وَاتَّقُوا يَوْمًا تُرْجَعُونَ فِيهِ إِلَى اللَّهِ ۖ ثُمَّ تُوَفَّىٰ كُلُّ نَفْسٍ مَا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

Dan takutlah kepada suatu hari yang padanya kalian dikembalikan kepada Allah. Kemudian disempurnakan bagi setiap diri apa yang telah ia usahakan, dan mereka tidak dizalimi.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَاتَّقُوا يَوْمًا تُرْجَعُونَ فِيهِ إِلَى اللَّهِwa-ttaquu yawman turja'uuna fiihi ilaa llaahidan takutlah kepada suatu hari yang padanya kalian dikembalikan kepada Allah
  2. ثُمَّ تُوَفَّىٰ كُلُّ نَفْسٍ مَا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَtsumma tuwaffaa kullu nafsin maa kasabat wa-hum laa yuzhlamuunakemudian disempurnakan bagi setiap diri apa yang telah ia usahakan, dan mereka tidak dizalimi

Terjemahan per kata (15 kata)

  1. وَاتَّقُواwa-ttaquudan jagalah diri dari
  2. يَوْمًاyawmansuatu hari
  3. تُرْجَعُونَturja'uunakalian dikembalikan
  4. فِيهِfiihidi dalamnya
  5. إِلَىilaakepada
  6. اللَّهِllaahiAllah
  7. ثُمَّtsummakemudian
  8. تُوَفَّىٰtuwaffaadisempurnakan
  9. كُلُّkullusetiap
  10. نَفْسٍnafsinjiwa
  11. مَاmaaapa yang
  12. كَسَبَتْkasabatdiusahakan
  13. وَهُمْwa-humdan mereka
  14. لَاlaatidak
  15. يُظْلَمُونَyuzhlamuunamereka dizalimi

Inti bacaan

Ayat terakhir sebelum pasal utang-piutang detail: peringatan tentang 'hari kembali kepada Allah' di mana 'setiap diri disempurnakan balasan', ditempatkan tepat sebelum aturan finansial paling detail dalam Al-Qur'an, menghubungkan transaksi duniawi dengan akuntabilitas akhir. Konkretnya: setiap transaksi finansial (sekecil apa pun) terhubung dengan kerangka akuntabilitas yang lebih besar, kejujuran dalam urusan uang bukan sekadar etika bisnis, tapi bagian dari kesadaran spiritual yang menyeluruh.

Penjelasan pilihan kata

Draf sudah bersih sesuai morfologi.

Tafsiran

Ayat ini menutup seluruh pembahasan riba dan utang dengan mengangkat pandangan ke horizon yang jauh lebih luas: hari kembali kepada Allah, ketika setiap urusan duniawi, termasuk transaksi ekonomi yang baru saja diatur panjang lebar, akan dihitung tanpa kezaliman sedikit pun. Penempatan ayat ini sebagai penutup topik keuangan menegaskan bahwa keadilan ekonomi di dunia adalah bagian dari akuntabilitas yang lebih besar, bukan ranah terpisah dari pertanggungjawaban akhirat.

Renungan dan Hikmah

  • Kata yang dipakai bukan dihitung, melainkan 'disempurnakan bagi setiap diri apa yang telah ia usahakan'. Yang dijanjikan bukan ketelitian menghitung, melainkan tak ada sedikit pun yang tertinggal. Di dunia, sebagian usaha memang hilang tanpa pernah tercatat siapa pun, dan Allah menyebut hari ketika bagian itu dilunasi.
  • Seluruh pembahasan riba dan utang ditutup dengan menyebut hari kembali kepada Allah. Yang menutup pasal keuangan bukan sanksi, melainkan horizon. Aturan yang berdiri sendirian selalu bisa disiasati; yang menahan orang di malam ketika tak ada yang mengawasi biasanya bukan pasalnya.
  • Ayatnya ditutup dengan jaminan yang arahnya tak terduga: 'mereka tidak dizalimi'. Di hari yang ditakuti itu, yang ditegaskan Allah justru keamanan dari kezaliman. Yang paling ditakutkan orang dari sebuah perhitungan memang bukan hasilnya, melainkan kemungkinan dihitung dengan tidak adil.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar w-q-y, y-w-m, r-j-', a-l-h, w-f-y, k-l-l, n-f-s, k-s-b, zh-l-m): ittaquu diterjemahkan 'takutlah kepada'; tuwaffaa diterjemahkan 'disempurnakan balasan'. Selaras.