Ayat 3:38

هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهُ ۖ قَالَ رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۖ إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ

Di sanalah Zakaria berdoa kepada Tuhannya. Dia berkata, "Wahai Tuhanku, karuniakanlah kepadaku keturunan yang baik dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Yang Mendengar doa."

Terjemahan bertahap (20 jeda)

  1. هُنَالِكَhunaalikadi sanalah
  2. دَعَاda'aaberdoa
  3. زَكَرِيَّاZakariyyaaZakaria
  4. رَبَّrabbaTuhan
  5. هُ-hu-nya
  6. قَالَqaalaia berkata
  7. رَبِّrabbiTuhanku
  8. هَبْhabkaruniakanlah
  9. لِli-kepada
  10. ي-ii-ku
  11. مِنْmindari
  12. لَدُنْladun-sisi
  13. كَ-ka-Mu
  14. ذُرِّيَّةًdzurriyyatanketurunan
  15. طَيِّبَةًthayyibatanyang baik
  16. إِنَّinnasesungguhnya
  17. كَ-kaEngkau
  18. سَمِيعُsamii'uYang Mendengar
  19. الad-
  20. دُّعَاءِdu'aa'idoa

Terjemahan per kata (15 kata)

  1. هُنَالِكَhunaalikadi sanalah
  2. دَعَاda'aaberdoa
  3. زَكَرِيَّاZakariyyaaZakaria
  4. رَبَّهُrabbahuTuhannya
  5. قَالَqaalaberkata
  6. رَبِّrabbiTuhan
  7. هَبْhabanugerahkanlah
  8. لِيliikepadaku
  9. مِنْmindari
  10. لَدُنْكَladunkasisi-Mu
  11. ذُرِّيَّةًdzurriyyatanketurunan
  12. طَيِّبَةًthayyibatanyang baik
  13. إِنَّكَinnakasesungguhnya Engkau
  14. سَمِيعُsamii'uMaha Mendengar
  15. الدُّعَاءِad-du'aa'idoa

Inti bacaan

Doa Zakaria untuk 'keturunan yang baik' (bukan sekadar keturunan) menunjukkan bahwa permintaan yang matang mempertimbangkan kualitas, bukan hanya kuantitas atau pemenuhan keinginan dasar. Konkretnya: dalam berdoa/berharap untuk sesuatu (keturunan, karier, hubungan), mempertimbangkan kualitas dan dampak jangka panjang (bukan sekadar terpenuhinya keinginan) adalah cara berdoa yang lebih matang.

Penjelasan pilihan kata

Kata 'di sanalah' merujuk pada lokasi dan momen yang baru saja disebut sebelumnya: mihrab tempat Zakaria menyaksikan penyediaan bagi Maryam. Penanda tempat ini menghubungkan langsung apa yang dia saksikan dengan apa yang kemudian dia mohonkan.

Tafsiran

Kata 'di sanalah' (bukan sekadar 'kemudian') menautkan doa Zakaria langsung pada apa yang baru dia saksikan pada ayat sebelumnya: penyediaan tak terduga bagi Maryam. Doanya bergerak dari menyaksikan providensi bagi orang lain menuju memohonkan providensi serupa bagi dirinya sendiri: dari pengamat menjadi pemohon.

Renungan dan Hikmah

  • Menyaksikan kebaikan tak terduga yang dialami orang lain menjadi pemicu langsung bagi permohonan sendiri, bukan sekadar informasi yang lewat begitu saja, kesaksian atas providensi orang lain bisa menjadi alasan sah untuk memperbarui harapan yang sudah lama dipendam.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

sebutan diterjemahkan 'mendengar' per takrif corpus; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y.

Ayat 3:39

فَنَادَتْهُ الْمَلَائِكَةُ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي فِي الْمِحْرَابِ أَنَّ اللَّهَ يُبَشِّرُكَ بِيَحْيَىٰ مُصَدِّقًا بِكَلِمَةٍ مِنَ اللَّهِ وَسَيِّدًا وَحَصُورًا وَنَبِيًّا مِنَ الصَّالِحِينَ

Lalu para malaikat memanggilnya ketika dia sedang berdiri bersalat di mihrab, "Allah menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan Yahya, yang membenarkan suatu kalimat dari Allah, seorang panutan, seorang yang menahan diri, dan seorang nabi di antara orang-orang saleh."

