لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ وَإِنْ تُبْدُوا مَا فِي أَنْفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللَّهُ ۖ فَيَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Milik Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kalian menyatakan apa yang ada di dalam diri kalian atau kalian menyembunyikannya, Allah memperhitungkannya bagi kalian. Maka Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki dan mengazab siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah berkuasa atas segala sesuatu.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِli-llaahi maa fii s-samaawaati wa-maa fii l-ardimilik Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi
- وَإِنْ تُبْدُوا مَا فِي أَنْفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللَّهُwa-in tubduu maa fii anfusikum aw tukhfuuhu yuhaasibkum bihi llaahudan jika kalian menyatakan apa yang ada di dalam diri kalian atau kalian menyembunyikannya, Allah memperhitungkannya bagi kalian
- فَيَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُfa-yaghfiru li-man yashaa'u wa-yu'adzdzibu man yashaa'umaka Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki dan mengazab siapa yang Dia kehendaki
- وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌwa-llaahu alaa kulli shay'in qadiirundan Allah berkuasa atas segala sesuatu
Catatan pilihan kata (ringkas)
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “kamu” diterjemahkan “kalian”; “hatimu” diterjemahkan “hati kalian”; “kamu” diterjemahkan “kalian”; “bagimu.” diterjemahkan “bagi kalian.”. g-f-r: rumus ghafuurun rahiim 58 ayat konsisten (takrif diterjemahkan 'Sang': 39:53, 46:8); BUKAN tautologi, menutupi(gfr) + memberi(rhm) = dua tindakan. sebagian penerjemah: 'To God belongs what is in the heavens and what is in the earth; whether you reveal what is within yourselves or hide it, God will call you to account for it. And He forgives whom He wills, and punishes whom He wills;1 and God is over all things powerful.' Corpus ayat ini: «yagofiru, tanpa-al». ghafara diterjemahkan 'mengampuni' (keluarga 'ampun'; ≠ -f-w 'maaf').
Aplikasi
Penegasan bahwa Allah 'memperhitungkan' baik yang dinyatakan MAUPUN yang disembunyikan dalam hati, pikiran dan niat tersembunyi tetap dalam lingkup akuntabilitas, bukan hanya tindakan lahiriah. Konkretnya: kesadaran bahwa niat dan pikiran tersembunyi (bukan hanya tindakan yang terlihat) turut diperhitungkan mendorong kejujuran batin yang lebih dalam, bukan sekadar menjaga penampilan luar sambil membiarkan hati kotor.