زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ۗ ذَٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ

Dijadikan indah bagi manusia kecintaan pada aneka kesenangan yang berupa perempuan, anak-anak, harta benda yang bertimbun berupa emas, perak, kuda pilihan, hewan ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia. Dan Allah, di sisi-Nya tempat kembali yang baik.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِzuyyina li-n-naasi hubbu sy-syahawaati mina n-nisaa'i wa-l-baniina wa-l-qanaathiiri l-muqantharati mina dz-dzahabi wa-l-fidhdhati wa-l-khayli l-musawwamati wa-l-an'aami wa-l-hartsidijadikan indah bagi manusia kecintaan pada aneka kesenangan yang berupa perempuan, anak-anak, harta benda yang bertimbun berupa emas, perak, kuda pilihan, hewan ternak, dan sawah ladang
  2. ذَٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَاdzaalika mataa'u l-hayaati d-dunyaaitulah kesenangan hidup di dunia
  3. وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِwa-llaahu 'indahu husnu l-ma'aabidan Allah, di sisi-Nya tempat kembali yang baik

Terjemahan per kata (24 kata)

  1. زُيِّنَzuyyinadihiasi
  2. لِلنَّاسِli-n-naasikepada manusia
  3. حُبُّhubbukecintaan
  4. الشَّهَوَاتِsy-syahawaatisyahwat
  5. مِنَminadari
  6. النِّسَاءِn-nisaa'ipara perempuan
  7. وَالْبَنِينَwa-l-baniinadan anak-anak
  8. وَالْقَنَاطِيرِwa-l-qanaathiiridan harta yang bertumpuk
  9. الْمُقَنْطَرَةِl-muqantharatiyang bertumpuk
  10. مِنَminadari
  11. الذَّهَبِdz-dzahabiemas
  12. وَالْفِضَّةِwa-l-fidhdhatidan perak
  13. وَالْخَيْلِwa-l-khaylidan kuda
  14. الْمُسَوَّمَةِl-musawwamatiyang diberi tanda
  15. وَالْأَنْعَامِwa-l-an'aamidan binatang ternak
  16. وَالْحَرْثِwa-l-hartsidan ladang
  17. ذَٰلِكَdzaalikaitu
  18. مَتَاعُmataa'ukesenangan
  19. الْحَيَاةِl-hayaatikehidupan
  20. الدُّنْيَاd-dunyaadunia
  21. وَاللَّهُwa-llaahudan Allah
  22. عِنْدَهُ'indahudi sisi-Nya
  23. حُسْنُhusnukebaikan
  24. الْمَآبِl-ma'aabitempat kembali

Inti bacaan

Daftar 'kesenangan yang dijadikan indah' (perempuan, anak, harta, kuda, ternak, sawah) diakui sebagai godaan alami manusia, bukan didaftar untuk dikutuk, melainkan untuk disadari sebagai 'kesenangan hidup dunia' yang terbatas, dibandingkan 'tempat kembali yang baik' di sisi Allah. Konkretnya: mengakui daya tarik alami kekayaan/status/keluarga tanpa menyangkalnya, sambil tetap menjaga perspektif bahwa nilai-nilai ini bersifat sementara dibanding tujuan akhir yang lebih besar, keseimbangan antara menikmati dan tidak terikat berlebihan.

Tafsiran

Ayat ini menjelaskan bahwa kecintaan pada kesenangan duniawi (wanita, anak, harta, kuda, ternak, dan tanah), memang dijadikan indah bagi manusia, namun semua itu hanya kesenangan sementara, sedangkan tempat kembali terbaik ada di sisi Allah.

Renungan dan Hikmah

  • Kalimatnya menyebut kecintaan itu dijadikan indah bagi manusia. Bukan disebut kotor. Allah mengakui daya tariknya lebih dahulu, dan pengakuan itu membuat peringatan berikutnya jatuh pada orang yang merasa dimengerti.
  • Urutan yang disebut bermula dari manusia, lalu ke harta, kuda, ternak, dan sawah ladang. Dari yang bernyawa ke yang tidak. Yang paling dekat pada hati disebut paling dahulu, bukan yang paling mahal.
  • Sesudah daftar sepanjang itu, Allah menutup dengan menyebut di sisi-Nya tempat kembali yang baik. Yang disandingkan bukan larangan, melainkan bandingan. Cara paling tenang menimbang sesuatu memang menaruhnya bersebelahan dengan yang lebih baik.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Hbb per konvensi ('mencintai' seragam; negasi tegas); per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi Hbb: 'mencintai/cinta' seragam termasuk NEGASI (laa yuhibbu diterjemahkan 'tidak mencintai', pelunakan 'tidak menyukai' terjemahan lain dibongkar); biji pemakaian diteruskan. s end.2' h-b-b: verba habba/ahabba = mencintai; hubb/mahabbah = cinta; cabang kedua habb/habbah = biji (per corpus).