الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَلَا تَكُنْ مِنَ الْمُمْتَرِينَ
Kebenaran itu dari Tuhanmu, maka janganlah engkau termasuk orang-orang yang ragu.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَلَا تَكُنْ مِنَ الْمُمْتَرِينَal-haqqu min rabbika fa-laa takun mina l-mumtariinakebenaran itu dari Tuhanmu, maka janganlah engkau termasuk orang-orang yang ragu
Terjemahan per kata (7 kata)
- الْحَقُّal-haqqukebenaran
- مِنْmindari
- رَبِّكَrabbikaTuhanmu
- فَلَاfa-laamaka janganlah
- تَكُنْtakunadalah
- مِنَminadari
- الْمُمْتَرِينَl-mumtariinaorang-orang yang ragu
Inti bacaan
Penegasan singkat 'kebenaran itu dari Tuhanmu, jangan ragu' menutup argumen panjang tentang Isa, setelah bukti dan penjelasan diberikan, ada titik untuk berhenti meragukan dan mulai meyakini. Konkretnya: setelah proses pencarian kebenaran yang jujur dan menyeluruh, ada saatnya untuk berhenti meragukan dan bertindak berdasarkan kesimpulan yang telah dicapai, keraguan tak berujung meski bukti sudah cukup bukan kehati-hatian, melainkan penundaan.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan bahwa penjelasan tentang Isa ini adalah kebenaran dari Tuhan, sehingga tidak ada alasan untuk meragukannya.
Renungan dan Hikmah
- Allah menutup uraian panjang tentang Isa dengan satu kalimat pendek. Dua bagian. Yang panjang diakhiri dengan yang paling ringkas.
- Yang dilarang termasuk orang-orang yang ragu. Bukan ragu. Yang dijaga bukan perasaannya, melainkan di golongan mana ia berdiri.
- Allah menyebut kebenaran itu dari Tuhanmu. Menyebut sumbernya. Yang menutup perdebatan bukan hujahnya, melainkan dari mana ia datang.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar h-q-q, r-b-b, k-w-n, m-r-y): al-haqq diterjemahkan 'kebenaran'; mumtariin diterjemahkan 'orang-orang yang ragu'. Selaras.