شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ ۚ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
Allah bersaksi, begitu pula malaikat-malaikat dan orang-orang berilmu, bahwa tidak ada tuhan selain Dia, yang menegakkan keadilan. Tidak ada tuhan selain Dia, yang digdaya lagi penuh hikmah.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِshahida llaahu annahu laa ilaaha illaa huwa wa-l-malaa'ikatu wa-uluu l-ilmi qaa'iman bi-l-qistiAllah bersaksi, begitu pula malaikat-malaikat dan orang-orang berilmu, bahwa tidak ada tuhan selain Dia, yang menegakkan keadilan
- لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُlaa ilaaha illaa huwa l-aziizu l-hakiimutidak ada tuhan selain Dia, yang digdaya lagi penuh hikmah
Catatan pilihan kata (ringkas)
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain: sebutan perkasa diterjemahkan 'Sang Digdaya' (takrif corpus); pasangan formula (hakiim/'aliim/hamiid dst.) belum dibedah, rendering terjemahan lain-nya dipertahankan sementara. Konvensi zz: al-'Aziiz TAKRIF diterjemahkan 'Sang Digdaya' (KBBI: 'tidak terkalahkan'), indefinit diterjemahkan 'digdaya' (tanpa Maha), izzah diterjemahkan 'kedigdayaan' (satu kata, uji ayat argumen 35:10, 4:139, 10:65, 63:8), gelar Mesir diterjemahkan 'al-'Aziiz'. Pembeda in-formula: qawiyyun aziiz 7× (≠'kuat'), aziizin muqtadir 54:42 (≠'kuasa'), al-'aziiz al-jabbaar 59:23. Cabang alaa: 9:128 'berat terasa', 14:20/35:17 'tidak sulit'. Antonim internal: izz⟷dhull (3:26, 63:8, 27:34). Lih.. Glos ilahi (Zajjaaj, 2032): al-'Aziiz = 'He who resists, or withstands, so that NOTHING OVERCOMES HIM'; jg 'The Incomparable'. Gelar raja Mesir (2032): 'a surname; like Qaysar'.
Aplikasi
Kesaksian bertingkat tentang keesaan Allah, dari Allah sendiri, malaikat, hingga 'orang berilmu', menempatkan kaum terpelajar dalam posisi istimewa sebagai saksi kebenaran. Konkretnya: memiliki pengetahuan/keilmuan membawa tanggung jawab tambahan untuk menjadi saksi kebenaran dan keadilan di masyarakat, ilmu bukan sekadar pencapaian personal, tapi amanah kesaksian publik.