رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
“Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami setelah Engkau beri kami petunjuk, dan anugerahkanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau, Engkaulah Sang Pemberi.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةًrabbanaa laa tuzigh quluubanaa ba'da idz hadaytanaa wa-hab lanaa min ladunka rahmatanwahai Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami setelah Engkau beri kami petunjuk, dan anugerahkanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu
- إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُinnaka anta l-wahhaabusesungguhnya Engkau, Engkaulah Sang Pemberi
Terjemahan per kata (15 kata)
- رَبَّنَاrabbanaaTuhan kami
- لَاlaajanganlah
- تُزِغْtuzighEngkau menyesatkan
- قُلُوبَنَاquluubanaahati kami
- بَعْدَba'dasesudah
- إِذْidzketika
- هَدَيْتَنَاhadaytanaaEngkau memberi kami petunjuk
- وَهَبْwa-habdan anugerahkanlah
- لَنَاlanaabagi kami
- مِنْmindari
- لَدُنْكَladunkasisi-Mu
- رَحْمَةًrahmatanrahmat
- إِنَّكَinnakasesungguhnya Engkau
- أَنْتَantaEngkau
- الْوَهَّابُl-wahhaabuYang Maha Pemberi
Inti bacaan
Doa 'janganlah Engkau jadikan hati kami berpaling setelah Engkau berikan petunjuk' mengakui bahwa petunjuk yang sudah diterima tetap rentan hilang, kestabilan spiritual bukan pencapaian permanen, melainkan sesuatu yang perlu terus dijaga dan dimohonkan. Konkretnya: setelah mencapai pemahaman atau komitmen yang baik, tetap perlu kewaspadaan aktif dan doa agar tidak tergelincir kembali, pencapaian spiritual bukan jaminan otomatis untuk selamanya.
Tafsiran
Ayat ini adalah doa orang-orang berilmu mendalam yang disebut sebelumnya: memohon agar hati mereka tidak menyimpang setelah mendapat petunjuk, dan memohon rahmat dari Allah, Sang Pemberi.
Renungan dan Hikmah
- Allah merekam doa itu meminta hati mereka tidak dicondongkan sesudah diberi petunjuk. Yang dijaga hatinya. Yang paling dikhawatirkan bukan kehilangan harta, melainkan berbaliknya arah.
- Allah merekam permintaan itu dari yang sudah menerima. Bukan dari yang mencari. Yang paling menyadari rapuhnya petunjuk justru yang sudah memilikinya.
- Doanya ditutup dengan menyebut Engkaulah Sang Pemberi. Dasar permintaannya. Yang diminta rahmat, dan alasannya bukan kelayakan melainkan sifat Yang dimintai.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan): “…ugerahkanlah kepada kami rahmat dari hadirat-Mu. Sesungg…”. Dalam ayat ini, 'rahmah' indefinit (tanpa kata sandang).