فَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِالْمُفْسِدِينَ

Maka jika mereka berpaling, sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang berbuat kerusakan.

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. فَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِالْمُفْسِدِينَfa-in tawallaw fa-inna llaaha aliimun bi-l-mufsidiinamaka jika mereka berpaling, sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang berbuat kerusakan
Catatan pilihan kata (ringkas)

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain: sebutan diterjemahkan 'berilmu' (indefinit corpus, tanpa 'Maha'); sebutan pasangan yang belum dibedah dipertahankan sementara. Konvensi lm-C1: aliim diterjemahkan 'berilmu' (SATU rendering Allah+manusia; takrif diterjemahkan 'Sang Berilmu', indefinit kecil tanpa Maha; berobjek diterjemahkan 'berilmu akan X'); allaam diterjemahkan 'berilmu akan segala yang gaib'; aalim+objek diterjemahkan 'yang mengetahui yang gaib' (lema beda, bukan pembelahan). Probe: penyihir Fir'aun aliim 5×; 12:76. ⚠ C2 (aalamiin) & C3 (verba/'ilm/a'lam/'allama) menyusul. Lih..

Aplikasi

Peringatan bagi yang 'berpaling': Allah 'berilmu akan orang-orang yang berbuat kerusakan', penolakan terhadap kebenaran dikategorikan sebagai 'kerusakan', bukan sekadar perbedaan pendapat netral. Konkretnya: menolak kebenaran yang sudah jelas terbukti (setelah proses argumentasi yang adil) bukan sekadar hak berbeda pendapat, tapi bisa dikategorikan sebagai kontribusi pada kerusakan yang lebih luas, ada bobot moral pada penolakan yang keras kepala.