فَإِنْ حَاجُّوكَ فَقُلْ أَسْلَمْتُ وَجْهِيَ لِلَّهِ وَمَنِ اتَّبَعَنِ ۗ وَقُلْ لِلَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ وَالْأُمِّيِّينَ أَأَسْلَمْتُمْ ۚ فَإِنْ أَسْلَمُوا فَقَدِ اهْتَدَوْا ۖ وَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّمَا عَلَيْكَ الْبَلَاغُ ۗ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِالْعِبَادِ

Maka jika mereka membantahmu, katakanlah, “Aku berserah diri kepada Allah, begitu pula orang yang mengikutiku.” Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Kitab dan kaum ummi, “Sudahkah kalian berserah diri?” Maka jika mereka berserah diri, sungguh mereka telah mendapat petunjuk. Dan jika mereka berpaling, maka sesungguhnya kewajibanmu hanyalah menyampaikan. Dan Allah melihat hamba-hamba-Nya.

Terjemahan bertahap (5 jeda)

  1. فَإِنْ حَاجُّوكَ فَقُلْ أَسْلَمْتُ وَجْهِيَ لِلَّهِ وَمَنِ اتَّبَعَنِfa-in haajjuuka fa-qul aslamtu wajhiya li-llaahi wa-mani ttaba'animaka jika mereka membantahmu, katakanlah, aku berserah diri kepada Allah, begitu pula orang yang mengikutiku
  2. وَقُلْ لِلَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ وَالْأُمِّيِّينَ أَأَسْلَمْتُمْwa-qul li-lladziina uutuu l-kitaaba wa-l-ummiyyiina a-aslamtumdan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Kitab dan kaum ummi, sudahkah kalian berserah diri
  3. فَإِنْ أَسْلَمُوا فَقَدِ اهْتَدَوْاfa-in aslamuu fa-qadi htadawmaka jika mereka berserah diri, sungguh mereka telah mendapat petunjuk
  4. وَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّمَا عَلَيْكَ الْبَلَاغُwa-in tawallaw fa-innamaa 'alayka l-balaaghudan jika mereka berpaling, maka sesungguhnya kewajibanmu hanyalah menyampaikan
  5. وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِالْعِبَادِwa-llaahu bashiirun bi-l-'ibaadidan Allah melihat hamba-hamba-Nya

Terjemahan per kata (26 kata)

  1. فَإِنْfa-inmaka jika
  2. حَاجُّوكَhaajjuukamereka membantahmu
  3. فَقُلْfa-qulmaka katakanlah
  4. أَسْلَمْتُaslamtuaku berserah diri
  5. وَجْهِيَwajhiyawajahku
  6. لِلَّهِli-llaahibagi Allah
  7. وَمَنِwa-manidan siapa
  8. اتَّبَعَنِttaba'animengikutiku
  9. وَقُلْwa-quldan katakanlah
  10. لِلَّذِينَli-lladziinabagi orang-orang yang
  11. أُوتُواuutuudiberi
  12. الْكِتَابَl-kitaabaKitab
  13. وَالْأُمِّيِّينَwa-l-ummiyyiinadan orang-orang ummi
  14. أَأَسْلَمْتُمْa-aslamtumapakah kalian berserah diri
  15. فَإِنْfa-inmaka jika
  16. أَسْلَمُواaslamuumereka berserah diri
  17. فَقَدِfa-qadimaka sungguh
  18. اهْتَدَوْاhtadawmereka mendapat petunjuk
  19. وَإِنْwa-indan jika
  20. تَوَلَّوْاtawallawmereka berpaling
  21. فَإِنَّمَاfa-innamaamaka sesungguhnya hanyalah
  22. عَلَيْكَ'alaykaatasmu
  23. الْبَلَاغُl-balaaghupenyampaian
  24. وَاللَّهُwa-llaahudan Allah
  25. بَصِيرٌbashiirunmelihat
  26. بِالْعِبَادِbi-l-'ibaadipada para hamba

Inti bacaan

Ketika berhadapan dengan perdebatan, responsnya sederhana: menyatakan sikap sendiri ('aku berserah diri kepada Allah') tanpa memaksa, lalu 'kewajibanmu hanyalah menyampaikan', jika ditolak, bukan tanggung jawab penyampai. Konkretnya: dalam perdebatan keyakinan yang tak kunjung usai, ada saatnya cukup menyatakan posisi dengan jelas dan melepaskan hasil, memaksakan penerimaan bukan tugas yang dibebankan, sekadar penyampaian yang jujur.

Tafsiran

Ayat ini mengajarkan respons terhadap perdebatan: menyatakan penyerahan diri kepada Allah secara pribadi, lalu menantang baik Ahlulkitab maupun yang belum berkitab untuk turut berserah diri, jika mereka menerima, mereka mendapat petunjuk; jika menolak, tugas Rasul hanya menyampaikan, bukan memaksa.

Renungan dan Hikmah

  • Allah memerintahkan menjawab bantahan mereka dengan: aku berserah diri kepada Allah. Bukan dengan balasan bantahan. Perdebatan diakhiri dengan menyatakan posisi, bukan dengan memenangkan giliran.
  • Sesudah menyatakan diri, Allah menyuruh bertanya: sudahkah kalian berserah diri. Ajakannya berbentuk pertanyaan. Yang menyerukan sesuatu lebih dahulu memperlihatkannya pada dirinya sendiri.
  • Allah membatasi tugas itu pada menyampaikan, dan menutup dengan menyebut diri-Nya melihat hamba-hamba-Nya. Hasilnya bukan bagiannya. Beban seorang penyeru berhenti persis di tempat kewenangannya berhenti.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain menerjemahkan s-l-m di sini via 'Islam'. terjemahan ini menyeragamkan DALAM cabang keberserahan; sisi-keadaan (salaam/saliim) = 'keselamatan/damai', TIDAK diseragamkan lintas cabang. Rollout cabang keberserahan akar s-l-m. 'muslim' diterjemahkan 'orang yang berserah diri' meng-universalkan istilah (bdk QS 3:83: seluruh ciptaan 'aslama'), konsisten dgn sikap keberserahan=orientasi hati, bukan keanggotaan institusi (FDI_FRAMEWORK_DIIN). Diverifikasi corpus Leeds (127 ayat slm; cabang keberserahan 66). Konvensi terjemahan ini: islaam diterjemahkan 'keberserahan(-diri)', aslama diterjemahkan 'berserah diri', muslim diterjemahkan 'orang yang berserah diri'.