فَمَنْ حَاجَّكَ فِيهِ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ فَقُلْ تَعَالَوْا نَدْعُ أَبْنَاءَنَا وَأَبْنَاءَكُمْ وَنِسَاءَنَا وَنِسَاءَكُمْ وَأَنْفُسَنَا وَأَنْفُسَكُمْ ثُمَّ نَبْتَهِلْ فَنَجْعَلْ لَعْنَتَ اللَّهِ عَلَى الْكَاذِبِينَ
Maka siapa yang berhujah denganmu tentang itu setelah datang ilmu kepadamu, maka katakanlah, “Marilah kita panggil anak-anak kami dan anak-anak kalian, istri-istri kami dan istri-istri kalian, diri kami dan diri kalian, kemudian marilah kita bermubahalah, lalu kita jadikan laknat Allah atas para pendusta.”
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- فَمَنْ حَاجَّكَ فِيهِ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ فَقُلْ تَعَالَوْا نَدْعُ أَبْنَاءَنَا وَأَبْنَاءَكُمْ وَنِسَاءَنَا وَنِسَاءَكُمْ وَأَنْفُسَنَا وَأَنْفُسَكُمْ ثُمَّ نَبْتَهِلْ فَنَجْعَلْ لَعْنَتَ اللَّهِ عَلَى الْكَاذِبِينَfa-man haajjaka fiihi min ba'di maa jaa'aka mina l-'ilmi fa-qul ta'aalaw nad'u abnaa'anaa wa-abnaa'akum wa-nisaa'anaa wa-nisaa'akum wa-anfusanaa wa-anfusakum tsumma nabtahil fa-naj'al la'nata llaahi 'alaa l-kaadzibiinamaka siapa yang berhujah denganmu tentang itu setelah datang ilmu kepadamu, maka katakanlah, marilah kita panggil anak-anak kami dan anak-anak kalian, istri-istri kami dan istri-istri kalian, diri kami dan diri kalian, kemudian marilah kita bermubahalah, lalu kita jadikan laknat Allah atas para pendusta
Terjemahan per kata (25 kata)
- فَمَنْfa-manmaka orang yang
- حَاجَّكَhaajjakamembantahmu
- فِيهِfiihidi dalamnya
- مِنْmindari
- بَعْدِba'disesudah
- مَاmaaapa yang
- جَاءَكَjaa'akadatang kepadamu
- مِنَminadari
- الْعِلْمِl-'ilmiilmu
- فَقُلْfa-qulmaka katakanlah
- تَعَالَوْاta'aalawmarilah kalian
- نَدْعُnad'ukita panggil
- أَبْنَاءَنَاabnaa'anaaanak-anak kami
- وَأَبْنَاءَكُمْwa-abnaa'akumdan anak-anak kalian
- وَنِسَاءَنَاwa-nisaa'anaadan perempuan-perempuan kami
- وَنِسَاءَكُمْwa-nisaa'akumdan perempuan-perempuan kalian
- وَأَنْفُسَنَاwa-anfusanaadan diri kami
- وَأَنْفُسَكُمْwa-anfusakumdan diri kalian
- ثُمَّtsummakemudian
- نَبْتَهِلْnabtahilkita bermubahalah
- فَنَجْعَلْfa-naj'allalu kita jadikan
- لَعْنَتَla'natalaknat
- اللَّهِllaahiAllah
- عَلَى'alaaatas
- الْكَاذِبِينَl-kaadzibiinapara pendusta
Inti bacaan
Tantangan 'mubahalah' (saling mengundang laknat bagi pendusta) menunjukkan keyakinan yang begitu kuat sehingga bersedia mempertaruhkan segalanya (termasuk keluarga) demi membuktikan kebenaran, sebuah standar keyakinan yang sangat tinggi. Konkretnya: kesediaan mempertaruhkan sesuatu yang berharga untuk membuktikan keyakinan (bukan sekadar klaim kosong tanpa risiko) menunjukkan tingkat keyakinan yang genuine, klaim tanpa kesediaan menanggung risiko patut dipertanyakan keseriusannya.
Tafsiran
Ayat ini mengajarkan cara menghadapi perdebatan setelah ilmu datang: mengajak pihak yang berhujah untuk bermubahalah bersama, saling mendoakan laknat Allah menimpa pihak yang berdusta.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyuruh mengajak membawa anak-anak, istri-istri, dan diri masing-masing. Bukan hanya diri sendiri. Yang dipertaruhkan bukan harga diri, melainkan orang-orang terdekat.
- Syarat yang Allah sebut: sesudah datang ilmu kepadamu. Bukan pada awal perdebatan. Tantangan semacam itu hanya sah dari pihak yang sudah punya keterangan.
- Yang diusulkan bukan adu dalil lagi, melainkan berdoa bersama. Perdebatan diakhiri. Yang sudah tak bisa diselesaikan dengan kata diserahkan kepada yang mengetahui.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Ayat CAMPUR 2MS+2MP, tiap kemunculan orang-kedua diputus per tag morfologi corpus: 'anak-anak kami dan anak-anak kamu…' diterjemahkan 2MP; 'istri-istri kami dan istri-istri kam…' diterjemahkan 2MP; 'diri kami dan diri kamu…' diterjemahkan 2MP. Kata akar -l-m mengikuti profil terjemahan lain. Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam',.