إِنَّ مَثَلَ عِيسَىٰ عِنْدَ اللَّهِ كَمَثَلِ آدَمَ ۖ خَلَقَهُ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ
Sesungguhnya perumpamaan Isa di sisi Allah seperti perumpamaan Adam; Dia menciptakannya dari tanah, kemudian berkata kepadanya, ‘Jadilah,’ maka jadilah ia.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- إِنَّ مَثَلَ عِيسَىٰ عِنْدَ اللَّهِ كَمَثَلِ آدَمَinna matsala iisaa inda llaahi ka-matsali aadamasesungguhnya perumpamaan Isa di sisi Allah seperti perumpamaan Adam
- خَلَقَهُ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُkhalaqahu min turaabin tsumma qaala lahu kun fa-yakuunuDia menciptakannya dari tanah, kemudian berkata kepadanya, jadilah, maka jadilah ia
Catatan pilihan kata (ringkas)
(akar m-ts-l, '-n-d, a-l-h, kh-l-q, t-r-b, q-w-l, k-w-n): mathal diterjemahkan 'perumpamaan'; khalaqahu min turaab diterjemahkan 'menciptakannya dari tanah'; 'kun fa-yakuun' diterjemahkan 'Jadilah, maka jadilah ia' (perbaiki terjemahan lain 'jadilah sesuatu itu').
Aplikasi
Perbandingan Isa dengan Adam ('diciptakan dari tanah, lalu Jadilah') menjawab argumen bahwa kelahiran tanpa ayah adalah bukti keilahian, jika Adam bisa diciptakan tanpa ayah MAUPUN ibu, kelahiran Isa tanpa ayah bukan hal yang lebih ajaib secara logis. Konkretnya: argumen logis yang konsisten (membandingkan kasus serupa) adalah cara efektif membongkar klaim berlebihan, mencari paralel/contoh serupa membantu menempatkan klaim luar biasa dalam perspektif yang lebih rasional.