فَأَمَّا الَّذِينَ كَفَرُوا فَأُعَذِّبُهُمْ عَذَابًا شَدِيدًا فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَمَا لَهُمْ مِنْ نَاصِرِينَ

Adapun orang-orang yang kufur, maka Aku akan mengazab mereka dengan azab yang keras di dunia dan akhirat, dan tidak ada bagi mereka penolong.”

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. فَأَمَّا الَّذِينَ كَفَرُوا فَأُعَذِّبُهُمْ عَذَابًا شَدِيدًا فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَمَا لَهُمْ مِنْ نَاصِرِينَfa-ammaa lladziina kafaruu fa-u'adzdzibuhum adzaaban shadiidan fii d-dunyaa wa-l-aakhirati wa-maa lahum min naasiriinaadapun orang-orang yang kufur, maka Aku akan mengazab mereka dengan azab yang keras di dunia dan akhirat, dan tidak ada bagi mereka penolong
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar k-f-r, '-dz-b, sh-d-d, d-n-w, a-kh-r, n-s-r): adhaab shadiid diterjemahkan 'azab yang keras', 'sangat' terjemahan lain DIBUANG; shadiid (fa'iil sudah intensif)='keras' seragam (DECIDED). naasiriin diterjemahkan 'penolong'.

Aplikasi

Konsekuensi 'azab keras di dunia dan akhirat' bagi yang ingkar menunjukkan bahwa penolakan terhadap kebenaran punya dampak ganda, bukan hanya konsekuensi spiritual jauh, tapi juga kerugian nyata dalam kehidupan saat ini. Konkretnya: menolak kebenaran atau bersikap zalim seringkali membawa konsekuensi yang terasa bahkan dalam kehidupan sekarang (hubungan rusak, reputasi hancur, kegelisahan batin), bukan hanya 'nanti di akhirat', akuntabilitas punya dimensi langsung dan jangka panjang sekaligus.