زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ۗ ذَٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ
Dijadikan indah bagi manusia kecintaan pada aneka kesenangan yang berupa perempuan, anak-anak, harta benda yang bertimbun berupa emas, perak, kuda pilihan, hewan ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia. Dan Allah, di sisi-Nya tempat kembali yang baik.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِzuyyina li-n-naasi hubbu sh-shahawaati mina n-nisaa'i wa-l-baniina wa-l-qanaatiiri l-muqantarati mina dz-dzahabi wa-l-fiddati wa-l-khayli l-musawwamati wa-l-an'aami wa-l-hartsidijadikan indah bagi manusia kecintaan pada aneka kesenangan yang berupa perempuan, anak-anak, harta benda yang bertimbun berupa emas, perak, kuda pilihan, hewan ternak, dan sawah ladang
- ذَٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَاdzaalika mataa'u l-hayaati d-dunyaaitulah kesenangan hidup di dunia
- وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِwallaahu indahu husnu l-ma'aabidan Allah, di sisi-Nya tempat kembali yang baik
Catatan pilihan kata (ringkas)
Hbb per konvensi ('mencintai' seragam; negasi tegas); per kelas morfologi; pasangan belum-dibedah dipertahankan sementara. Konvensi Hbb: 'mencintai/cinta' seragam termasuk NEGASI (laa yuhibbu diterjemahkan 'tidak mencintai', pelunakan 'tidak menyukai' terjemahan lain dibongkar); biji passthrough. Lih.. sebagian penerjemah: 'Made fair for men is the love of lusts, for women, and sons, and amassed fortunes1 of gold and silver, and branded horses, and cattle, and tilth: that is the provision of the life of this world, but God, with Him is the best journey’s end.2' h-b-b: verba habba/ahabba = mencintai; hubb/mahabbah = cinta; cabang kedua habb/habbah = biji (per corpus).
Aplikasi
Daftar 'kesenangan yang dijadikan indah' (perempuan, anak, harta, kuda, ternak, sawah) diakui sebagai godaan alami manusia, bukan didaftar untuk dikutuk, melainkan untuk disadari sebagai 'kesenangan hidup dunia' yang terbatas, dibandingkan 'tempat kembali yang baik' di sisi Allah. Konkretnya: mengakui daya tarik alami kekayaan/status/keluarga tanpa menyangkalnya, sambil tetap menjaga perspektif bahwa nilai-nilai ini bersifat sementara dibanding tujuan akhir yang lebih besar, keseimbangan antara menikmati dan tidak terikat berlebihan.