الصَّابِرِينَ وَالصَّادِقِينَ وَالْقَانِتِينَ وَالْمُنْفِقِينَ وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ

Juga orang-orang yang sabar, yang benar, yang taat, yang berinfak, dan yang memohon ampunan pada akhir malam.

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. الصَّابِرِينَ وَالصَّادِقِينَ وَالْقَانِتِينَ وَالْمُنْفِقِينَ وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِas-saabiriina wa-s-saadiqiina wa-l-qaanitiina wa-l-munfiqiina wa-l-mustaghfiriina bi-l-ashaariorang-orang yang sabar, yang benar, yang taat, yang berinfak, dan yang memohon ampunan pada akhir malam
Catatan pilihan kata (ringkas)

terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan): “… berinfak, serta memohon ampunan pada akhir malam.…”. g-f-r: rumus ghafuurun rahiim 58 ayat konsisten (takrif diterjemahkan 'Sang': 39:53, 46:8); BUKAN tautologi, menutupi(gfr) + memberi(rhm) = dua tindakan. sebagian penerjemah: 'The patient,1 the truthful, the humbly obedient, those who spend, and the seekers of forgiveness at dawn.' Corpus ayat ini: «musotagofiriyna, TAKRIF»..

Aplikasi

Lima kualitas orang bertakwa: sabar, benar, taat, berinfak, DAN 'memohon ampunan pada akhir malam', sebuah kombinasi karakter yang menggabungkan ketahanan, kejujuran, ketaatan, kedermawanan, dan kerendahan hati spiritual di waktu paling sunyi. Konkretnya: momen sunyi menjelang fajar (waktu yang jarang disaksikan orang lain) disebutkan eksplisit sebagai waktu introspeksi, sebuah pengingat bahwa kualitas spiritual sejati teruji justru di saat tak ada yang menyaksikan.