هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهُ ۖ قَالَ رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۖ إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ

Di sanalah Zakaria berdoa kepada Tuhannya. Dia berkata, "Wahai Tuhanku, karuniakanlah kepadaku keturunan yang baik dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Yang Mendengar doa."

Terjemahan bertahap (20 jeda)

  1. هُنَالِكَhunaalikadi sanalah
  2. دَعَاda'aaberdoa
  3. زَكَرِيَّاZakariyyaaZakaria
  4. رَبَّrabbaTuhan
  5. هُ-hu-nya
  6. قَالَqaalaia berkata
  7. رَبِّrabbiTuhanku
  8. هَبْhabkaruniakanlah
  9. لِli-kepada
  10. ي-ii-ku
  11. مِنْmindari
  12. لَدُنْladun-sisi
  13. كَ-ka-Mu
  14. ذُرِّيَّةًdzurriyyatanketurunan
  15. طَيِّبَةًthayyibatanyang baik
  16. إِنَّinnasesungguhnya
  17. كَ-kaEngkau
  18. سَمِيعُsamii'uYang Mendengar
  19. الad-
  20. دُّعَاءِdu'aa'idoa

Terjemahan per kata (15 kata)

  1. هُنَالِكَhunaalikadi sanalah
  2. دَعَاda'aaberdoa
  3. زَكَرِيَّاZakariyyaaZakaria
  4. رَبَّهُrabbahuTuhannya
  5. قَالَqaalaberkata
  6. رَبِّrabbiTuhan
  7. هَبْhabanugerahkanlah
  8. لِيliikepadaku
  9. مِنْmindari
  10. لَدُنْكَladunkasisi-Mu
  11. ذُرِّيَّةًdzurriyyatanketurunan
  12. طَيِّبَةًthayyibatanyang baik
  13. إِنَّكَinnakasesungguhnya Engkau
  14. سَمِيعُsamii'uMaha Mendengar
  15. الدُّعَاءِad-du'aa'idoa

Inti bacaan

Doa Zakaria untuk 'keturunan yang baik' (bukan sekadar keturunan) menunjukkan bahwa permintaan yang matang mempertimbangkan kualitas, bukan hanya kuantitas atau pemenuhan keinginan dasar. Konkretnya: dalam berdoa/berharap untuk sesuatu (keturunan, karier, hubungan), mempertimbangkan kualitas dan dampak jangka panjang (bukan sekadar terpenuhinya keinginan) adalah cara berdoa yang lebih matang.

Penjelasan pilihan kata

Kata 'di sanalah' merujuk pada lokasi dan momen yang baru saja disebut sebelumnya: mihrab tempat Zakaria menyaksikan penyediaan bagi Maryam. Penanda tempat ini menghubungkan langsung apa yang dia saksikan dengan apa yang kemudian dia mohonkan.

Tafsiran

Kata 'di sanalah' (bukan sekadar 'kemudian') menautkan doa Zakaria langsung pada apa yang baru dia saksikan pada ayat sebelumnya: penyediaan tak terduga bagi Maryam. Doanya bergerak dari menyaksikan providensi bagi orang lain menuju memohonkan providensi serupa bagi dirinya sendiri: dari pengamat menjadi pemohon.

Renungan dan Hikmah

  • Menyaksikan kebaikan tak terduga yang dialami orang lain menjadi pemicu langsung bagi permohonan sendiri, bukan sekadar informasi yang lewat begitu saja, kesaksian atas providensi orang lain bisa menjadi alasan sah untuk memperbarui harapan yang sudah lama dipendam.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

sebutan diterjemahkan 'mendengar' per takrif corpus; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y.