وَإِنْ كَانَ ذُو عُسْرَةٍ فَنَظِرَةٌ إِلَىٰ مَيْسَرَةٍ ۚ وَأَنْ تَصَدَّقُوا خَيْرٌ لَكُمْ ۖ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Dan jika ada yang dalam kesulitan, maka berilah tenggang waktu sampai kelapangan. Dan kalian bersedekah itu lebih baik bagi kalian, jika kalian mengetahui.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَإِنْ كَانَ ذُو عُسْرَةٍ فَنَظِرَةٌ إِلَىٰ مَيْسَرَةٍwa-in kaana dzuu 'usratin fa-nazhiratun ilaa maysaratindan jika ada yang dalam kesulitan, maka berilah tenggang waktu sampai kelapangan
  2. وَأَنْ تَصَدَّقُوا خَيْرٌ لَكُمْwa-an tashaddaquu khayrun lakumdan kalian bersedekah itu lebih baik bagi kalian
  3. إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَin kuntum ta'lamuunajika kalian mengetahui

Terjemahan per kata (14 kata)

  1. وَإِنْwa-indan jika
  2. كَانَkaanaada
  3. ذُوdzuupemilik
  4. عُسْرَةٍ'usratinkesulitan
  5. فَنَظِرَةٌfa-nazhiratunmaka penangguhan
  6. إِلَىٰilaasampai
  7. مَيْسَرَةٍmaysaratinkelapangan
  8. وَأَنْwa-andan untuk
  9. تَصَدَّقُواtashaddaquukalian bersedekah
  10. خَيْرٌkhayrunlebih baik
  11. لَكُمْlakumbagi kalian
  12. إِنْinjika
  13. كُنْتُمْkuntumkalian adalah
  14. تَعْلَمُونَta'lamuunakalian mengetahui

Inti bacaan

Bagi debitur yang kesulitan, perintahnya 'berilah tenggang waktu', dan membebaskan utang sepenuhnya disebut 'lebih baik', hierarki respons terhadap kesulitan finansial orang lain: dari kelonggaran waktu hingga pembebasan penuh sebagai pilihan terbaik. Konkretnya: menghadapi orang yang berutang dan kesulitan membayar, opsi kelonggaran/pembebasan (bukan penagihan paksa) ditegaskan sebagai jalan yang lebih baik, pengingat penting di tengah budaya yang sering memandang penagihan tegas sebagai satu-satunya cara 'benar'.

Tafsiran

Ayat ini melunakkan ketegasan ultimatum sebelumnya (2:279) dengan kelonggaran bagi pihak yang benar-benar kesulitan, bukan penghapusan kewajiban, melainkan penundaan sampai kondisi membaik. Anjuran bersedekah di sini melampaui sekadar penundaan, membuka kemungkinan pelepasan yang lebih besar, meski tanpa mewajibkannya secara eksplisit.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut tenggang waktunya sampai kelapangan, bukan sampai tanggal tertentu. Yang menentukan keadaan orangnya. Sebuah tenggat yang mengikuti keadaan yang berutang, bukan kalender yang menagih, mengubah seluruh watak hubungan itu.
  • Kalimat berikutnya menyebut sedekah itu lebih baik bagi kalian, yaitu bagi yang membebaskan, bukan bagi yang dibebaskan. Untungnya disebut berpihak pada pemberi. Yang melepaskan haknya digambarkan sedang mendapat sesuatu, bukan sedang kehilangan.
  • Ayat ditutup dengan syarat, jika kalian mengetahui, dan Allah tidak memaksakan penilaian itu. Ada hal yang baru terasa lebih baik sesudah dikerjakan. Sebelum itu ia hanya bisa disebutkan, tidak bisa dibuktikan kepada siapa pun.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras;: kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian (kelas morfologi corpus: murni-2MP). Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = pemakaian diteruskan terjemahan lain (selaras).