هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ مِنْهُ آيَاتٌ مُحْكَمَاتٌ هُنَّ أُمُّ الْكِتَابِ وَأُخَرُ مُتَشَابِهَاتٌ ۖ فَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ زَيْغٌ فَيَتَّبِعُونَ مَا تَشَابَهَ مِنْهُ ابْتِغَاءَ الْفِتْنَةِ وَابْتِغَاءَ تَأْوِيلِهِ ۗ وَمَا يَعْلَمُ تَأْوِيلَهُ إِلَّا اللَّهُ ۗ وَالرَّاسِخُونَ فِي الْعِلْمِ يَقُولُونَ آمَنَّا بِهِ كُلٌّ مِنْ عِنْدِ رَبِّنَا ۗ وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ

Dialah yang menurunkan Kitab kepadamu, sebagiannya ayat-ayat muhkamat, itulah induk Kitab, dan yang lain mutasyabihat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya ada kecenderungan menyimpang, mereka mengikuti apa yang mutasyabihat darinya untuk mencari fitnah dan mencari-cari takwilnya, padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya kecuali Allah. Dan orang-orang yang ilmunya mendalam berkata, “Kami beriman kepadanya, semuanya dari sisi Tuhan kami.” Dan tidak ada yang mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang berakal sehat.

Terjemahan bertahap (5 jeda)
  1. هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ مِنْهُ آيَاتٌ مُحْكَمَاتٌ هُنَّ أُمُّ الْكِتَابِ وَأُخَرُ مُتَشَابِهَاتٌhuwa lladzii anzala alayka l-kitaaba minhu aayaatun muhkamaatun hunna ummu l-kitaabi wa-ukharu mutashaabihaatunDialah yang menurunkan Kitab kepadamu, sebagiannya ayat-ayat muhkamat, itulah induk Kitab, dan yang lain mutasyabihat
  2. فَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ زَيْغٌ فَيَتَّبِعُونَ مَا تَشَابَهَ مِنْهُ ابْتِغَاءَ الْفِتْنَةِ وَابْتِغَاءَ تَأْوِيلِهِfa-ammaa lladziina fii quluubihim zayghun fa-yattabi'uuna maa tashaabaha minhu btighaa'a l-fitnati wa-btighaa'a ta'wiilihiadapun orang-orang yang dalam hatinya ada kecenderungan menyimpang, mereka mengikuti apa yang mutasyabihat darinya untuk mencari fitnah dan mencari-cari takwilnya
  3. وَمَا يَعْلَمُ تَأْوِيلَهُ إِلَّا اللَّهُwa-maa ya'lamu ta'wiilahu illaa llaahupadahal tidak ada yang mengetahui takwilnya kecuali Allah
  4. وَالرَّاسِخُونَ فِي الْعِلْمِ يَقُولُونَ آمَنَّا بِهِ كُلٌّ مِنْ عِنْدِ رَبِّنَاwa-r-raasikhuuna fii l-ilmi yaquuluuna aamannaa bihi kullun min indi rabbinaadan orang-orang yang ilmunya mendalam berkata, kami beriman kepadanya, semuanya dari sisi Tuhan kami
  5. وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِwa-maa yadzdzakkaru illaa uluu l-albaabidan tidak ada yang mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang berakal sehat
Catatan pilihan kata (ringkas)

Akar akar a-y (aayah), 353 ayat / 382 kemunculan, SATU lema, tak ada dasar morfologis utk memecahnya. alaamah); 'verse of the Kur-án' cuma sense turunan KE-8, di-hedge Lane sendiri: ''. Bukti internal: satu kata menampung manusia (Isa 19:21), hewan (unta 7:73), benda (tongkat 7:106), bahasa & warna kulit (30:22), kisah (26:8), monumen (26:128), DAN satuan teks, hanya 'tanda' yang menampung semuanya. Keputusan Pak FD 16 Jul: 'tanda' TANPA pengecualian (diuji: 'tanda' tak mustahil bahkan di 2:252/10:1/24:1/41:3). tambahan terjemahan lain '(kebesaran)/(kekuasaan)' dibuang, TIDAK ADA di teks Arab. Lih. sebagian penerjemah: 'He it is that sent down upon thee the Writ; among it are explicit proofs: they are the foundation of the Writ; and others are ambiguous. Then as for those in whose hearts is deviation: they follow what is ambiguous thereof, seeking the means of denial, and seeking its interpretation. And no one knows its interpretation save God, and those firm in knowledge; they say: “We believe in it; all is from our Lord.” But only those of insight take heed.'

Aplikasi

Pembagian ayat menjadi 'muhkamat' (jelas) dan 'mutasyabihat' (memerlukan penafsiran) disertai peringatan terhadap yang 'mengikuti mutasyabihat untuk menimbulkan fitnah', sebuah kritik terhadap kecenderungan mencari ambiguitas untuk memutarbalikkan makna demi kepentingan sendiri. Konkretnya: menghadapi teks/informasi yang ambigu, sikap yang sehat ('kami beriman kepadanya, semuanya dari Tuhan kami') menerima ketidakjelasan dengan rendah hati alih-alih memanfaatkannya untuk menciptakan kekacauan atau membenarkan tafsir yang menguntungkan diri sendiri.