ذُرِّيَّةً بَعْضُهَا مِنْ بَعْضٍ ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Keturunan, sebagiannya dari sebagian yang lain. Allah mendengar lagi berilmu.

Terjemahan bertahap (9 jeda)

  1. ذُرِّيَّةًdzurriyyatanketurunan
  2. بَعْضُba'dhusebagian
  3. هَا-haa-nya
  4. مِنْmindari
  5. بَعْضٍba'dhinsebagian yang lain
  6. وَwa-dan
  7. اللَّهُAllaahuAllah
  8. سَمِيعٌsamii'unmendengar
  9. عَلِيمٌ'aliimunberilmu

Terjemahan per kata (7 kata)

  1. ذُرِّيَّةًdzurriyyatanketurunan
  2. بَعْضُهَاba'dhuhaasebagiannya
  3. مِنْmindari
  4. بَعْضٍba'dhinsebagian
  5. وَاللَّهُwa-llaahudan Allah
  6. سَمِيعٌsamii'unmendengar
  7. عَلِيمٌ'aliimunberilmu

Inti bacaan

Penegasan bahwa keturunan-keturunan pilihan ini 'sebagiannya dari sebagian yang lain' menunjukkan garis kesinambungan, warisan nilai yang diturunkan generasi ke generasi, bukan muncul dari ketiadaan. Konkretnya: nilai-nilai baik yang dijalani hari ini sering merupakan warisan dari usaha generasi sebelumnya, penghormatan pada silsilah nilai ini mendorong tanggung jawab meneruskannya ke generasi berikutnya.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini secara tata bahasa menyambung dari ayat sebelumnya: kata 'keturunan' berbentuk akusatif, bukan kalimat baru yang berdiri sendiri. Tokoh-tokoh yang disebut sebelumnya digambarkan sebagai satu garis yang saling terhubung, bukan tokoh-tokoh terpisah. 'Mendengar' dan 'berilmu' dipertahankan dalam bentuk tak-bertakrif tanpa kata 'Maha', mengikuti pemakaian yang konsisten pada seluruh kemunculan kata sifat serupa untuk Allah di Al-Qur'an.

Tafsiran

Sebagai kelanjutan gramatikal dari 3:33, ayat ini menegaskan bahwa figur-figur yang disebut bukan sekadar daftar nama, melainkan satu garis keturunan yang saling bertaut: sebagian berasal dari sebagian yang lain. Ini menyiapkan logika silsilah bagi kisah yang menyusul: Maryam adalah putri Imran, dan seluruh rangkaian peristiwa berikutnya terjadi dalam jalinan keluarga yang sama, bukan kebetulan yang terpisah-pisah.

Renungan dan Hikmah

  • Penegasan 'sebagian dari sebagian yang lain' berfungsi sebagai jembatan silsilah menuju kisah Maryam, Zakaria, dan Yahya; mengingatkan bahwa tokoh-tokoh luar biasa ini tetap tersambung ke garis keturunan manusia biasa, bukan muncul terlepas dari sejarah.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

sebutan pasangan yang belum dibedah dipertahankan sementara. Konvensi lm-C1: aliim diterjemahkan 'berilmu' (SATU terjemahan Allah+manusia; takrif diterjemahkan 'Sang Berilmu', indefinit kecil tanpa Maha; berobjek diterjemahkan 'berilmu akan X'); allaam diterjemahkan 'berilmu akan segala yang gaib'; aalim+objek diterjemahkan 'yang mengetahui yang gaib' (lema beda, bukan pembelahan). Bandingkan: penyihir Fir'aun aliim 5×; 12:76. allaam = intensif ganda ('utmost degree'); ilm = pengetahuan (kata serapan 'ilmu').