يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لِمَ تُحَاجُّونَ فِي إِبْرَاهِيمَ وَمَا أُنْزِلَتِ التَّوْرَاةُ وَالْإِنْجِيلُ إِلَّا مِنْ بَعْدِهِ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

Wahai Ahlulkitab, mengapa kalian berhujah tentang Ibrahim, padahal Taurat dan Injil tidak diturunkan kecuali setelahnya? Apakah kalian tidak bernalar?

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لِمَ تُحَاجُّونَ فِي إِبْرَاهِيمَ وَمَا أُنْزِلَتِ التَّوْرَاةُ وَالْإِنْجِيلُ إِلَّا مِنْ بَعْدِهِyaa ahla l-kitaabi lima tuhaajjuuna fii ibraahiima wa-maa unzilati t-tawraatu wa-l-injiilu illaa min ba'dihiwahai Ahlulkitab, mengapa kalian berhujah tentang Ibrahim, padahal Taurat dan Injil tidak diturunkan kecuali setelahnya
  2. أَفَلَا تَعْقِلُونَa-fa-laa ta'qiluunaapakah kalian tidak bernalar
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar a-h-l, k-t-b, h-j-j, n-z-l, b-'-d, '-q-l): tuhaajjuun diterjemahkan 'berhujah' (keluarga-hujah); 'afalaa ta'qiluun diterjemahkan 'tidakkah kalian BERNALAR' (putaran 74, bukan terjemahan lain 'mengerti'); ahl al-kitaab diterjemahkan 'Ahli Kitab'.

Aplikasi

Kritik terhadap Ahli Kitab yang berdebat soal Ibrahim padahal 'Taurat dan Injil tidak diturunkan kecuali setelahnya' menunjukkan kesalahan logis kronologis, mengklaim tokoh yang mendahului kitab mereka sendiri sebagai eksklusif milik tradisi tertentu. Konkretnya: kewaspadaan terhadap kesalahan kronologis dalam klaim historis (mengklaim eksklusif atas tokoh/peristiwa yang sebenarnya mendahului tradisi yang mengklaimnya) adalah kritik yang berlaku luas dalam analisis historis apa pun.