قَالَتْ رَبِّ أَنَّىٰ يَكُونُ لِي وَلَدٌ وَلَمْ يَمْسَسْنِي بَشَرٌ ۖ قَالَ كَذَٰلِكِ اللَّهُ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ ۚ إِذَا قَضَىٰ أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ
Ia berkata, “Ya Tuhanku, bagaimana mungkin aku mempunyai anak, padahal tidak pernah menyentuhku seorang manusia?” Dia berkata, “Demikianlah Allah menciptakan apa yang Dia kehendaki. Apabila Dia menetapkan suatu urusan, maka Dia hanya berkata kepadanya, ‘Jadilah,’ maka jadilah ia.”
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- قَالَتْ رَبِّ أَنَّىٰ يَكُونُ لِي وَلَدٌ وَلَمْ يَمْسَسْنِي بَشَرٌqaalat rabbi annaa yakuunu lii waladun wa-lam yamsasnii basharunia berkata, ya Tuhanku, bagaimana mungkin aku mempunyai anak, padahal tidak pernah menyentuhku seorang manusia
- قَالَ كَذَٰلِكِ اللَّهُ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُqaala kadzaaliki llaahu yakhluqu maa yashaa'uDia berkata, demikianlah Allah menciptakan apa yang Dia kehendaki
- إِذَا قَضَىٰ أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُنْ فَيَكُونُidzaa qadaa amran fa-innamaa yaquulu lahu kun fa-yakuunuapabila Dia menetapkan suatu urusan, maka Dia hanya berkata kepadanya, jadilah, maka jadilah ia
Catatan pilihan kata (ringkas)
(akar q-w-l, r-b-b, a-n-y, k-w-n, w-l-d, m-s-s, b-sh-r, a-l-h, kh-l-q, sh-y-a, q-d-y, a-m-r): massa diterjemahkan 'menyentuh' (akar m-s-s putaran 89: lam yamsasnii bashar); qadaa amran diterjemahkan 'menetapkan suatu perkara'; 'kun fa-yakuun' diterjemahkan 'Jadilah, maka jadilah ia' (perbaiki terjemahan lain 'jadilah sesuatu itu').
Aplikasi
Pertanyaan Maryam yang jujur ('bagaimana aku punya anak, padahal tidak disentuh manusia') dijawab dengan prinsip mendasar: Allah menciptakan dengan hanya berkata 'Jadilah', jawaban yang tidak menjelaskan mekanisme, melainkan menegaskan kapasitas kehendak yang melampaui logika biasa. Konkretnya: menghadapi situasi yang tampak mustahil secara logika normal, kesediaan menerima bahwa ada kapasitas di luar pemahaman kita (tanpa harus memahami mekanismenya sepenuhnya) adalah sikap iman yang matang.