قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْا إِلَىٰ كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَلَّا نَعْبُدَ إِلَّا اللَّهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ ۚ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُولُوا اشْهَدُوا بِأَنَّا مُسْلِمُونَ
Katakanlah, “Wahai Ahlulkitab, marilah menuju satu kalimat yang sama antara kami dan kalian: kita tidak menyembah selain Allah, dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan apa pun, dan tidak sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan-tuhan selain Allah.” Maka jika mereka berpaling, katakanlah, “Saksikanlah bahwa kami orang-orang yang berserah diri.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْا إِلَىٰ كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَلَّا نَعْبُدَ إِلَّا اللَّهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِqul yaa ahla l-kitaabi ta'aalaw ilaa kalimatin sawaa'in baynanaa wa-baynakum allaa na'buda illaa llaaha wa-laa nusyrika bihi syay'an wa-laa yattakhidza ba'dhunaa ba'dhan arbaaban min duuni llaahikatakanlah, wahai Ahlulkitab, marilah menuju satu kalimat yang sama antara kami dan kalian, bahwa kita tidak menyembah selain Allah, dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan apa pun, dan tidak sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan-tuhan selain Allah
- فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُولُوا اشْهَدُوا بِأَنَّا مُسْلِمُونَfa-in tawallaw fa-quuluu syhaduu bi-annaa muslimuunamaka jika mereka berpaling, katakanlah, saksikanlah bahwa kami orang-orang yang berserah diri
Terjemahan per kata (32 kata)
- قُلْqulkatakanlah
- يَاyaawahai
- أَهْلَahlaahli
- الْكِتَابِl-kitaabiKitab
- تَعَالَوْاta'aalawmarilah kalian
- إِلَىٰilaamenuju
- كَلِمَةٍkalimatinkalimat
- سَوَاءٍsawaa'insama
- بَيْنَنَاbaynanaadi antara kami
- وَبَيْنَكُمْwa-baynakumdan antara kalian
- أَلَّاallaabahwa tidak
- نَعْبُدَna'budakami menyembah
- إِلَّاillaakecuali
- اللَّهَllaahaAllah
- وَلَاwa-laadan tidak
- نُشْرِكَnusyrikakami mempersekutukan
- بِهِbihidengan-Nya
- شَيْئًاsyay'ansedikit pun
- وَلَاwa-laadan tidak
- يَتَّخِذَyattakhidzamengangkat
- بَعْضُنَاba'dhunaasebagian kami
- بَعْضًاba'dhansebagian
- أَرْبَابًاarbaabantuhan-tuhan
- مِنْmindari
- دُونِduuniselain
- اللَّهِllaahiAllah
- فَإِنْfa-inmaka jika
- تَوَلَّوْاtawallawmereka berpaling
- فَقُولُواfa-quuluumaka katakanlah kalian
- اشْهَدُواsyhaduusaksikanlah kalian
- بِأَنَّاbi-annaakarena sesungguhnya kami
- مُسْلِمُونَmuslimuunaorang-orang yang berserah diri
Inti bacaan
Ajakan kepada Ahli Kitab menuju 'satu kalimat yang sama' (tauhid murni, tanpa mempertuhankan sesama) menunjukkan strategi mencari titik temu fundamental di tengah perbedaan, bukan menuntut kesepakatan penuh di semua hal. Konkretnya: dalam dialog lintas-kelompok yang berbeda keyakinan, mencari 'kalimat yang sama' (prinsip fundamental yang bisa disepakati bersama) adalah strategi yang lebih produktif daripada menuntut kesepakatan total di setiap detail, titik temu minimal yang solid lebih berharga daripada kebuntuan total.
Tafsiran
Ayat ini mengajak Ahlulkitab menuju titik temu bersama: penyembahan murni kepada Allah tanpa sekutu dan tanpa saling mempertuhankan sesama manusia, jika mereka menolak, cukup dinyatakan kesaksian penyerahan diri yang tulus.
Renungan dan Hikmah
- Allah memerintahkan mengajak menuju satu kalimat yang sama antara kedua pihak. Bukan menuntut mereka menyeberang. Titik temu dicari lebih dahulu, sebelum perbedaan dibicarakan.
- Kalimat bersama itu isinya tiga hal, semuanya berupa tidak: tidak menyembah selain Allah, tidak mempersekutukan, tidak menjadikan sesama sebagai tuhan. Yang disepakati apa yang sama-sama ditinggalkan.
- Butir ketiga menyinggung kebiasaan mengangkat sesama manusia menjadi tuhan, dan itu berlaku untuk yang mengajak juga. Ajakan itu memeriksa dirinya sendiri. Seruan yang syaratnya mengikat penyerunya lebih mungkin didengar.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan lain menerjemahkan s-l-m di sini via 'muslim'. terjemahan ini menyeragamkan DALAM cabang keberserahan; sisi-keadaan (salaam/saliim) = 'keselamatan/damai', TIDAK diseragamkan lintas cabang. Rollout cabang keberserahan akar s-l-m. 'muslim' diterjemahkan 'orang yang berserah diri' meng-universalkan istilah (bdk QS 3:83: seluruh ciptaan 'aslama'), konsisten dgn sikap keberserahan=orientasi hati, bukan keanggotaan institusi (FDI_FRAMEWORK_DIIN). Diverifikasi corpus Leeds (127 ayat slm; cabang keberserahan 66). Konvensi terjemahan ini: islaam diterjemahkan 'keberserahan(-diri)', aslama diterjemahkan 'berserah diri', muslim diterjemahkan 'orang yang berserah diri'.