اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ

Allah, tidak ada tuhan selain Dia, yang hidup lagi yang menegakkan.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُallaahu laa ilaaha illaa huwa l-hayyu l-qayyuumuAllah, tidak ada tuhan selain Dia, yang hidup lagi yang menegakkan

Terjemahan per kata (7 kata)

  1. اللَّهُallaahuAllah
  2. لَاlaatidak ada
  3. إِلَٰهَilaahatuhan
  4. إِلَّاillaakecuali
  5. هُوَhuwaDia
  6. الْحَيُّl-hayyuYang Mahahidup
  7. الْقَيُّومُl-qayyuumuYang Maha Berdiri Sendiri

Inti bacaan

Pembukaan surah baru dengan penegasan keesaan Allah dan sifat-Nya sebagai 'Yang Hidup, Yang Menegakkan', jangkar teologis yang mengulang tema 2:255 (Ayat Kursi), menegaskan pentingnya prinsip ini diulang di berbagai tempat dalam Al-Qur'an. Konkretnya: prinsip-prinsip fundamental (di sini: keesaan dan keberadaan-diri Allah) memang layak diulang dalam berbagai konteks, pengulangan bukan redundansi, melainkan penegasan pentingnya sebuah fondasi.

Tafsiran

Ayat ini menegaskan keesaan Allah sebagai satu-satunya yang berhak disembah, hidup dengan sendiri-Nya dan menegakkan segala sesuatu.

Renungan dan Hikmah

  • Allah membuka surah dengan nama-Nya sendiri. Satu kata. Kalimatnya dimulai dari yang paling pokok.
  • Dua sifat menyusul: yang hidup, dan yang menegakkan. Sepasang. Yang hidup sendiri disebut bersama yang menopang semua yang lain.
  • Allah mengulang rumusan yang sama dengan yang sudah lewat di surah sebelumnya. Kalimat yang berulang. Yang paling pokok tak diringkas meski sudah pernah disebut.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar a-l-h, h-y-y, q-w-m): al-Hayy al-Qayyuum diterjemahkan 'Yang Hidup, Yang Menegakkan', honorifik 'Maha' terjemahan lain DIBUANG; qayyuum (akar q-w-m)='yang menegakkan (segala)', bukan '(mengurus makhluk) terus-menerus'. laa ilaaha illaa huwa diterjemahkan 'tidak ada tuhan selain Dia' (ilaah, terjemahan belum diputus, 'tuhan' dipertahankan).