قَالَ رَبِّ أَنَّىٰ يَكُونُ لِي غُلَامٌ وَقَدْ بَلَغَنِيَ الْكِبَرُ وَامْرَأَتِي عَاقِرٌ ۖ قَالَ كَذَٰلِكَ اللَّهُ يَفْعَلُ مَا يَشَاءُ
Dia berkata, "Wahai Tuhanku, bagaimana aku bisa mendapat anak, sedangkan aku sudah sangat tua dan istriku pun mandul?" Dia berfirman, "Demikianlah, Allah melakukan apa yang Dia kehendaki."
Terjemahan bertahap (23 jeda)
- قَالَqaalaia berkata
- رَبِّrabbiTuhanku
- أَنَّىٰannaabagaimana
- يَكُونُyakuunuakan ada
- لِli-bagi
- ي-ii-ku
- غُلَامٌghulaamunseorang anak
- وَwa-sedangkan
- قَدْqadsungguh
- بَلَغَbalaghatelah mencapai
- نِيَ-niya-ku
- الْal-–
- كِبَرُkibaruusia tua
- وَwa-dan
- امْرَأَتِيimra'atiiistriku
- عَاقِرٌ'aaqirunmandul
- قَالَqaalaDia berfirman
- كَka-demikianlah
- ذَٰلِكَdzaalikademikianlah
- اللَّهُAllaahuAllah
- يَفْعَلُyaf'alumelakukan
- مَاmaaapa yang
- يَشَاءُyasyaa'uDia kehendaki
Terjemahan per kata (17 kata)
- قَالَqaalaberkata
- رَبِّrabbiTuhan
- أَنَّىٰannaabagaimana
- يَكُونُyakuunuadalah
- لِيliibagiku
- غُلَامٌghulaamunanak laki-laki
- وَقَدْwa-qadpadahal sungguh
- بَلَغَنِيَbalaghaniyasampai kepadaku
- الْكِبَرُal-kibaruusia tua
- وَامْرَأَتِيwa-imra'atiidan istriku
- عَاقِرٌ'aaqirunmandul
- قَالَqaalaberkata
- كَذَٰلِكَka-dzaalikademikianlah
- اللَّهُAllaahuAllah
- يَفْعَلُyaf'alumelakukan
- مَاmaaapa yang
- يَشَاءُyasyaa'uDia kehendaki
Inti bacaan
Keraguan Zakaria yang wajar ('bagaimana aku bisa mendapat anak, sedang aku sudah tua dan istriku mandul') direspons bukan dengan teguran, melainkan penjelasan sederhana: 'Allah melakukan apa yang Dia kehendaki', pertanyaan yang jujur atas keterbatasan logis tidak dianggap kurang iman. Konkretnya: mengajukan pertanyaan logis tentang bagaimana sesuatu yang tampak mustahil bisa terjadi bukan tanda kurang percaya, kesediaan bertanya sambil tetap terbuka pada jawaban yang melampaui logika biasa adalah sikap yang sehat.
Penjelasan pilihan kata
Pertanyaan Zakaria memakai kata tanya 'bagaimana', bukan pernyataan penolakan: ia menanyakan mekanismenya, bukan menyangkal kemungkinannya. Jawabannya juga bukan teguran, melainkan pernyataan singkat tentang kehendak yang tak terikat pada kondisi biasa (usia, kesuburan).
Tafsiran
Setelah menerima kabar gembira di ayat sebelumnya, respons pertama Zakaria adalah pertanyaan, bukan penerimaan langsung: ia mempertanyakan cara sesuatu yang mustahil secara biologis (usia lanjut, istri mandul) bisa terjadi. Jawaban yang diberikan tidak menjelaskan mekanismenya, hanya menegaskan bahwa kehendak yang dimaksud tidak tunduk pada batas-batas biasa.
Renungan dan Hikmah
- Respons atas pertanyaan Zakaria bukan teguran atau tuduhan kurang percaya, melainkan penjelasan singkat dan langsung. Mempertanyakan bagaimana sesuatu bisa terjadi, bahkan kepada Tuhan sendiri, tidak diperlakukan sebagai bentuk pembangkangan di sini.
- Zakaria menyampaikan keraguannya secara terbuka dan spesifik (usia, kondisi istrinya) alih-alih memendamnya atau berpura-pura tidak ragu, kejujuran mengenai keterbatasan yang dialami tidak digambarkan sebagai sesuatu yang harus disembunyikan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
keluarga kbr/Elw: sebutan per takrif corpus ('besar'/'tinggi'; Sang bila takrif); istakbara diterjemahkan 'menyombongkan diri' & ta'aalaa (doksologi) pemakaian diteruskan; per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi kbr/Elw: kabiir diterjemahkan 'besar' (takrif 'Sang Besar'), aliyy diterjemahkan 'tinggi' (takrif 'Sang Tinggi'); formula al-'aliyyu l-kabiir diterjemahkan 'Sang Tinggi lagi Sang Besar' (22:62 dst.), kini beda dari al-'aliyyu l-'azhiim 2:255 'Sang Tinggi lagi Sang Agung'. Registri ukuran: besar=kabiir, agung='azhiim, tinggi='aliyy, luhur=majiid, mulia=kariim, digdaya='aziiz. ta'aalaa/muta'aal & hukm = sub-putusan belum diputuskan. keluarga memuat 'leluhur terbesar, atau tertua' (cabang usia). aliyy (-l-w): tinggi/exalted; a'laa = elatif.