Terjemahan bertahap (32 jeda)

  1. فَfa-lalu
  2. نَادَتْnaadatmemanggil
  3. هُ-hu-nya
  4. الْal-
  5. مَلَائِكَةُmalaa'ikatumalaikat-malaikat
  6. وَwa-sedangkan
  7. هُوَhuwadia
  8. قَائِمٌqaa'imunberdiri
  9. يُصَلِّيyushalliibersalat
  10. فِيfiidi
  11. الْal-
  12. مِحْرَابِmihraabmihrab
  13. أَنَّannabahwa
  14. اللَّهَAllaahaAllah
  15. يُبَشِّرُyubasysyirumemberi kabar gembira
  16. كَ-ka-kepadamu
  17. بِbi-dengan
  18. يَحْيَىٰYahyaaYahya
  19. مُصَدِّقًاmushaddiqanyang membenarkan
  20. بِbi-dengan
  21. كَلِمَةٍkalimatinsuatu kalimat
  22. مِنَmindari
  23. اللَّهِAllaahiAllah
  24. وَwa-dan
  25. سَيِّدًاsayyidanseorang panutan
  26. وَwa-dan
  27. حَصُورًاhashuuranseorang yang menahan diri
  28. وَwa-dan
  29. نَبِيًّاnabiyyanseorang nabi
  30. مِنَmindi antara
  31. الas-
  32. صَّالِحِينَsaalihiinorang-orang saleh

Terjemahan per kata (20 kata)

  1. فَنَادَتْهُfa-naadathumaka menyerunya
  2. الْمَلَائِكَةُl-malaa'ikatupara malaikat
  3. وَهُوَwa-huwasedang ia
  4. قَائِمٌqaa'imunyang tegak
  5. يُصَلِّيyushalliisalat
  6. فِيfiidi
  7. الْمِحْرَابِl-mihraabimihrab
  8. أَنَّannabahwa
  9. اللَّهَllaahaAllah
  10. يُبَشِّرُكَyubasysyirukamemberimu kabar gembira
  11. بِيَحْيَىٰbi-Yahyaadengan Yahya
  12. مُصَدِّقًاmushaddiqanyang membenarkan
  13. بِكَلِمَةٍbi-kalimatindengan kalimat
  14. مِنَminadari
  15. اللَّهِllaahiAllah
  16. وَسَيِّدًاwa-sayyidandan pemimpin
  17. وَحَصُورًاwa-hashuurandan menahan diri
  18. وَنَبِيًّاwa-nabiyyandan seorang nabi
  19. مِنَminadari
  20. الصَّالِحِينَsh-shaalihiinaorang-orang saleh

Inti bacaan

Yahya diberi sifat 'menahan diri (dari hawa nafsu)' sebagai bagian dari karakter kenabiannya, pengendalian diri disebut eksplisit sebagai kualitas terpuji yang layak diteladani, bukan kekurangan. Konkretnya: kemampuan menahan diri dari dorongan hawa nafsu (bukan menyerah pada setiap keinginan) adalah kekuatan karakter yang dihormati, sebuah kontra-narasi terhadap budaya yang kadang mengagungkan pemuasan diri tanpa batas.

Penjelasan pilihan kata

Bentuk kata untuk 'malaikat' dalam ayat ini adalah jamak, tanpa penunjuk ke sosok tertentu. Kata kerja untuk aktivitas Zakaria dipertahankan sebagai 'bersalat': istilah yang dipakai konsisten pada setiap kemunculan akar kata yang sama di seluruh Al-Qur'an, mengacu pada komitmen terarah, bukan satu bentuk ritual baku. Kata sifat yang diterjemahkan 'menahan diri' secara historis dipahami sebagai pantang dari hubungan dengan lawan jenis, tetapi dalam ayat ini kata itu berdiri sendiri tanpa objek yang disebutkan, sehingga diterjemahkan tanpa objek pula.

