وَمُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَلِأُحِلَّ لَكُمْ بَعْضَ الَّذِي حُرِّمَ عَلَيْكُمْ ۚ وَجِئْتُكُمْ بِآيَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ

Dan membenarkan apa yang sebelumku, yaitu Taurat, dan agar aku menghalalkan bagi kalian sebagian yang diharamkan atas kalian. Dan aku telah datang kepada kalian dengan suatu tanda dari Tuhan kalian, maka bertakwalah kepada Allah dan taatilah aku.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. وَمُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَلِأُحِلَّ لَكُمْ بَعْضَ الَّذِي حُرِّمَ عَلَيْكُمْwa-musaddiqan limaa bayna yadayya mina t-tawraati wa-li-uhilla lakum ba'da lladzii hurrima alaykumdan membenarkan apa yang sebelumku, yaitu Taurat, dan agar aku menghalalkan bagi kalian sebagian yang diharamkan atas kalian
  2. وَجِئْتُكُمْ بِآيَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِwa-ji'tukum bi-aayatin min rabbikum fa-ttaquu llaaha wa-atii'uunidan aku telah datang kepada kalian dengan suatu tanda dari Tuhan kalian, maka bertakwalah kepada Allah dan taatilah aku
Catatan pilihan kata (ringkas)

Akar akar a-y (aayah) diterjemahkan 'tanda' (keputusan Pak FD 16 Jul, tanpa pengecualian; lih.). Ayat ini termasuk 55 yang SENGAJA ditunda di rollout pertama karena terjemahan lain memakai 'bukti/mukjizat/keterangan', kata yang bisa menerjemahkan bayyinah/sultaan, bukan aayah. Diselesaikan setelah pemilahan per-LEMA (bukan akar: akar byn mencakup bayyinah/bayna/mubiin yang beda-beda) dan pembacaan teks per-ayat. Padanan pesaing (bayyinah/sultaan) SENGAJA dipertahankan, hanya aayah yang diganti. sebagian penerjemah: '“And confirming what is before me of the Torah, and making lawful for you some of what was forbidden to you. I have come to you with a proof from your Lord, so be in prudent fear of God, and obey me.'

Aplikasi

Isa datang untuk 'membenarkan Taurat' SEKALIGUS 'menghalalkan sebagian yang diharamkan', kontinuitas dengan tradisi sebelumnya disertai pembaruan yang disesuaikan konteks baru, bukan pengulangan kaku atau penolakan total. Konkretnya: menghormati warisan/tradisi tidak berarti mengikutinya tanpa penyesuaian, pembaruan yang bijak menghormati akar sambil beradaptasi dengan kebutuhan baru, bukan memilih ekstrem kaku atau menolak total.