يَا مَرْيَمُ اقْنُتِي لِرَبِّكِ وَاسْجُدِي وَارْكَعِي مَعَ الرَّاكِعِينَ

wahai Maryam, taatlah kepada Tuhanmu, tunduklah, dan merendahlah bersama orang-orang yang merendah.”

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. يَا مَرْيَمُ اقْنُتِي لِرَبِّكِ وَاسْجُدِي وَارْكَعِي مَعَ الرَّاكِعِينَyaa maryamu qnutii li-rabbiki wa-sjudii wa-rka'ii ma'a r-raaki'iinawahai Maryam, taatlah kepada Tuhanmu, tunduklah, dan merendahlah bersama orang-orang yang merendah

Terjemahan per kata (8 kata)

  1. يَاyaawahai
  2. مَرْيَمُmaryamuMaryam
  3. اقْنُتِيqnutiitaatlah
  4. لِرَبِّكِli-rabbikikepada Tuhanmu
  5. وَاسْجُدِيwa-sjudiidan tunduklah
  6. وَارْكَعِيwa-rka'iidan merendahlah
  7. مَعَma'abersama
  8. الرَّاكِعِينَr-raaki'iinaorang-orang yang merendah

Inti bacaan

Perintah kepada Maryam untuk 'taat, tunduk, dan merendah bersama orang-orang yang merendah' menegaskan dimensi komunal dalam ibadahnya, bukan praktik yang terisolasi sendirian. Konkretnya: bahkan bagi individu dengan keistimewaan spiritual luar biasa (seperti Maryam), ibadah komunal tetap ditekankan sebagai bagian penting, spiritualitas tidak dimaksudkan sepenuhnya soliter, melainkan terhubung dengan komunitas.

Tafsiran

Ayat ini melanjutkan seruan para malaikat kepada Maryam agar taat, tunduk, dan merendah bersama orang-orang yang merendah.

Renungan dan Hikmah

  • Allah merekam ia diminta rukuk bersama orang-orang yang rukuk. Bukan sendirian. Yang paling istimewa tetap diminta masuk barisan.
  • Tiga perintah disebut: taat, tunduk, merendah. Bertingkat. Sikap batin disebut lebih dahulu, gerak badan menyusul.
  • Allah menyampaikannya lewat para malaikat. Bukan lewat manusia. Perintah beribadah pun datang dengan pengantar yang khusus.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar q-n-t, r-b-b, s-j-d, r-k-'): uqnutii diterjemahkan 'tunduk-taatlah' (akar q-n-t putaran 100: qanata=taat-berkelanjutan; terjemahan lain 'taatlah'); ruka'ii ma'a r-raaki'iin diterjemahkan 'merendahlah bersama orang-orang yang merendah', bingkai KEBERSAMAAN (putaran 99: Maryam sendirian di mihrab, jadi 'bersama'≠sikap fisik serentak).