قَالَ رَبِّ أَنَّىٰ يَكُونُ لِي غُلَامٌ وَقَدْ بَلَغَنِيَ الْكِبَرُ وَامْرَأَتِي عَاقِرٌ ۖ قَالَ كَذَٰلِكَ اللَّهُ يَفْعَلُ مَا يَشَاءُ

Dia berkata, "Wahai Tuhanku, bagaimana aku bisa mendapat anak, sedangkan aku sudah sangat tua dan istriku pun mandul?" Dia berfirman, "Demikianlah, Allah melakukan apa yang Dia kehendaki."

Terjemahan bertahap (23 jeda)
  1. قَالَqaalaia berkata
  2. رَبِّrabbiTuhanku
  3. أَنَّىٰannaabagaimana
  4. يَكُونُyakuunuakan ada
  5. لِli-bagi
  6. ي-ii-ku
  7. غُلَامٌghulaamunseorang anak
  8. وَwa-sedangkan
  9. قَدْqadsungguh
  10. بَلَغَbalaghatelah mencapai
  11. نِيَ-niya-ku
  12. الْal-
  13. كِبَرُkibaruusia tua
  14. وَwa-dan
  15. امْرَأَتِيimra'atiiistriku
  16. عَاقِرٌaaqirunmandul
  17. قَالَqaalaDia berfirman
  18. كَka-demikianlah
  19. ذَٰلِكَdzaalikademikianlah
  20. اللَّهُAllaahuAllah
  21. يَفْعَلُyaf'alumelakukan
  22. مَاmaaapa yang
  23. يَشَاءُyashaa'uDia kehendaki
Catatan pilihan kata (ringkas)

keluarga kbr/Elw: sebutan per takrif corpus ('besar'/'tinggi'; Sang bila takrif); istakbara diterjemahkan 'menyombongkan diri' & ta'aalaa (doksologi) passthrough; per kelas morfologi; pasangan belum-dibedah dipertahankan sementara. Konvensi kbr/Elw: kabiir diterjemahkan 'besar' (takrif 'Sang Besar'), aliyy diterjemahkan 'tinggi' (takrif 'Sang Tinggi'); formula al-'aliyyu l-kabiir diterjemahkan 'Sang Tinggi lagi Sang Besar' (22:62 dst.), kini beda dari al-'aliyyu l-'azhiim 2:255 'Sang Tinggi lagi Sang Agung'. Registri ukuran: besar=kabiir, agung='azhiim, tinggi='aliyy, luhur=majiid, mulia=kariim, digdaya='aziiz. ta'aalaa/muta'aal & hukm = sub-putusan pending. Lih.. of saghiir, but see azhiim'; keluarga memuat 'the greatest, or oldest, ancestor' (cabang usia). aliyy (-l-w): tinggi/exalted; a'laa = elatif.

Aplikasi

Keraguan Zakaria yang wajar ('bagaimana aku bisa mendapat anak, sedang aku sudah tua dan istriku mandul') direspons bukan dengan teguran, melainkan penjelasan sederhana: 'Allah melakukan apa yang Dia kehendaki', pertanyaan yang jujur atas keterbatasan logis tidak dianggap kurang iman. Konkretnya: mengajukan pertanyaan logis tentang bagaimana sesuatu yang tampak mustahil bisa terjadi bukan tanda kurang percaya, kesediaan bertanya sambil tetap terbuka pada jawaban yang melampaui logika biasa adalah sikap yang sehat.