لَا يَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ ۖ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ فَلَيْسَ مِنَ اللَّهِ فِي شَيْءٍ إِلَّا أَنْ تَتَّقُوا مِنْهُمْ تُقَاةً ۗ وَيُحَذِّرُكُمُ اللَّهُ نَفْسَهُ ۗ وَإِلَى اللَّهِ الْمَصِيرُ
Janganlah orang-orang beriman menjadikan orang-orang kafir sebagai pelindung, bukan orang-orang beriman; dan siapa yang berbuat demikian, maka ia tidak ada hubungan apa pun dengan Allah, kecuali untuk menjaga diri dari mereka sebagai kewaspadaan. Dan Allah memperingatkan kalian akan diri-Nya; dan kepada Allah tempat kembali.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- لَا يَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَlaa yattakhidzi l-mu'minuuna l-kaafiriina awliyaa'a min duuni l-mu'miniinajanganlah orang-orang beriman menjadikan orang-orang kafir sebagai pelindung, bukan orang-orang beriman
- وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ فَلَيْسَ مِنَ اللَّهِ فِي شَيْءٍ إِلَّا أَنْ تَتَّقُوا مِنْهُمْ تُقَاةًwa-man yaf'al dzaalika falaysa mina llaahi fii shay'in illaa an tattaquu minhum tuqaatandan siapa yang berbuat demikian, maka ia tidak ada hubungan apa pun dengan Allah, kecuali untuk menjaga diri dari mereka sebagai kewaspadaan
- وَيُحَذِّرُكُمُ اللَّهُ نَفْسَهُwa-yuhadzdzirukumu llaahu nafsahudan Allah memperingatkan kalian akan diri-Nya
- وَإِلَى اللَّهِ الْمَصِيرُwa-ilaa llaahi l-masiirudan kepada Allah tempat kembali
Catatan pilihan kata (ringkas)
(akar a-kh-dz, a-m-n, k-f-r, w-l-y, d-w-n, f-'-l, l-y-s, a-l-h, sh-y-a, w-q-y, h-dz-r, n-f-s, s-y-r): awliyaa' diterjemahkan 'pelindung' (terjemahan lain 'wali'); tuqaah diterjemahkan 'kewaspadaan'; yuhadhdhirukum nafsah diterjemahkan 'memperingatkan akan diri-Nya' ( gloss '(siksa-Nya)' dibuang). kaafir diterjemahkan 'ingkar'.
Aplikasi
Larangan menjadikan yang ingkar sebagai 'pelindung' disertai pengecualian eksplisit: 'kecuali untuk menjaga diri sebagai kewaspadaan', prinsip yang tegas tetap memberi ruang pragmatis untuk keselamatan dalam situasi tertekan. Konkretnya: menjaga prinsip dan batasan tidak berarti kaku tanpa mempertimbangkan konteks keselamatan, ada ruang untuk strategi bertahan yang bijak tanpa mengkhianati nilai inti, dibedakan dari kompromi yang mengorbankan prinsip demi kenyamanan.