شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ ۚ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
Allah bersaksi, begitu pula malaikat-malaikat dan orang-orang berilmu, bahwa tidak ada tuhan selain Dia, yang menegakkan keadilan. Tidak ada tuhan selain Dia, yang digdaya lagi penuh hikmah.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِsyahida llaahu annahu laa ilaaha illaa huwa wa-l-malaa'ikatu wa-uluu l-'ilmi qaa'iman bi-l-qisthiAllah bersaksi, begitu pula malaikat-malaikat dan orang-orang berilmu, bahwa tidak ada tuhan selain Dia, yang menegakkan keadilan
- لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُlaa ilaaha illaa huwa l-'aziizu l-hakiimutidak ada tuhan selain Dia, yang digdaya lagi penuh hikmah
Terjemahan per kata (18 kata)
- شَهِدَsyahidamenyaksikan
- اللَّهُllaahuAllah
- أَنَّهُannahubahwa ia
- لَاlaatidak ada
- إِلَٰهَilaahatuhan
- إِلَّاillaakecuali
- هُوَhuwaDia
- وَالْمَلَائِكَةُwa-l-malaa'ikatudan para malaikat
- وَأُولُوwa-uluudan orang-orang yang memiliki
- الْعِلْمِl-'ilmiilmu
- قَائِمًاqaa'imanyang tegak
- بِالْقِسْطِbi-l-qisthidengan keadilan
- لَاlaatidak ada
- إِلَٰهَilaahatuhan
- إِلَّاillaakecuali
- هُوَhuwaDia
- الْعَزِيزُl-'aziizuSang Digdaya
- الْحَكِيمُl-hakiimuSang Penuh Hikmah
Inti bacaan
Kesaksian bertingkat tentang keesaan Allah, dari Allah sendiri, malaikat, hingga 'orang berilmu', menempatkan kaum terpelajar dalam posisi istimewa sebagai saksi kebenaran. Konkretnya: memiliki pengetahuan/keilmuan membawa tanggung jawab tambahan untuk menjadi saksi kebenaran dan keadilan di masyarakat, ilmu bukan sekadar pencapaian personal, tapi amanah kesaksian publik.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan keesaan Allah melalui kesaksian bertingkat (Allah sendiri, malaikat-malaikat, dan orang-orang berilmu), bahwa tidak ada tuhan selain Dia yang menegakkan keadilan, Dia yang digdaya lagi penuh hikmah.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut diri-Nya sebagai saksi pertama. Sebelum malaikat. Kesaksian tentang keesaan-Nya dimulai dari-Nya sendiri.
- Yang ketiga disebut orang-orang berilmu. Sejajar dengan malaikat. Manusia yang mengetahui ditaruh dalam satu barisan itu.
- Allah mengulang tidak ada tuhan selain Dia dua kali dalam satu ayat. Di tengah dan di ujung. Yang disaksikan diucapkan lagi sesudah para saksinya disebut.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
pasangan formula (hakiim/'aliim/hamiid dst.) belum dibedah, terjemahan terjemahan lain-nya dipertahankan sementara. Konvensi zz: al-'Aziiz TAKRIF diterjemahkan 'Sang Digdaya' (KBBI: 'tidak terkalahkan'), indefinit diterjemahkan 'digdaya' (tanpa Maha), izzah diterjemahkan 'kedigdayaan' (satu kata, uji ayat argumen 35:10, 4:139, 10:65, 63:8), gelar Mesir diterjemahkan 'al-'Aziiz'. Pembeda in-formula: qawiyyun aziiz 7× (≠'kuat'), aziizin muqtadir 54:42 (≠'kuasa'), al-'aziiz al-jabbaar 59:23. Cabang alaa: 9:128 'berat terasa', 14:20/35:17 'tidak sulit'. Antonim internal: izz⟷dhull (3:26, 63:8, 27:34). jg 'The Incomparable'. Gelar raja Mesir (2032): 'a surname; like Qaysar'.