إِذْ قَالَتِ امْرَأَتُ عِمْرَانَ رَبِّ إِنِّي نَذَرْتُ لَكَ مَا فِي بَطْنِي مُحَرَّرًا فَتَقَبَّلْ مِنِّي ۖ إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Ketika istri Imran berkata, "Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada-Mu apa yang ada di dalam kandunganku, dibaktikan. Maka, terimalah dariku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Mendengar lagi Sang Berilmu."

Terjemahan bertahap (24 jeda)

  1. إِذْidzketika
  2. قَالَتِqaalatiberkata
  3. امْرَأَتُimra'atuistri
  4. عِمْرَانَ'ImraanaImran
  5. رَبِّrabbiTuhanku
  6. إِنِّinniisesungguhnya
  7. ي-iiaku
  8. نَذَرْتُnadzartubernazar
  9. لَla-kepada
  10. كَ-ka-Mu
  11. مَاmaaapa yang
  12. فِيfiidi
  13. بَطْنِيbathniikandunganku
  14. مُحَرَّرًاmuharrarandibaktikan
  15. فَfa-maka
  16. تَقَبَّلْtaqabbalterimalah
  17. مِنِّيminniidariku
  18. إِنَّinnasesungguhnya
  19. كَ-kaEngkau
  20. أَنْتَantaEngkau
  21. الal-
  22. سَّمِيعُsamii'uYang Mendengar
  23. الْal-
  24. عَلِيمُ'aliimuSang Berilmu

Terjemahan per kata (18 kata)

  1. إِذْidzketika
  2. قَالَتِqaalatiberkata
  3. امْرَأَتُimra'atuistri
  4. عِمْرَانَ'ImraanaImran
  5. رَبِّrabbiTuhan
  6. إِنِّيinniisesungguhnya aku
  7. نَذَرْتُnadzartuaku menazarkan
  8. لَكَlakakepada-Mu
  9. مَاmaaapa yang
  10. فِيfiidalam
  11. بَطْنِيbathniiperutku
  12. مُحَرَّرًاmuharraranyang dibebaskan
  13. فَتَقَبَّلْfa-taqabbalmaka terimalah
  14. مِنِّيminniidariku
  15. إِنَّكَinnakasesungguhnya Engkau
  16. أَنْتَantaEngkau
  17. السَّمِيعُs-samii'uYang Mendengar
  18. الْعَلِيمُl-'aliimuSang Berilmu

Inti bacaan

Nazar istri Imran ('apa yang di kandunganku murni untuk-Mu') menunjukkan kesediaan mempersembahkan yang paling berharga (anak yang dikandung) untuk tujuan yang lebih besar, pengorbanan yang direncanakan bahkan sebelum hasil (jenis kelamin anak) diketahui. Konkretnya: komitmen pada tujuan besar terkadang perlu dibuat sebelum mengetahui semua detail hasilnya, kesediaan untuk mempersembahkan yang berharga tanpa syarat penuh adalah bentuk kepercayaan yang mendalam.

Penjelasan pilihan kata

Kata yang diterjemahkan 'dibaktikan' berasal dari akar yang secara khusus bermakna menyerahkan seorang anak untuk peribadatan dan pengabdian sepanjang hidupnya, sehingga ia tak lagi bisa menariknya kembali selama masih memegang keyakinannya, bukan sekadar 'murni' atau 'suci' secara umum, melainkan penyerahan-untuk-pengabdian yang mengikat. Nazar ini diucapkan sebelum diketahui jenis kelamin anak yang dikandung.

Tafsiran

Istri Imran menazarkan kandungannya untuk pengabdian sebelum dia tahu apakah anaknya laki-laki atau perempuan: komitmennya tidak bersyarat pada hasil tertentu. Permohonannya ditutup dengan menegaskan bahwa Tuhan Yang Mendengar dan Berilmu, mengisyaratkan keyakinan bahwa nazar itu didengar dan dipahami sepenuhnya, terlepas dari apa yang akan lahir.

Renungan dan Hikmah

  • Nazar yang diucapkan sebelum hasil diketahui, bukan sesudahnya, ketika sudah bisa dipastikan sesuai harapan; adalah bentuk komitmen yang tak bergantung pada jaminan hasil yang diinginkan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

sebutan pasangan yang belum dibedah dipertahankan sementara. Konvensi lm-C1: aliim diterjemahkan 'berilmu' (SATU terjemahan Allah+manusia; takrif diterjemahkan 'Sang Berilmu', indefinit kecil tanpa Maha; berobjek diterjemahkan 'berilmu akan X'); allaam diterjemahkan 'berilmu akan segala yang gaib'; aalim+objek diterjemahkan 'yang mengetahui yang gaib' (lema beda, bukan pembelahan). Bandingkan: penyihir Fir'aun aliim 5×; 12:76. allaam = intensif ganda ('utmost degree'); ilm = pengetahuan (kata serapan 'ilmu').