Tafsiran

Ayat sebelumnya (3:37) menyebutkan Zakaria diserahi pemeliharaan Maryam, dan setiap kali dia masuk menemuinya, itu terjadi di mihrab yang sama. 'Setiap kali' menandai ini sebagai rutinitas pos tugas, bukan kunjungan sesekali. Ketika ayat ini menyebut Zakaria 'berdiri bersalat di mihrab', lokasi dan konteksnya identik dengan pos itu: komitmennya yang terarah terwujud konkret sebagai kesetiaan menjalankan amanah menjaga Maryam, bukan aktivitas terpisah yang kebetulan berlangsung di tempat yang sama. Penyebutan Yahya sebagai 'membenarkan suatu kalimat dari Allah' juga menautkan kisah ini ke pengumuman kelahiran Isa yang menyusul beberapa ayat kemudian (3:45): dua kelahiran luar biasa, sama-sama diumumkan malaikat, sama-sama menembus batas kewajaran biologis.

Renungan dan Hikmah

  • Bila 'salat' di ayat ini dipahami sebagai ritual formal dengan syarat baku sebagaimana dirumuskan di kemudian hari, adegan malaikat memanggil dan langsung berbicara kepada Zakaria di tengah aktivitas itu menjadi janggal, bertentangan dengan tuntutan ritual yang mengandaikan kondisi tertutup, tak terinterupsi. Kejanggalan itu bukan sesuatu yang perlu dijelaskan agar cocok; ia justru gejala bahwa definisi yang diproyeksikan ke belakang ke teks inilah yang keliru, bukan narasinya.
  • Membaca salat Zakaria sebagai kelanjutan pos-penjagaannya atas Maryam membuat adegan ini koheren tanpa perlu penjelasan tambahan: dia dipanggil justru karena sedang berada di posnya, bukan diinterupsi dari sesuatu yang seharusnya kedap gangguan.
  • Dua dari empat sifat yang disebutkan untuk Yahya tak pernah dipakai untuk siapa pun lagi di seluruh Quran: سَيِّدًا dan حَصُورًا. Yang kedua itu menandai orang yang menahan diri, dan letaknya patut diperhatikan, ia berdiri di antara “panutan” dan “nabi”, jadi ia disusun sebagai bagian dari deretan pujian, bukan sebagai catatan kaki atasnya. Kabar gembira yang disampaikan di sini menyebut empat hal, dan separuhnya kata yang tak terpakai lagi.
  • Anggapan bahwa waktu mengurus orang yang bergantung pada kita, anak, orang tua yang sakit, siapa pun yang diasuh; adalah waktu yang tersita dari pengabdian yang lebih 'sesungguhnya' bertentangan dengan pola ayat ini. Kesetiaan menjaga bukan pengalih perhatian dari komitmen yang terarah itu; ia wujud konkretnya. Keduanya bukan dua ranah terpisah yang bersaing memperebutkan waktu yang sama, sebagaimana salat Zakaria di mihrab bukan jeda dari tugas menjaga Maryam, melainkan tugas itu sendiri.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

gloss identifikasi “(Jibril)” MENYEMPITKAN jamak Arab ke satu malaikat. terjemahan ini: “malaikat memanggilnya” tanpa identifikasi, teks dibiarkan berbicara. Selebihnya selaras (terjemahan lain di ayat ini sudah 'melaksanakan salat'). Bagian dari kajian menyeluruh akar s-l-w (99 kemunculan), lih. entri '33:56' utk analisis lengkap prinsip konsistensi leksikal yg diterapkan. ' yusallii (akar s-l-w, verba) diterjemahkan 'melaksanakan salat'. fa-naadat-hu l-malaa'ikatu = JAMAK ('para malaikat memanggilnya'), bentuknya jamak walau rujukan tradisional Jibril. qaa'imun yusallii fii l-mihraab = 'berdiri salat di mihrab' (mihraab dipertahankan, kata serapan).

Ayat 3:40

قَالَ رَبِّ أَنَّىٰ يَكُونُ لِي غُلَامٌ وَقَدْ بَلَغَنِيَ الْكِبَرُ وَامْرَأَتِي عَاقِرٌ ۖ قَالَ كَذَٰلِكَ اللَّهُ يَفْعَلُ مَا يَشَاءُ

Dia berkata, "Wahai Tuhanku, bagaimana aku bisa mendapat anak, sedangkan aku sudah sangat tua dan istriku pun mandul?" Dia berfirman, "Demikianlah, Allah melakukan apa yang Dia kehendaki."

