إِنَّ مَثَلَ عِيسَىٰ عِنْدَ اللَّهِ كَمَثَلِ آدَمَ ۖ خَلَقَهُ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ

Sesungguhnya perumpamaan Isa di sisi Allah seperti perumpamaan Adam; Dia menciptakannya dari tanah, kemudian berkata kepadanya, ‘Jadilah,’ maka jadilah ia.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. إِنَّ مَثَلَ عِيسَىٰ عِنْدَ اللَّهِ كَمَثَلِ آدَمَinna matsala 'iisaa 'inda llaahi ka-matsali aadamasesungguhnya perumpamaan Isa di sisi Allah seperti perumpamaan Adam
  2. خَلَقَهُ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُkhalaqahu min turaabin tsumma qaala lahu kun fa-yakuunuDia menciptakannya dari tanah, kemudian berkata kepadanya, jadilah, maka jadilah ia

Terjemahan per kata (15 kata)

  1. إِنَّinnasesungguhnya
  2. مَثَلَmatsalaperumpamaan
  3. عِيسَىٰ'iisaaIsa
  4. عِنْدَ'indadi sisi
  5. اللَّهِllaahiAllah
  6. كَمَثَلِka-matsaliseperti perumpamaan
  7. آدَمَaadamakepada Adam
  8. خَلَقَهُkhalaqahumenciptakannya
  9. مِنْmindari
  10. تُرَابٍturaabintanah
  11. ثُمَّtsummakemudian
  12. قَالَqaalaberkata
  13. لَهُlahubaginya
  14. كُنْkunjadilah
  15. فَيَكُونُfa-yakuunumaka jadilah ia

Inti bacaan

Perbandingan Isa dengan Adam ('diciptakan dari tanah, lalu Jadilah') menjawab argumen bahwa kelahiran tanpa ayah adalah bukti keilahian, jika Adam bisa diciptakan tanpa ayah maupun ibu, kelahiran Isa tanpa ayah bukan hal yang lebih ajaib secara logis. Konkretnya: argumen logis yang konsisten (membandingkan kasus serupa) adalah cara efektif membongkar klaim berlebihan, mencari paralel/contoh serupa membantu menempatkan klaim luar biasa dalam perspektif yang lebih rasional.

Penjelasan pilihan kata

Kutip tunggal bersarang 'Jadilah' konsisten dengan 3:47 (single-quote nested dlm kalimat naratif, bkn dialog langsung).

Tafsiran

Ayat ini menegaskan bahwa penciptaan Isa tanpa ayah sebanding dengan penciptaan Adam dari tanah: keduanya terjadi murni melalui kehendak dan perintah Allah 'jadilah'.

Renungan dan Hikmah

  • Allah membandingkan Isa dengan Adam, bukan dengan manusia biasa. Yang dipakai justru kasus yang lebih tak biasa. Sesuatu yang dianggap mustahil menjadi masuk akal begitu disandingkan dengan yang lebih mustahil lagi dan sudah diterima.
  • Yang menyamakan keduanya bukan bahannya, melainkan kalimat jadilah. Satu kata untuk dua kejadian yang berjauhan zamannya. Yang menentukan bukan dari apa sesuatu dibuat, melainkan siapa yang mengucapkan perintahnya.
  • Allah menyebut Adam diciptakan dari tanah, tanpa ayah maupun ibu. Kekurangannya lebih banyak. Kalau yang tanpa keduanya saja tidak dijadikan alasan mengangkat kedudukan, yang tanpa salah satunya jelas tidak bisa.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar m-ts-l, '-n-d, a-l-h, kh-l-q, t-r-b, q-w-l, k-w-n): mathal diterjemahkan 'perumpamaan'; khalaqahu min turaab diterjemahkan 'menciptakannya dari tanah'; 'kun fa-yakuun' diterjemahkan 'Jadilah, maka jadilah ia' (perbaiki terjemahan lain 'jadilah sesuatu itu').