الَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا إِنَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Yaitu orang-orang yang berkata, “Wahai Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah dosa-dosa kami dan lindungilah kami dari azab api.”
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- الَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا إِنَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِalladziina yaquuluuna rabbanaa innanaa aamannaa fa-ghfir lanaa dzunuubanaa wa-qinaa adzaaba n-naariyaitu orang-orang yang berkata, wahai Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah dosa-dosa kami dan lindungilah kami dari azab api
Catatan pilihan kata (ringkas)
terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan). g-f-r: rumus ghafuurun rahiim 58 ayat konsisten (takrif diterjemahkan 'Sang': 39:53, 46:8); BUKAN tautologi, menutupi(gfr) + memberi(rhm) = dua tindakan. sebagian penerjemah: 'Those who say: “Our Lord: we believe, so forgive Thou us our transgressions,1 and protect Thou us from the punishment of the Fire,”' Corpus ayat ini: «{gofiro, tanpa-al». ghafara diterjemahkan 'mengampuni' (keluarga 'ampun'; ≠ -f-w 'maaf').
Aplikasi
Doa singkat 'ampunilah dosa kami dan selamatkanlah kami dari azab neraka' yang diucapkan orang bertakwa menunjukkan bahwa bahkan yang sudah beriman tetap rendah hati mengakui dosa dan memohon ampunan, bukan merasa aman secara otomatis. Konkretnya: kesalehan yang matang tidak menghasilkan rasa aman berlebihan ('aku pasti selamat'), justru mempertahankan kesadaran rendah hati dan permohonan ampunan terus-menerus.