Terjemahan bertahap (23 jeda)

  1. قَالَqaalaia berkata
  2. رَبِّrabbiTuhanku
  3. أَنَّىٰannaabagaimana
  4. يَكُونُyakuunuakan ada
  5. لِli-bagi
  6. ي-ii-ku
  7. غُلَامٌghulaamunseorang anak
  8. وَwa-sedangkan
  9. قَدْqadsungguh
  10. بَلَغَbalaghatelah mencapai
  11. نِيَ-niya-ku
  12. الْal-
  13. كِبَرُkibaruusia tua
  14. وَwa-dan
  15. امْرَأَتِيimra'atiiistriku
  16. عَاقِرٌ'aaqirunmandul
  17. قَالَqaalaDia berfirman
  18. كَka-demikianlah
  19. ذَٰلِكَdzaalikademikianlah
  20. اللَّهُAllaahuAllah
  21. يَفْعَلُyaf'alumelakukan
  22. مَاmaaapa yang
  23. يَشَاءُyasyaa'uDia kehendaki

Terjemahan per kata (17 kata)

  1. قَالَqaalaberkata
  2. رَبِّrabbiTuhan
  3. أَنَّىٰannaabagaimana
  4. يَكُونُyakuunuadalah
  5. لِيliibagiku
  6. غُلَامٌghulaamunanak laki-laki
  7. وَقَدْwa-qadpadahal sungguh
  8. بَلَغَنِيَbalaghaniyasampai kepadaku
  9. الْكِبَرُal-kibaruusia tua
  10. وَامْرَأَتِيwa-imra'atiidan istriku
  11. عَاقِرٌ'aaqirunmandul
  12. قَالَqaalaberkata
  13. كَذَٰلِكَka-dzaalikademikianlah
  14. اللَّهُAllaahuAllah
  15. يَفْعَلُyaf'alumelakukan
  16. مَاmaaapa yang
  17. يَشَاءُyasyaa'uDia kehendaki

Inti bacaan

Keraguan Zakaria yang wajar ('bagaimana aku bisa mendapat anak, sedang aku sudah tua dan istriku mandul') direspons bukan dengan teguran, melainkan penjelasan sederhana: 'Allah melakukan apa yang Dia kehendaki', pertanyaan yang jujur atas keterbatasan logis tidak dianggap kurang iman. Konkretnya: mengajukan pertanyaan logis tentang bagaimana sesuatu yang tampak mustahil bisa terjadi bukan tanda kurang percaya, kesediaan bertanya sambil tetap terbuka pada jawaban yang melampaui logika biasa adalah sikap yang sehat.

Penjelasan pilihan kata

Pertanyaan Zakaria memakai kata tanya 'bagaimana', bukan pernyataan penolakan: ia menanyakan mekanismenya, bukan menyangkal kemungkinannya. Jawabannya juga bukan teguran, melainkan pernyataan singkat tentang kehendak yang tak terikat pada kondisi biasa (usia, kesuburan).

Tafsiran

Setelah menerima kabar gembira di ayat sebelumnya, respons pertama Zakaria adalah pertanyaan, bukan penerimaan langsung: ia mempertanyakan cara sesuatu yang mustahil secara biologis (usia lanjut, istri mandul) bisa terjadi. Jawaban yang diberikan tidak menjelaskan mekanismenya, hanya menegaskan bahwa kehendak yang dimaksud tidak tunduk pada batas-batas biasa.

