لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai kesanggupannya. Baginya apa yang ia usahakan, dan atasnya apa yang ia usahakan. “Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami keliru. Tuhan kami, dan janganlah Engkau bebankan kepada kami beban berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Tuhan kami, dan janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Dan maafkanlah kami, dan ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkau pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi kaum yang kafir.”
Terjemahan bertahap (7 jeda)
- لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَاlaa yukallifu llaahu nafsan illaa wus'ahaaAllah tidak membebani seseorang kecuali sesuai kesanggupannya
- لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْlahaa maa kasabat wa-'alayhaa maa ktasabatbaginya apa yang ia usahakan, dan atasnya apa yang ia usahakan
- رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَاrabbanaa laa tu'aakhidznaa in nasiinaa aw akhtha'naaTuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami keliru
- رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَاrabbanaa wa-laa tahmil 'alaynaa ishran ka-maa hamaltahu 'alaa lladziina min qablinaaTuhan kami, dan janganlah Engkau bebankan kepada kami beban berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami
- رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِrabbanaa wa-laa tuhammilnaa maa laa thaaqata lanaa bihiTuhan kami, dan janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya
- وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَاwa-'fu 'annaa wa-ghfir lanaa wa-rhamnaadan maafkanlah kami, dan ampunilah kami, dan rahmatilah kami
- أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَanta mawlaanaa fa-nshurnaa 'alaa l-qawmi l-kaafiriinaEngkau pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi kaum yang kafir
Terjemahan per kata (49 kata)
- لَاlaatidak
- يُكَلِّفُyukallifumembebani
- اللَّهُllaahuAllah
- نَفْسًاnafsanjiwa
- إِلَّاillaakecuali
- وُسْعَهَاwus'ahaakesanggupannya
- لَهَاlahaabaginya
- مَاmaaapa yang
- كَسَبَتْkasabatdiusahakan
- وَعَلَيْهَاwa-'alayhaadan atasnya
- مَاmaaapa yang
- اكْتَسَبَتْktasabatia usahakan
- رَبَّنَاrabbanaaTuhan kami
- لَاlaajanganlah
- تُؤَاخِذْنَاtu'aakhidznaaEngkau menghukum kami
- إِنْinjika
- نَسِينَاnasiinaakami lupa
- أَوْawatau
- أَخْطَأْنَاakhtha'naakami keliru
- رَبَّنَاrabbanaaTuhan kami
- وَلَاwa-laadan janganlah
- تَحْمِلْtahmilEngkau bebankan
- عَلَيْنَا'alaynaaatas kami
- إِصْرًاishranbeban berat
- كَمَاka-maasebagaimana
- حَمَلْتَهُhamaltahuEngkau bebankan
- عَلَى'alaaatas
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- مِنْmindari
- قَبْلِنَاqablinaasebelum kami
- رَبَّنَاrabbanaaTuhan kami
- وَلَاwa-laadan janganlah
- تُحَمِّلْنَاtuhammilnaaEngkau bebankan kepada kami
- مَاmaaapa yang
- لَاlaatidak ada
- طَاقَةَthaaqatakesanggupan
- لَنَاlanaabagi kami
- بِهِbihipadanya
- وَاعْفُwa-'fudan maafkanlah
- عَنَّا'annaadari kami
- وَاغْفِرْwa-ghfirdan ampunilah
- لَنَاlanaabagi kami
- وَارْحَمْنَاwa-rhamnaadan rahmatilah kami
- أَنْتَantaEngkau
- مَوْلَانَاmawlaanaapelindung kami
- فَانْصُرْنَاfa-nshurnaamaka tolonglah kami
- عَلَى'alaaatas
- الْقَوْمِl-qawmikaum
- الْكَافِرِينَl-kaafiriinaorang-orang yang kufur
Inti bacaan
Penutup surah dengan prinsip fundamental: 'Allah tidak membebani seseorang kecuali menurut kesanggupannya', diikuti doa yang meminta keringanan dari beban yang tak tertahankan dan permohonan pengampunan atas kelupaan/kesalahan. Konkretnya: standar akuntabilitas yang adil selalu mempertimbangkan kapasitas riil individu, baik dalam menilai diri sendiri maupun orang lain, tuntutan yang melampaui kemampuan wajar bukan keadilan, melainkan beban yang tidak proporsional; doa penutup ini layak dijadikan permohonan harian.
Tafsiran
Ayat penutup Al-Baqarah ini bergerak dari prinsip umum (Allah tidak membebani melampaui kesanggupan) langsung ke doa yang menerapkan prinsip itu secara pribadi: permohonan pengampunan atas kelalaian dan kekeliruan, penolakan beban berat seperti yang ditanggung umat terdahulu, dan permohonan agar tidak dipikulkan sesuatu di luar kesanggupan. Rangkaian permohonan ampun-maaf-rahmat yang bertumpuk di akhir, diikuti pengakuan Allah sebagai pelindung dan permohonan pertolongan, menutup seluruh surah dengan nada kerendahan hati dan ketergantungan penuh, bukan klaim kepastian, melainkan permohonan yang tulus.
Renungan dan Hikmah
- 'Baginya apa yang ia usahakan, dan atasnya apa yang ia usahakan'. Kalimat yang hampir sama diulang dua kali, sekali sebagai hak dan sekali sebagai tanggungan. Timbangannya satu, dan yang menentukan arahnya bukan Allah melainkan isi usahanya. Tak ada yang dikumpulkan hanya ke satu sisi.
- Ayat ini dibuka dengan pernyataan Allah, lalu berpindah menjadi doa yang diucapkan manusia. Dia sendiri yang menyediakan kalimat untuk dijawabkan kepada-Nya. Bagian tersulit dari berdoa memang menemukan kata-katanya, dan di penutup surah terpanjang itu kata-katanya diberikan.
- Kalimat pertamanya menjamin tak ada beban di luar kesanggupan; doanya lalu meminta jangan dihukum karena lupa dan keliru. Keduanya benar bersamaan. Sanggup memikul sesuatu tidak berarti tak akan pernah tergelincir di tengah jalan, dan Allah mengajarkan meminta ampun untuk yang kedua tanpa meragukan yang pertama.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan): “…ami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindun…”. Dalam ayat ini, “'afaa”, 'ghafara' dan 'rahima' sama-sama tanpa kata sandang al-.