وَمَكَرُوا وَمَكَرَ اللَّهُ ۖ وَاللَّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ
Dan mereka merencanakan makar, dan Allah pun merencanakan makar. Dan Allah sebaik-baik perencana makar.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَمَكَرُوا وَمَكَرَ اللَّهُwa-makaruu wa-makara llaahudan mereka merencanakan makar, dan Allah pun merencanakan makar
- وَاللَّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَwa-llaahu khayru l-maakiriinadan Allah sebaik-baik perencana makar
Terjemahan per kata (6 kata)
- وَمَكَرُواwa-makaruudan mereka membuat makar
- وَمَكَرَwa-makaradan membuat makar
- اللَّهُllaahuAllah
- وَاللَّهُwa-llaahudan Allah
- خَيْرُkhayrusebaik-baik
- الْمَاكِرِينَl-maakiriinapara pembuat makar
Inti bacaan
'Mereka merencanakan makar, dan Allah pun merencanakan makar; Allah sebaik-baik perencana makar', pembalasan atas makar berupa strategi yang lebih unggul, tidak berupa kemarahan spontan. Konkretnya: menghadapi rencana jahat orang lain, respons yang matang bukan kepanikan atau balas dendam emosional, melainkan strategi yang lebih cerdas dan sabar, kepercayaan bahwa keadilan bisa ditegakkan lewat cara yang lebih terencana daripada sekadar reaksi impulsif.
Penjelasan pilihan kata
'Makara' diterjemahkan 'merencanakan makar' konsisten dengan akar m-k-r di korpus (6:123/6:124/16:127), repetisi verba yg sama persis dipertahankan utk kedua subjek ('mereka' & 'Allah') sesuai permainan kata retoris Arab sendiri (permainan kata sengaja: manusia merencanakan makar, namun Allah membalikkannya dg cara yg sama namun lebih unggul).
Tafsiran
Ayat ini menggambarkan makar yang direncanakan musuh-musuh Isa, namun Allah sendiri membalasnya dengan rencana yang jauh lebih unggul: Dialah sebaik-baik perencana.
Renungan dan Hikmah
- Kata yang dipakai untuk rencana mereka dipakai juga untuk rencana Allah, persis sama. Pengulangan itu disengaja. Yang membedakan bukan caranya, melainkan siapa yang menjalankannya dan seberapa jauh ia melihat, dan ayat ini menutup dengan menyebut siapa yang terbaik.
- Ayat ini tidak mengatakan rencana mereka gagal atau tak berarti. Ia menyebutkannya lebih dulu, apa adanya. Yang dijanjikan bukan bahwa tak akan ada yang merencanakan keburukan, melainkan bahwa rencana itu tidak berjalan di ruang yang kosong.
- Yang disebut Allah sebaik-baik perencana, bukan yang paling cepat membalas. Kata yang dipilih tentang mutu, bukan tentang waktu. Yang sedang menunggu jawaban atas kezaliman biasanya mengukurnya dengan kecepatan, dan ayat ini menawarkan ukuran yang lain.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar m-k-r, a-l-h, kh-y-r): makaruu wa-makara llaah diterjemahkan 'mereka merencanakan makar, dan Allah pun merencanakan makar; Allah sebaik-baik perencana makar', sepola 7:99 dan 8:30; terjemahan lain/Sahih Intl memakai 'tipu daya'/'plan'. akar m-k-r (putaran 105/S4-099): teks sendiri MENEMPELKAN sifat 'buruk' (35:43, dua kali) diterjemahkan kata pokoknya NETRAL='makar'; makr Allah=tanggapan setimpal (verba dicerminkan). 'Tipu daya' tidak dipakai karena membuat kata pokok tercela; 'makar' netral.