يَمْحَقُ اللَّهُ الرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ ۗ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ أَثِيمٍ

Allah menghapus riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak mencintai setiap orang yang sangat kufur lagi bergelimang dosa.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. يَمْحَقُ اللَّهُ الرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِyamhaqu llaahu r-ribaa wa-yurbii sh-shadaqaatiAllah menghapus riba dan menyuburkan sedekah
  2. وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ أَثِيمٍwa-llaahu laa yuhibbu kulla kaffaarin atsiimindan Allah tidak mencintai setiap orang yang sangat kufur lagi bergelimang dosa

Terjemahan per kata (11 kata)

  1. يَمْحَقُyamhaqumemusnahkan
  2. اللَّهُllaahuAllah
  3. الرِّبَاr-ribaariba
  4. وَيُرْبِيwa-yurbiidan Dia menyuburkan
  5. الصَّدَقَاتِsh-shadaqaatisedekah
  6. وَاللَّهُwa-llaahudan Allah
  7. لَاlaatidak
  8. يُحِبُّyuhibbumencintai
  9. كُلَّkullasetiap
  10. كَفَّارٍkaffaarinyang sangat ingkar
  11. أَثِيمٍatsiiminyang banyak berdosa

Inti bacaan

'Allah menghapus riba dan menyuburkan sedekah', kontras pertumbuhan: riba tampak menumbuhkan uang secara instan tapi sebenarnya 'menghapus' (keberkahan/nilai jangka panjang), sementara sedekah tampak mengurangi uang tapi sebenarnya 'menyuburkan'. Konkretnya: pertumbuhan finansial jangka pendek lewat eksploitasi (riba, pemerasan) berbeda fundamental dari pertumbuhan yang berkelanjutan lewat kontribusi (sedekah, investasi etis), ukuran keberhasilan finansial sejati bukan hanya angka jangka pendek.

Tafsiran

Ayat ini menyandingkan dua proses berlawanan sebagai hukum yang sama pastinya: riba yang tampak menguntungkan secara matematis justru dihapus, sementara sedekah yang tampak mengurangi harta justru disuburkan. Penutup ayat mengaitkan riba dengan karakter yang lebih luas (kekufuran yang parah dan dosa yang bergelimang), bukan sekadar pelanggaran ekonomi terisolasi.

Renungan dan Hikmah

  • Allah memakai dua kata kerja berlawanan dalam satu kalimat pendek, dan pelakunya satu: menghapus dan menyuburkan. Yang menentukan arah pertumbuhan bukan cara menghitungnya, melainkan siapa yang memegang hitungannya.
  • Kalimat kedua tidak lagi bicara harta; ia menyebut kufur dan dosa. Perkaranya berpindah dari cara mencari nafkah ke watak orangnya. Riba disebut bukan sebagai kesalahan yang berdiri sendiri, melainkan sebagai tanda dari sesuatu yang lebih dalam.
  • Yang disebut Allah menyuburkan sedekah, bukan menggantinya. Yang tumbuh benda yang sama, bukan pengganti yang sepadan. Menanam dan menukar dua hal yang berbeda, dan kata yang dipilih di sini yang pertama.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan ini: “menghapus (keberkahan) riba”, sama-sama menahan gloss '(keberkahan)' krn mahq = melenyapkan-berangsur (bukan sekadar 'tidak memberkahi'); gloss dipertahankan sbg penjelas, permainan-akar dicatat di lexicography utk pembaca. Melengkapi 2:275, lih. entri tsb utk analisis lengkap. PERMAINAN AKAR yang hilang dalam terjemahan mana pun: yamhaqu (akar m-h-q 'melenyapkan sampai habis') vs yurbii (akar r-b-w, AKAR YANG SAMA dengan ribaa!) = 'menumbuhkan'. Harfiah: Allah melenyapkan ribaa ('pertumbuhan'-riba) dan justru me-riba-kan (menumbuhkan) sedekah, ayat membalikkan akar riba melawan dirinya. 'Menyuburkan' (terjemahan lain, dipertahankan) menangkap sisi tumbuh. Sejalan tema z-k-w (suci↔tumbuh) & 30:39 (riba tak tumbuh di sisi Allah, zakat dilipatgandakan).