tersisa dari pengakuan itu.
- Sebelum menyebut riba, Allah menyuruh bertakwa. Urutannya bukan kebetulan. Yang diminta lebih dahulu bukan tindakan, melainkan keadaan hati yang membuat tindakan itu mungkin dikerjakan tanpa merasa dirugikan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan lain sebanding. Perubahan terjemahan ini: “kamu” diterjemahkan “kalian”. Analisis pasal riba lengkap di entri 2:275; ayat ini bagian rangkaiannya (2:275-281). Melengkapi 2:275, lih. entri tsb utk analisis lengkap. maa baqiya mina r-ribaa = 'sisa riba yang belum dipungut'. ribaa (akar r-b-w 'tumbuh/bertambah') dipertahankan 'riba' (kata serapan mapan).
Ayat 2:279
فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا فَأْذَنُوا بِحَرْبٍ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ ۖ وَإِنْ تُبْتُمْ فَلَكُمْ رُءُوسُ أَمْوَالِكُمْ لَا تَظْلِمُونَ وَلَا تُظْلَمُونَ
Maka jika kalian tidak melakukannya, maka ketahuilah tentang perang dari Allah dan Rasul-Nya. Dan jika kalian bertobat, maka bagi kalian pokok harta kalian; kalian tidak berbuat zalim dan tidak pula dizalimi.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا فَأْذَنُوا بِحَرْبٍ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِfa-in lam taf'aluu fa-dzanuu bi-harbin mina llaahi wa-rasuulihimaka jika kalian tidak melakukannya, maka ketahuilah tentang perang dari Allah dan Rasul-Nya
- وَإِنْ تُبْتُمْ فَلَكُمْ رُءُوسُ أَمْوَالِكُمْ لَا تَظْلِمُونَ وَلَا تُظْلَمُونَwa-in tubtum fa-lakum ru'uusu amwaalikum laa tazhlimuuna wa-laa tuzhlamuunadan jika kalian bertobat, maka bagi kalian pokok harta kalian; kalian tidak berbuat zalim dan tidak pula dizalimi
Terjemahan per kata (17 kata)
- فَإِنْfa-inmaka jika
- لَمْlamtidak
- تَفْعَلُواtaf'aluukalian melakukan
- فَأْذَنُواfa-dzanuumaka ketahuilah kalian
- بِحَرْبٍbi-harbindengan perang
- مِنَminadari
- اللَّهِllaahiAllah
- وَرَسُولِهِwa-rasuulihidan Rasul-Nya
- وَإِنْwa-indan jika
- تُبْتُمْtubtumkalian bertobat
- فَلَكُمْfa-lakummaka bagi kalian
- رُءُوسُru'uusukepala
- أَمْوَالِكُمْamwaalikumharta kalian
- لَاlaatidak
- تَظْلِمُونَtazhlimuunakalian dizalimi
- وَلَاwa-laadan janganlah
- تُظْلَمُونَtuzhlamuunakalian dizalimi
Inti bacaan
Konsekuensi tegas ('perang dari Allah dan Rasul-Nya') bagi yang menolak meninggalkan riba menunjukkan keseriusan pelanggaran ini, namun ditutup dengan opsi adil: pokok harta tetap hak, sekadar bunga berlebih yang ditolak. Konkretnya: menuntut keadilan ekonomi tidak berarti menolak hak dasar sepenuhnya (di sini: pokok modal tetap dihormati), reformasi sistem yang eksploitatif idealnya membedakan antara hak dasar yang sah dan keuntungan berlebih yang eksploitatif.
Tafsiran
Peringatan ini menaikkan taruhan dari sekadar larangan menjadi konfrontasi langsung: penolakan meninggalkan riba disamakan dengan menyatakan perang terhadap Allah dan Rasul-Nya, bahasa paling keras yang dipakai untuk pelanggaran ekonomi mana pun dalam teks ini. Namun ayat ini segera menawarkan jalan keluar: pertobatan mengembalikan hak penuh atas modal pokok, tanpa lebih dan tanpa kurang, keseimbangan yang eksplisit disebut sebagai keadilan dua arah.
Renungan dan Hikmah
- Kata perang dari Allah dan Rasul-Nya dipakai bukan untuk penyembahan berhala atau pembunuhan, melainkan untuk riba. Bahasa paling keras di seluruh pengaturan ekonomi diletakkan di sini. Yang menentukan beratnya sebuah pelanggaran ternyata bukan seberapa keras ia terdengar bagi manusia.
- Sesudah ancaman seberat itu, Allah menyebut 'bagi kalian pokok harta kalian'. Yang dituntut cuma tambahannya. Penuntutan keadilan yang benar tidak berubah menjadi perampasan atas pihak yang bersalah, dan batas itu ditulis di kalimat yang sama dengan ancamannya.
- Penutupnya menyebut dua arah sekaligus: kalian tidak berbuat zalim dan tidak pula dizalimi. Keadilan yang ditawarkan menjaga kedua belah pihak. Penyelesaian yang cuma melindungi satu sisi biasanya sedang memindahkan kezalimannya, bukan menghentikannya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Perubahan terjemahan ini: “kamu” diterjemahkan “kalian”; gloss “(dahsyat)” DIBUANG; gloss “(merugikan)/(dirugikan)” dibuang, zh-l-m sudah punya terjemahan tetap 'zalim'. 'Laa tazhlimuuna wa laa tuzhlamuun' (tidak berbuat zalim, tidak pula dizalimi), kalimat penutup ini menegaskan prinsip TIMBAL BALIK/keadilan sbg alasan larangan riba, terlepas dari perdebatan cakupan (lih. entri 2:275): baik pemberi maupun penerima pinjaman sama-sama dilindungi dari kezaliman. fa-'dhanuu bi-harbin = 'ketahuilah (akan ada) perang' (adhina = diberi tahu/izin); ru'uusu amwaalikum = 'pokok harta kalian' (ra's = kepala/pokok, modal tanpa tambahan). laa tazhlimuuna wa-laa tuzhlamuun (akar zh-l-m): aktif & pasif berdampingan, 'tidak menzalimi dan tidak dizalimi'.