إِنَّ اللَّهَ رَبِّي وَرَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ ۗ هَٰذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ
Sesungguhnya Allah Tuhanku dan Tuhan kalian, maka sembahlah Dia. Ini jalan yang lurus.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- إِنَّ اللَّهَ رَبِّي وَرَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُinna llaaha rabbii wa-rabbukum fa-'buduuhusesungguhnya Allah Tuhanku dan Tuhan kalian, maka sembahlah Dia
- هَٰذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌhaadzaa shiraathun mustaqiimunini jalan yang lurus
Terjemahan per kata (8 kata)
- إِنَّinnasesungguhnya
- اللَّهَllaahaAllah
- رَبِّيrabbiiTuhanku
- وَرَبُّكُمْwa-rabbukumdan Tuhan kalian
- فَاعْبُدُوهُfa-'buduuhumaka mengabdilah kepada-Nya
- هَٰذَاhaadzaaini
- صِرَاطٌshiraathunjalan
- مُسْتَقِيمٌmustaqiimunyang lurus
Inti bacaan
Penegasan Isa: 'Allah Tuhanku dan Tuhan kalian', kesetaraan status di hadapan Allah antara nabi dan pengikutnya, menolak klaim ketuhanan bagi dirinya sendiri. Konkretnya: bahkan figur dengan otoritas spiritual tertinggi (nabi) menegaskan kesetaraan status kehambaan di hadapan Tuhan, model kerendahan hati bagi siapa pun yang memegang posisi otoritas untuk tidak mengklaim status yang melampaui batas kemanusiaan.
Tafsiran
Ayat ini menutup perkataan Isa dengan penegasan tauhid murni: Allah adalah Tuhannya dan Tuhan mereka semua, dan menyembah-Nya semata adalah jalan yang lurus.
Renungan dan Hikmah
- Allah merekam Isa menyebut Tuhanku dan Tuhan kalian. Dua-duanya. Ia menaruh dirinya di sisi yang sama dengan pendengarnya.
- Perintah yang menyusul sembahlah Dia. Bukan ikutilah aku. Yang ditunjuk arahnya, bukan dirinya.
- Allah merekam ia menutup dengan ini jalan yang lurus. Menunjuk yang dekat. Yang baru diucapkan itulah yang dimaksud, bukan sesuatu yang jauh.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar a-l-h, r-b-b, '-b-d, s-r-t, q-w-m): buduuhu diterjemahkan 'sembahlah'; siraat mustaqiim diterjemahkan 'jalan yang lurus'. Selaras.