إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ الْقَصَصُ الْحَقُّ ۚ وَمَا مِنْ إِلَٰهٍ إِلَّا اللَّهُ ۚ وَإِنَّ اللَّهَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Sesungguhnya ini benar-benar kisah yang hak. Dan tidak ada tuhan selain Allah. Dan sesungguhnya Allah benar-benar yang digdaya lagi penuh hikmah.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ الْقَصَصُ الْحَقُّinna haadzaa la-huwa l-qashashu l-haqqusesungguhnya ini benar-benar kisah yang hak
  2. وَمَا مِنْ إِلَٰهٍ إِلَّا اللَّهُwa-maa min ilaahin illaa llaahudan tidak ada tuhan selain Allah
  3. وَإِنَّ اللَّهَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُwa-inna llaaha la-huwa l-'aziizu l-hakiimudan sesungguhnya Allah benar-benar yang digdaya lagi penuh hikmah

Terjemahan per kata (15 kata)

  1. إِنَّinnasesungguhnya
  2. هَٰذَاhaadzaaini
  3. لَهُوَla-huwabenar-benar ini
  4. الْقَصَصُl-qashashukisah
  5. الْحَقُّl-haqqukebenaran
  6. وَمَاwa-maadan tidaklah
  7. مِنْmindari
  8. إِلَٰهٍilaahintuhan
  9. إِلَّاillaakecuali
  10. اللَّهُllaahuAllah
  11. وَإِنَّwa-innadan sungguh
  12. اللَّهَllaahaAllah
  13. لَهُوَla-huwabenar-benar ini
  14. الْعَزِيزُl-'aziizuSang Digdaya
  15. الْحَكِيمُl-hakiimuSang Penuh Hikmah

Inti bacaan

Kisah ditutup dengan penegasan 'kisah yang hak' dan 'tidak ada tuhan selain Allah', narasi panjang tentang Isa kembali pada prinsip tauhid sebagai kesimpulan utamanya. Konkretnya: apa pun detail dan kompleksitas sebuah kisah/argumen, penting untuk kembali pada prinsip inti yang ingin ditegaskan, jangan sampai detail-detail menarik mengaburkan pesan utama yang dimaksudkan.

Tafsiran

Ayat ini menegaskan bahwa kisah yang baru dituturkan tentang Isa adalah kisah yang benar, sekaligus menegaskan keesaan Allah yang digdaya lagi penuh hikmah.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menutup kisah Isa dengan satu kalimat pendek. Tidak ada tuhan selain Dia. Uraian sepanjang satu halaman berhenti di titik itu.
  • Kisah itu dinilai lebih dahulu: hak. Baru sesudah itu kesimpulannya diambil. Urutan menilai dan menyimpulkan tidak dibalik.
  • Dua sifat disebut Allah di ujung: digdaya dan penuh hikmah. Kuasa saja tidak berdiri sendirian di sini. Hikmah menemaninya dalam satu tarikan napas.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

pasangan formula (hakiim/'aliim/hamiid dst.) belum dibedah, terjemahan terjemahan lain-nya dipertahankan sementara. Konvensi zz: al-'Aziiz TAKRIF diterjemahkan 'Sang Digdaya' (KBBI: 'tidak terkalahkan'), indefinit diterjemahkan 'digdaya' (tanpa Maha), izzah diterjemahkan 'kedigdayaan' (satu kata, uji ayat argumen 35:10, 4:139, 10:65, 63:8), gelar Mesir diterjemahkan 'al-'Aziiz'. Pembeda in-formula: qawiyyun aziiz 7× (≠'kuat'), aziizin muqtadir 54:42 (≠'kuasa'), al-'aziiz al-jabbaar 59:23. Cabang alaa: 9:128 'berat terasa', 14:20/35:17 'tidak sulit'. Antonim internal: izz⟷dhull (3:26, 63:8, 27:34). jg 'The Incomparable'. Gelar raja Mesir (2032): 'a surname; like Qaysar'.