Renungan dan Hikmah

  • Respons atas pertanyaan Zakaria bukan teguran atau tuduhan kurang percaya, melainkan penjelasan singkat dan langsung. Mempertanyakan bagaimana sesuatu bisa terjadi, bahkan kepada Tuhan sendiri, tidak diperlakukan sebagai bentuk pembangkangan di sini.
  • Zakaria menyampaikan keraguannya secara terbuka dan spesifik (usia, kondisi istrinya) alih-alih memendamnya atau berpura-pura tidak ragu, kejujuran mengenai keterbatasan yang dialami tidak digambarkan sebagai sesuatu yang harus disembunyikan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

keluarga kbr/Elw: sebutan per takrif corpus ('besar'/'tinggi'; Sang bila takrif); istakbara diterjemahkan 'menyombongkan diri' & ta'aalaa (doksologi) pemakaian diteruskan; per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi kbr/Elw: kabiir diterjemahkan 'besar' (takrif 'Sang Besar'), aliyy diterjemahkan 'tinggi' (takrif 'Sang Tinggi'); formula al-'aliyyu l-kabiir diterjemahkan 'Sang Tinggi lagi Sang Besar' (22:62 dst.), kini beda dari al-'aliyyu l-'azhiim 2:255 'Sang Tinggi lagi Sang Agung'. Registri ukuran: besar=kabiir, agung='azhiim, tinggi='aliyy, luhur=majiid, mulia=kariim, digdaya='aziiz. ta'aalaa/muta'aal & hukm = sub-putusan belum diputuskan. keluarga memuat 'leluhur terbesar, atau tertua' (cabang usia). aliyy (-l-w): tinggi/exalted; a'laa = elatif.

Ayat 3:41

قَالَ رَبِّ اجْعَلْ لِي آيَةً ۖ قَالَ آيَتُكَ أَلَّا تُكَلِّمَ النَّاسَ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ إِلَّا رَمْزًا ۗ وَاذْكُرْ رَبَّكَ كَثِيرًا وَسَبِّحْ بِالْعَشِيِّ وَالْإِبْكَارِ

Dia berkata, "Wahai Tuhanku, berilah aku suatu tanda." Allah berfirman, "Tandanya bagimu adalah engkau tidak berbicara dengan manusia selama tiga hari, kecuali dengan isyarat. Sebutlah Tuhanmu sebanyak-banyaknya dan bertasbihlah pada waktu petang dan pagi hari."

Terjemahan bertahap (30 jeda)

  1. قَالَqaalaia berkata
  2. رَبِّrabbiTuhanku
  3. اجْعَلْij'aljadikanlah
  4. لِli-bagi
  5. ي-ii-ku
  6. آيَةًaayatansuatu tanda
  7. قَالَqaalaDia berfirman
  8. آيَتُaayatutanda
  9. كَ-ka-mu
  10. أَلَّاallaabahwa tidak
  11. تُكَلِّمَtukallimaengkau berbicara
  12. النَّan-
  13. اسَnaasamanusia
  14. ثَلَاثَةَtsalaatsatatiga
  15. أَيَّامٍayyaaminhari
  16. إِلَّاillaakecuali
  17. رَمْزًاramzanisyarat
  18. وَwa-dan
  19. اذْكُرْudzkursebutlah
  20. رَبَّrabbaTuhan
  21. كَ-ka-mu
  22. كَثِيرًاkatsiiransebanyak-banyaknya
  23. وَwa-dan
  24. سَبِّحْsabbihbertasbihlah
  25. بِbi-pada
  26. الْal-
  27. عَشِيِّ'asyiyyiwaktu petang
  28. وَwa-dan
  29. الْal-
  30. إِبْكَارِibkaaripagi hari

Terjemahan per kata (20 kata)

  1. قَالَqaalaberkata
  2. رَبِّrabbiTuhan
  3. اجْعَلْij'aljadikanlah
  4. لِيliibagiku
  5. آيَةًaayatantanda
  6. قَالَqaalaberkata
  7. آيَتُكَaayatukatandamu
  8. أَلَّاallaabahwa tidak
  9. تُكَلِّمَtukallimaberbicara
  10. النَّاسَan-naasamanusia
  11. ثَلَاثَةَtsalaatsatatiga
  12. أَيَّامٍayyaaminhari
  13. إِلَّاillaakecuali
  14. رَمْزًاramzandengan isyarat
  15. وَاذْكُرْwa-dzkurdan sebutlah
  16. رَبَّكَrabbakaTuhanmu
  17. كَثِيرًاkatsiiranbanyak
  18. وَسَبِّحْwa-sabbihdan bertasbihlah
  19. بِالْعَشِيِّbi-l-'asyiyyipada petang hari
  20. وَالْإِبْكَارِwa-l-ibkaaridan pagi hari

