مِنْ قَبْلُ هُدًى لِلنَّاسِ وَأَنْزَلَ الْفُرْقَانَ ۗ إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ ۗ وَاللَّهُ عَزِيزٌ ذُو انْتِقَامٍ
sebelumnya sebagai petunjuk bagi manusia, dan Dia menurunkan al-Furqan. Sesungguhnya orang-orang yang kufur terhadap tanda-tanda Allah, bagi mereka azab yang keras. Dan Allah digdaya, memiliki pembalasan.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- مِنْ قَبْلُ هُدًى لِلنَّاسِ وَأَنْزَلَ الْفُرْقَانَmin qablu hudan li-n-naasi wa-anzala l-furqaanasebelumnya sebagai petunjuk bagi manusia, dan Dia menurunkan al-Furqan
- إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌinna lladziina kafaruu bi-aayaati llaahi lahum 'adzaabun syadiidunsesungguhnya orang-orang yang kufur terhadap tanda-tanda Allah, bagi mereka azab yang keras
- وَاللَّهُ عَزِيزٌ ذُو انْتِقَامٍwa-llaahu 'aziizun dzuu ntiqaamindan Allah digdaya, memiliki pembalasan
Terjemahan per kata (18 kata)
- مِنْmindari
- قَبْلُqablusebelumnya
- هُدًىhudanpetunjuk
- لِلنَّاسِli-n-naasikepada manusia
- وَأَنْزَلَwa-anzaladan menurunkan
- الْفُرْقَانَl-furqaanapembeda
- إِنَّinnasesungguhnya
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- كَفَرُواkafaruukufur
- بِآيَاتِbi-aayaatipada tanda-tanda
- اللَّهِllaahiAllah
- لَهُمْlahumbagi mereka
- عَذَابٌ'adzaabunazab
- شَدِيدٌsyadiidunyang keras
- وَاللَّهُwa-llaahudan Allah
- عَزِيزٌ'aziizunMahaperkasa
- ذُوdzuupemilik
- انْتِقَامٍntiqaaminpembalasan
Inti bacaan
Al-Furqan (pembeda hak-batil) disebut diturunkan untuk 'petunjuk bagi manusia', kapasitas membedakan benar-salah dianggap sebagai anugerah yang harus terus diasah, bukan given otomatis. Konkretnya: kemampuan membedakan yang benar dari yang salah dalam situasi kompleks adalah keterampilan yang perlu terus dikembangkan lewat wahyu/pembelajaran, bukan insting yang datang otomatis, belajar dan refleksi terus-menerus penting untuk menjaga ketajaman moral ini.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan bahwa Taurat dan Injil diturunkan sebagai petunjuk, dilanjutkan dengan al-Furqan sebagai pembeda, namun bagi yang kufur terhadap tanda-tanda Allah, azab keras menanti, karena Allah digdaya dan memiliki pembalasan.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut kitab-kitab terdahulu diturunkan sebagai petunjuk bagi manusia. Bukan bagi satu kaum. Yang diberikan kepada satu umat disebut ditujukan kepada semua.
- Sesudah menyebut Taurat dan Injil, Allah menyebut al-Furqan tersendiri. Yang membedakan. Yang dibutuhkan sesudah banyak keterangan adalah alat untuk memilah di antaranya.
- Penutupnya menyebut Dia digdaya, memiliki pembalasan. Dua sifat yang keras. Sesudah menyebut petunjuk yang berlimpah, yang disebut akibat bagi yang menolaknya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
akar a-y (aayah), 353 ayat / 382 kemunculan, SATU lema, tak ada dasar morfologis utk memecahnya. tambahan terjemahan lain '(kebesaran)/(kekuasaan)' dibuang, TIDAK ADA di teks Arab.