قَالَ رَبِّ اجْعَلْ لِي آيَةً ۖ قَالَ آيَتُكَ أَلَّا تُكَلِّمَ النَّاسَ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ إِلَّا رَمْزًا ۗ وَاذْكُرْ رَبَّكَ كَثِيرًا وَسَبِّحْ بِالْعَشِيِّ وَالْإِبْكَارِ

Dia berkata, "Wahai Tuhanku, berilah aku suatu tanda." Allah berfirman, "Tandanya bagimu adalah engkau tidak berbicara dengan manusia selama tiga hari, kecuali dengan isyarat. Sebutlah Tuhanmu sebanyak-banyaknya dan bertasbihlah pada waktu petang dan pagi hari."

Terjemahan bertahap (30 jeda)

  1. قَالَqaalaia berkata
  2. رَبِّrabbiTuhanku
  3. اجْعَلْij'aljadikanlah
  4. لِli-bagi
  5. ي-ii-ku
  6. آيَةًaayatansuatu tanda
  7. قَالَqaalaDia berfirman
  8. آيَتُaayatutanda
  9. كَ-ka-mu
  10. أَلَّاallaabahwa tidak
  11. تُكَلِّمَtukallimaengkau berbicara
  12. النَّan-
  13. اسَnaasamanusia
  14. ثَلَاثَةَtsalaatsatatiga
  15. أَيَّامٍayyaaminhari
  16. إِلَّاillaakecuali
  17. رَمْزًاramzanisyarat
  18. وَwa-dan
  19. اذْكُرْudzkursebutlah
  20. رَبَّrabbaTuhan
  21. كَ-ka-mu
  22. كَثِيرًاkatsiiransebanyak-banyaknya
  23. وَwa-dan
  24. سَبِّحْsabbihbertasbihlah
  25. بِbi-pada
  26. الْal-
  27. عَشِيِّ'asyiyyiwaktu petang
  28. وَwa-dan
  29. الْal-
  30. إِبْكَارِibkaaripagi hari

Terjemahan per kata (20 kata)

  1. قَالَqaalaberkata
  2. رَبِّrabbiTuhan
  3. اجْعَلْij'aljadikanlah
  4. لِيliibagiku
  5. آيَةًaayatantanda
  6. قَالَqaalaberkata
  7. آيَتُكَaayatukatandamu
  8. أَلَّاallaabahwa tidak
  9. تُكَلِّمَtukallimaberbicara
  10. النَّاسَan-naasamanusia
  11. ثَلَاثَةَtsalaatsatatiga
  12. أَيَّامٍayyaaminhari
  13. إِلَّاillaakecuali
  14. رَمْزًاramzandengan isyarat
  15. وَاذْكُرْwa-dzkurdan sebutlah
  16. رَبَّكَrabbakaTuhanmu
  17. كَثِيرًاkatsiiranbanyak
  18. وَسَبِّحْwa-sabbihdan bertasbihlah
  19. بِالْعَشِيِّbi-l-'asyiyyipada petang hari
  20. وَالْإِبْكَارِwa-l-ibkaaridan pagi hari

Inti bacaan

Tanda yang diberikan kepada Zakaria (tidak bisa bicara tiga hari) disertai instruksi: 'sebutlah nama Tuhanmu sebanyak-banyaknya', keterbatasan komunikasi verbal dialihkan menjadi kesempatan memperbanyak dzikir dalam diam. Konkretnya: keterbatasan yang dialami (fisik, situasional) bisa dialihkan menjadi kesempatan untuk fokus pada dimensi lain yang bermakna, pembatasan satu kemampuan membuka ruang untuk memperdalam kemampuan lain.

Penjelasan pilihan kata

Bentuk kata kerja untuk 'tidak berbicara' memakai susunan negasi yang bisa dibaca sebagai larangan maupun sebagai ketidakmampuan: teks tidak menegaskan yang mana, sehingga diterjemahkan langsung tanpa memaksakan salah satu bacaan. Kata yang diterjemahkan 'isyarat' secara khusus bermakna tanda yang dibuat dengan bibir, alis, atau anggota tubuh, bukan ucapan yang diredam. Kata yang diterjemahkan 'petang' menandai leksikal rentang waktu sejak matahari condong hingga terbenam: berbeda dari 'malam' (kata tersendiri dalam bahasa Arab) dan berlawanan makna dari 'siang'; kata yang diterjemahkan 'pagi' menandai rentang antara subuh dan terbit matahari. Pasangan persis kedua kata ini hanya muncul dua kali di seluruh Al-Qur'an. Penanda waktu ini bukan ungkapan untuk 'sepanjang waktu': ayat ini sendiri sudah memakai kata terpisah ('sebanyak-banyaknya') untuk instruksi mengingat Tuhan secara umum tanpa batas, sehingga petang-dan-pagi yang menyusul menandai dua momen yang membingkai hari, bukan pengulangan makna yang sama.

Tafsiran

Tanda yang diminta Zakaria bukan tanda berupa peristiwa di luar dirinya, melainkan perubahan pada dirinya sendiri: kemampuan bicaranya. Instruksi yang menyertainya (mengingat dan bertasbih terus-menerus) menunjukkan bahwa periode tanpa bicara itu tidak dimaksudkan sebagai jeda dari pengabdian, melainkan pengalihannya ke bentuk lain.

Renungan dan Hikmah

  • Permintaan اجْعَلْ لِي آيَةً terpakai dua kali, dan dua-duanya diucapkan orang yang sama, di sini dan 19:10. Jawabannya pun sama pokoknya, tetapi hitungannya berbeda: di sini ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ, tiga hari, di sana tiga malam. Dan pengecualiannya berbeda pula. Ayat ini menyebut “kecuali dengan isyarat”, memakai kata رَمْزًا yang tak ada duanya; 19:10 sama sekali tak menyebut jalan keluar, cuma menambahkan bahwa ia sehat.
  • Rangkaian بِالْعَشِيِّ وَالْإِبْكَارِ terpakai dua kali, dan yang satunya 40:55 dipasangkan dengan perintah bersabar dan memohon ampun. Perhatikan urutannya di ayat ini: tanda yang diberikan menutup satu saluran, lalu di kalimat yang sama diperintahkan dua hal yang tak memerlukan saluran itu, menyebut dan bertasbih. Yang ditutup dan yang dibuka disebutkan berdempet, tanpa jeda di antaranya. Adapun ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ sendiri muncul lagi di 11:65, dan di sana ia tenggat sebelum kebinasaan kaum Tsamud.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan): “…hanku, berilah aku suatu tanda (kehamilan istriku).” Al…”. aayah: konsisten dgn 353 ayat 'tanda' di DB; kegoyahan terjemahan lain (mis. 6:37 'bukti (mukjizat)') = QS 4:82 menangkap terjemahan, bukan Qur'an. 'aayah' (tanpa kata sandang al-). aayah diterjemahkan 'tanda' TANPA pengecualian: satu lema utk 353 ayat (corpus); tambahan '(kebesaran)/(kekuasaan)' bukan bagian teks.