فَكَيْفَ إِذَا جَمَعْنَاهُمْ لِيَوْمٍ لَا رَيْبَ فِيهِ وَوُفِّيَتْ كُلُّ نَفْسٍ مَا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

Maka bagaimana jika Kami menghimpun mereka pada suatu hari yang tidak ada keraguan padanya, dan disempurnakan bagi setiap diri apa yang telah ia usahakan, sedang mereka tidak dizalimi?

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. فَكَيْفَ إِذَا جَمَعْنَاهُمْ لِيَوْمٍ لَا رَيْبَ فِيهِ وَوُفِّيَتْ كُلُّ نَفْسٍ مَا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَfa-kayfa idzaa jama'naahum li-yawmin laa rayba fiihi wa-wuffiyat kullu nafsin maa kasabat wa-hum laa yuzhlamuunamaka bagaimana jika Kami menghimpun mereka pada suatu hari yang tidak ada keraguan padanya, dan disempurnakan bagi setiap diri apa yang telah ia usahakan, sedang mereka tidak dizalimi
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar k-y-f, j-m-', y-w-m, r-y-b, w-f-y, k-l-l, n-f-s, k-s-b, zh-l-m): wuffiyat diterjemahkan 'disempurnakan balasan'. Selaras.

Aplikasi

Pertanyaan retoris 'bagaimana jika Kami himpun mereka' menekankan skala hari akuntabilitas, bukan sekadar konsep abstrak, tapi peristiwa nyata yang layak direnungkan dampaknya sekarang. Konkretnya: membayangkan secara konkret momen pertanggungjawaban akhir (bukan hanya mengetahuinya secara teoretis) bisa menjadi latihan reflektif yang mengubah cara memandang pilihan hari ini.