Inti bacaan

Tanda yang diberikan kepada Zakaria (tidak bisa bicara tiga hari) disertai instruksi: 'sebutlah nama Tuhanmu sebanyak-banyaknya', keterbatasan komunikasi verbal dialihkan menjadi kesempatan memperbanyak dzikir dalam diam. Konkretnya: keterbatasan yang dialami (fisik, situasional) bisa dialihkan menjadi kesempatan untuk fokus pada dimensi lain yang bermakna, pembatasan satu kemampuan membuka ruang untuk memperdalam kemampuan lain.

Penjelasan pilihan kata

Bentuk kata kerja untuk 'tidak berbicara' memakai susunan negasi yang bisa dibaca sebagai larangan maupun sebagai ketidakmampuan: teks tidak menegaskan yang mana, sehingga diterjemahkan langsung tanpa memaksakan salah satu bacaan. Kata yang diterjemahkan 'isyarat' secara khusus bermakna tanda yang dibuat dengan bibir, alis, atau anggota tubuh, bukan ucapan yang diredam. Kata yang diterjemahkan 'petang' menandai leksikal rentang waktu sejak matahari condong hingga terbenam: berbeda dari 'malam' (kata tersendiri dalam bahasa Arab) dan berlawanan makna dari 'siang'; kata yang diterjemahkan 'pagi' menandai rentang antara subuh dan terbit matahari. Pasangan persis kedua kata ini hanya muncul dua kali di seluruh Al-Qur'an. Penanda waktu ini bukan ungkapan untuk 'sepanjang waktu': ayat ini sendiri sudah memakai kata terpisah ('sebanyak-banyaknya') untuk instruksi mengingat Tuhan secara umum tanpa batas, sehingga petang-dan-pagi yang menyusul menandai dua momen yang membingkai hari, bukan pengulangan makna yang sama.

Tafsiran

Tanda yang diminta Zakaria bukan tanda berupa peristiwa di luar dirinya, melainkan perubahan pada dirinya sendiri: kemampuan bicaranya. Instruksi yang menyertainya (mengingat dan bertasbih terus-menerus) menunjukkan bahwa periode tanpa bicara itu tidak dimaksudkan sebagai jeda dari pengabdian, melainkan pengalihannya ke bentuk lain.

Renungan dan Hikmah

  • Permintaan اجْعَلْ لِي آيَةً terpakai dua kali, dan dua-duanya diucapkan orang yang sama, di sini dan 19:10. Jawabannya pun sama pokoknya, tetapi hitungannya berbeda: di sini ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ, tiga hari, di sana tiga malam. Dan pengecualiannya berbeda pula. Ayat ini menyebut “kecuali dengan isyarat”, memakai kata رَمْزًا yang tak ada duanya; 19:10 sama sekali tak menyebut jalan keluar, cuma menambahkan bahwa ia sehat.
  • Rangkaian بِالْعَشِيِّ وَالْإِبْكَارِ terpakai dua kali, dan yang satunya 40:55 dipasangkan dengan perintah bersabar dan memohon ampun. Perhatikan urutannya di ayat ini: tanda yang diberikan menutup satu saluran, lalu di kalimat yang sama diperintahkan dua hal yang tak memerlukan saluran itu, menyebut dan bertasbih. Yang ditutup dan yang dibuka disebutkan berdempet, tanpa jeda di antaranya. Adapun ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ sendiri muncul lagi di 11:65, dan di sana ia tenggat sebelum kebinasaan kaum Tsamud.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan): “…hanku, berilah aku suatu tanda (kehamilan istriku).” Al…”. aayah: konsisten dgn 353 ayat 'tanda' di DB; kegoyahan terjemahan lain (mis. 6:37 'bukti (mukjizat)') = QS 4:82 menangkap terjemahan, bukan Qur'an. 'aayah' (tanpa kata sandang al-). aayah diterjemahkan 'tanda' TANPA pengecualian: satu lema utk 353 ayat (corpus); tambahan '(kebesaran)/(kekuasaan)' bukan bagian teks.