تُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَتُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ ۖ وَتُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ ۖ وَتَرْزُقُ مَنْ تَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ

Engkau memasukkan malam ke dalam siang, dan Engkau memasukkan siang ke dalam malam; dan Engkau mengeluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau mengeluarkan yang mati dari yang hidup; dan Engkau memberi rezeki kepada siapa yang Engkau kehendaki tanpa perhitungan.”

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. تُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَتُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِtuuliju l-layla fii n-nahaari wa-tuuliju n-nahaara fii l-layliEngkau memasukkan malam ke dalam siang, dan Engkau memasukkan siang ke dalam malam
  2. وَتُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّwa-tukhriju l-hayya mina l-mayyiti wa-tukhriju l-mayyita mina l-hayyidan Engkau mengeluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau mengeluarkan yang mati dari yang hidup
  3. وَتَرْزُقُ مَنْ تَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍwa-tarzuqu man tasyaa'u bi-ghayri hisaabindan Engkau memberi rezeki kepada siapa yang Engkau kehendaki tanpa perhitungan

Terjemahan per kata (21 kata)

  1. تُولِجُtuulijuEngkau memasukkan
  2. اللَّيْلَl-laylamalam
  3. فِيfiike dalam
  4. النَّهَارِn-nahaarisiang
  5. وَتُولِجُwa-tuulijudan Engkau memasukkan
  6. النَّهَارَn-nahaarasiang
  7. فِيfiike dalam
  8. اللَّيْلِl-laylimalam
  9. وَتُخْرِجُwa-tukhrijudan Engkau mengeluarkan
  10. الْحَيَّl-hayyayang hidup
  11. مِنَminadari
  12. الْمَيِّتِl-mayyitiyang mati
  13. وَتُخْرِجُwa-tukhrijudan Engkau mengeluarkan
  14. الْمَيِّتَl-mayyitayang mati
  15. مِنَminadari
  16. الْحَيِّl-hayyiyang hidup
  17. وَتَرْزُقُwa-tarzuqudan Engkau memberi rezeki
  18. مَنْmanorang yang
  19. تَشَاءُtasyaa'uEngkau kehendaki
  20. بِغَيْرِbi-ghayritanpa
  21. حِسَابٍhisaabinperhitungan

Inti bacaan

Siklus 'memasukkan malam ke siang, siang ke malam' dan 'mengeluarkan yang hidup dari yang mati, yang mati dari yang hidup' menggambarkan pola transformasi konstan di alam, perubahan bukan anomali, melainkan hukum yang berjalan terus-menerus. Konkretnya: kesadaran akan siklus transformasi alami ini bisa menjadi kerangka menerima perubahan dalam hidup sendiri (kebangkitan dari keterpurukan, atau sebaliknya kejatuhan dari puncak) sebagai pola yang wajar, bukan pengecualian yang harus ditakuti.

Tafsiran

Ayat ini menutup doa dengan penegasan kekuasaan Allah atas siklus siang-malam, hidup-mati, dan pemberian rezeki tanpa batas kepada siapa yang Dia kehendaki.

Renungan dan Hikmah

  • Allah merekam doa itu menyebut memasukkan malam ke siang dan sebaliknya, mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan sebaliknya. Dua pasang. Yang berlawanan disebut sebagai pekerjaan satu tangan.
  • Pasangan pertama tentang waktu, yang kedua tentang kehidupan. Naik tingkat. Yang bisa disaksikan tiap hari dipakai sebagai tangga menuju yang tak bisa.
  • Penutupnya menyebut Dia memberi rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki tanpa perhitungan. Sesudah dua pasang yang teratur. Yang paling teratur disandingkan dengan yang paling tak terhitung.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar w-l-j, l-y-l, n-h-r, kh-r-j, h-y-y, m-w-t, r-z-q, sh-y-a, gh-y-r, h-s-b): tuuliju diterjemahkan 'memasukkan'. Selaras.