قَالَتْ رَبِّ أَنَّىٰ يَكُونُ لِي وَلَدٌ وَلَمْ يَمْسَسْنِي بَشَرٌ ۖ قَالَ كَذَٰلِكِ اللَّهُ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ ۚ إِذَا قَضَىٰ أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ

Ia berkata, “Ya Tuhanku, bagaimana mungkin aku mempunyai anak, padahal tidak pernah menyentuhku seorang manusia?” Dia berkata, “Demikianlah Allah menciptakan apa yang Dia kehendaki. Apabila Dia menetapkan suatu urusan, maka Dia hanya berkata kepadanya, ‘Jadilah,’ maka jadilah ia.”

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. قَالَتْ رَبِّ أَنَّىٰ يَكُونُ لِي وَلَدٌ وَلَمْ يَمْسَسْنِي بَشَرٌqaalat rabbi annaa yakuunu lii waladun wa-lam yamsasnii basyarunia berkata, ya Tuhanku, bagaimana mungkin aku mempunyai anak, padahal tidak pernah menyentuhku seorang manusia
  2. قَالَ كَذَٰلِكِ اللَّهُ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُqaala ka-dzaaliki llaahu yakhluqu maa yasyaa'uDia berkata, demikianlah Allah menciptakan apa yang Dia kehendaki
  3. إِذَا قَضَىٰ أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُنْ فَيَكُونُidzaa qadhaa amran fa-innamaa yaquulu lahu kun fa-yakuunuapabila Dia menetapkan suatu urusan, maka Dia hanya berkata kepadanya, jadilah, maka jadilah ia

Terjemahan per kata (23 kata)

  1. قَالَتْqaalatia berkata
  2. رَبِّrabbiTuhan
  3. أَنَّىٰannaabagaimana
  4. يَكُونُyakuunuadalah
  5. لِيliibagiku
  6. وَلَدٌwaladunanak
  7. وَلَمْwa-lamdan tidak
  8. يَمْسَسْنِيyamsasniimenyentuhku
  9. بَشَرٌbasyarunmanusia
  10. قَالَqaalaberkata
  11. كَذَٰلِكِka-dzaalikidemikianlah
  12. اللَّهُllaahuAllah
  13. يَخْلُقُyakhluqumenciptakan
  14. مَاmaaapa yang
  15. يَشَاءُyasyaa'uDia kehendaki
  16. إِذَاidzaaapabila
  17. قَضَىٰqadhaamemutuskan
  18. أَمْرًاamranurusan
  19. فَإِنَّمَاfa-innamaamaka sesungguhnya hanyalah
  20. يَقُولُyaquuluberkata
  21. لَهُlahubaginya
  22. كُنْkunjadilah
  23. فَيَكُونُfa-yakuunumaka jadilah ia

Inti bacaan

Pertanyaan Maryam yang jujur ('bagaimana aku punya anak, padahal tidak disentuh manusia') dijawab dengan prinsip mendasar: Allah menciptakan dengan hanya berkata 'Jadilah', jawaban yang tidak menjelaskan mekanisme, melainkan menegaskan kapasitas kehendak yang melampaui logika biasa. Konkretnya: menghadapi situasi yang tampak mustahil secara logika normal, kesediaan menerima bahwa ada kapasitas di luar pemahaman kita (tanpa harus memahami mekanismenya sepenuhnya) adalah sikap iman yang matang.

Penjelasan pilihan kata

Kutip 'qaalat'/'qaala' dikonfirmasi morfologi. Demonstratif 'ka-dzaaliki' (jauh) dikonfirmasi morfologi, diterjemahkan 'demikianlah'.

Tafsiran

Ayat ini menggambarkan pertanyaan Maryam atas kabar kehamilan tanpa disentuh manusia, dijawab dengan penegasan kekuasaan penciptaan Allah yang mutlak: cukup dengan perkataan 'jadilah', maka sesuatu pun terjadi.

Renungan dan Hikmah

  • Maryam bertanya bagaimana mungkin, dan pertanyaannya tidak ditegur sama sekali. Allah menjawabnya. Bertanya tentang sesuatu yang belum masuk akal ternyata bukan tanda kurang percaya.
  • Yang dijawab bukan bagaimana hal itu akan terjadi, melainkan siapa yang mengerjakannya. Caranya tidak diterangkan sedikit pun. Ada pertanyaan yang jawabannya memang bukan penjelasan, melainkan pengenalan terhadap yang menjawab.
  • Kalimat penutupnya sependek mungkin: Dia berkata jadilah, maka jadilah ia. Tidak ada jarak di antara keduanya. Allah menggambarkan penciptaan dengan susunan kata yang panjangnya sendiri menirukan betapa singkat jaraknya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar q-w-l, r-b-b, a-n-y, k-w-n, w-l-d, m-s-s, b-sh-r, a-l-h, kh-l-q, sh-y-a, q-d-y, a-m-r): massa diterjemahkan 'menyentuh' (akar m-s-s putaran 89: lam yamsasnii bashar); qadaa amran diterjemahkan 'menetapkan suatu perkara'; 'kun fa-yakuun' diterjemahkan 'Jadilah, maka jadilah ia' (perbaiki terjemahan lain 'jadilah sesuatu itu').