ذَٰلِكَ نَتْلُوهُ عَلَيْكَ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ

Itu Kami bacakan kepadamu, sebagian dari tanda-tanda dan peringatan yang penuh hikmah.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. ذَٰلِكَ نَتْلُوهُ عَلَيْكَ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِdzaalika natluuhu 'alayka mina l-aayaati wa-dz-dzikri l-hakiimiitu Kami bacakan kepadamu, sebagian dari tanda-tanda dan peringatan yang penuh hikmah

Terjemahan per kata (7 kata)

  1. ذَٰلِكَdzaalikaitu
  2. نَتْلُوهُnatluuhuKami membacakannya
  3. عَلَيْكَ'alaykaatasmu
  4. مِنَminadari
  5. الْآيَاتِl-aayaatitanda-tanda
  6. وَالذِّكْرِwa-dz-dzikridan demi peringatan
  7. الْحَكِيمِl-hakiimiyang penuh hikmah

Inti bacaan

Kisah Isa disebut sebagai bagian dari 'peringatan yang penuh hikmah', narasi bukan sekadar informasi historis, melainkan pembawa pelajaran yang harus diserap secara reflektif. Konkretnya: membaca kisah-kisah (dalam teks suci maupun sejarah umum) dengan mencari hikmah/pelajaran di baliknya, bukan sekadar mengonsumsi sebagai fakta, adalah cara yang dianjurkan untuk mendekati narasi.

Tafsiran

Ayat ini menegaskan bahwa kisah yang baru dituturkan adalah bagian dari tanda-tanda dan peringatan yang penuh hikmah, dibacakan langsung sebagai wahyu.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut yang dibacakan tanda-tanda dan peringatan yang penuh hikmah. Dua sebutan. Ceritanya diberi nama menurut gunanya, bukan menurut isinya.
  • Kata yang dipakai Kami bacakan kepadamu. Bukan Kami turunkan. Yang digambarkan orang yang membaca kepada orang lain.
  • Allah menyebutnya sebagian dari tanda-tanda. Bukan semuanya. Yang diceritakan dipilih, dan pilihan itu punya maksud.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

akar a-y (aayah) diterjemahkan 'tanda'. Ayat ini termasuk 55 yang SENGAJA ditunda di rollout pertama karena terjemahan lain memakai 'bukti/mukjizat/keterangan', kata yang bisa menerjemahkan bayyinah/sultaan, bukan aayah. Diselesaikan setelah pemilahan per-LEMA (bukan akar: akar byn mencakup bayyinah/bayna/mubiin yang beda-beda) dan pembacaan teks per-ayat. Padanan pesaing (bayyinah/sultaan) SENGAJA dipertahankan, hanya aayah yang diganti.