يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa yang masih ada dari riba, jika kalian orang-orang yang beriman.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَyaa ayyuhaa lladziina aamanuu ttaquu llaaha wa-dzaruu maa baqiya mina r-ribaa in kuntum mu'miniinawahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa yang masih ada dari riba, jika kalian orang-orang yang beriman
Terjemahan per kata (14 kata)
- يَاyaawahai
- أَيُّهَاayyuhaasekalian
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- آمَنُواaamanuuberiman
- اتَّقُواttaquubertakwalah kalian
- اللَّهَllaahaAllah
- وَذَرُواwa-dzaruudan tinggalkanlah kalian
- مَاmaaapa yang
- بَقِيَbaqiyatersisa
- مِنَminadari
- الرِّبَاr-ribaariba
- إِنْinjika
- كُنْتُمْkuntumkalian adalah
- مُؤْمِنِينَmu'miniinaorang-orang beriman
Inti bacaan
Perintah meninggalkan 'sisa riba yang belum dipungut' disertai syarat eksplisit 'jika kalian benar-benar beriman', kesediaan melepaskan keuntungan finansial demi prinsip menjadi ujian keimanan yang nyata, bukan sekadar pengakuan verbal. Konkretnya: keimanan diuji paling nyata justru saat harus melepaskan keuntungan material demi prinsip, ucapan iman yang tidak disertai kesediaan mengorbankan kepentingan finansial saat diperlukan adalah iman yang belum teruji.
Tafsiran
Perintah ini menutup celah yang mungkin dicari, bukan hanya melarang riba baru, tetapi menuntut pelepasan penuh atas apa yang masih tersisa dari transaksi riba lama. Syarat penutup ('jika kalian orang-orang yang beriman') menjadikan kepatuhan ini ujian langsung atas keimanan yang diklaim, bukan sekadar anjuran moral opsional.
Renungan dan Hikmah
- Yang diperintahkan Allah meninggalkan sisa yang masih ada, bukan berhenti dari yang baru. Yang sudah terlanjur pun disebut. Perintah yang menyentuh apa yang sudah tercatat sebagai hak jauh lebih berat daripada perintah yang cuma menutup pintu ke depan.
- Kalimatnya dibuka dengan menyapa orang-orang yang beriman dan ditutup dengan jika kalian orang-orang yang beriman. Perintahnya dijepit di antara dua sebutan yang sama. Yang diperkarakan bukan urusan harta, melainkan apa yang tersisa dari pengakuan itu.
- Sebelum menyebut riba, Allah menyuruh bertakwa. Urutannya bukan kebetulan. Yang diminta lebih dahulu bukan tindakan, melainkan keadaan hati yang membuat tindakan itu mungkin dikerjakan tanpa merasa dirugikan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan lain sebanding. Perubahan terjemahan ini: “kamu” diterjemahkan “kalian”. Analisis pasal riba lengkap di entri 2:275; ayat ini bagian rangkaiannya (2:275-281). Melengkapi 2:275, lih. entri tsb utk analisis lengkap. maa baqiya mina r-ribaa = 'sisa riba yang belum dipungut'. ribaa (akar r-b-w 'tumbuh/bertambah') dipertahankan 'riba' (kata serapan mapan).