يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa yang masih ada dari riba, jika kalian orang-orang yang beriman.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَyaa ayyuhaa lladziina aamanuu ttaquu llaaha wa-dzaruu maa baqiya mina r-ribaa in kuntum mu'miniinawahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa yang masih ada dari riba, jika kalian orang-orang yang beriman
Catatan pilihan kata (ringkas)
terjemahan lain sebanding. Perubahan terjemahan ini: “kamu” diterjemahkan “kalian”. Analisis pasal riba lengkap di entri 2:275; ayat ini bagian rangkaiannya (2:275-281). Melengkapi 2:275, lih. entri tsb utk analisis lengkap. sebagian penerjemah: 'O you who heed warning: be in prudent fear of God; and give up what remains of usury, if you be believers.' maa baqiya mina r-ribaa = 'sisa riba yang belum dipungut'. ribaa (akar r-b-w 'tumbuh/bertambah') dipertahankan 'riba' (loanword mapan).
Aplikasi
Perintah meninggalkan 'sisa riba yang belum dipungut' disertai syarat eksplisit 'jika kalian benar-benar beriman', kesediaan melepaskan keuntungan finansial demi prinsip menjadi ujian keimanan yang nyata, bukan sekadar pengakuan verbal. Konkretnya: keimanan diuji paling nyata justru saat harus melepaskan keuntungan material demi prinsip, ucapan iman yang tidak disertai kesediaan mengorbankan kepentingan finansial saat diperlukan adalah iman yang belum teruji.