مَا كَانَ إِبْرَاهِيمُ يَهُودِيًّا وَلَا نَصْرَانِيًّا وَلَٰكِنْ كَانَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ

Ibrahim bukanlah seorang Yahudi dan bukan pula seorang Nasrani, melainkan ia adalah seorang yang hanif lagi berserah diri, dan ia bukan pula termasuk orang-orang musyrik.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. مَا كَانَ إِبْرَاهِيمُ يَهُودِيًّا وَلَا نَصْرَانِيًّا وَلَٰكِنْ كَانَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَmaa kaana ibraahiimu yahuudiyyan wa-laa nashraaniyyan wa-laakin kaana haniifan musliman wa-maa kaana mina l-musyrikiinaIbrahim bukanlah seorang Yahudi dan bukan pula seorang Nasrani, melainkan ia adalah seorang yang hanif lagi berserah diri, dan ia bukan pula termasuk orang-orang musyrik

Terjemahan per kata (14 kata)

  1. مَاmaatidaklah
  2. كَانَkaanaadalah
  3. إِبْرَاهِيمُibraahiimuIbrahim
  4. يَهُودِيًّاyahuudiyyanYahudi
  5. وَلَاwa-laadan tidak pula
  6. نَصْرَانِيًّاnashraaniyyanNasrani
  7. وَلَٰكِنْwa-laakintetapi
  8. كَانَkaanaadalah
  9. حَنِيفًاhaniifanyang lurus
  10. مُسْلِمًاmuslimanorang yang berserah diri
  11. وَمَاwa-maadan tidaklah
  12. كَانَkaanaadalah
  13. مِنَminadari
  14. الْمُشْرِكِينَl-musyrikiinaorang-orang musyrik

Inti bacaan

Ibrahim didefinisikan bukan lewat label kelompok (Yahudi/Nasrani) melainkan lewat kualitas karakter: 'hanif' (lurus mencari kebenaran) dan berserah diri, identitas sejati diukur dari orientasi hati, bukan afiliasi institusional. Konkretnya: menilai keteladanan seseorang dari kualitas karakter dan pencarian kebenaran yang tulus, bukan semata dari label kelompok/afiliasi yang mereka sandang, adalah kerangka yang dicontohkan lewat Ibrahim.

Tafsiran

Ayat ini menegaskan bahwa Ibrahim bukan Yahudi maupun Nasrani, melainkan seorang hanif yang berserah diri sepenuhnya, jauh dari kemusyrikan.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyangkal tiga label sebelum menyebut satu sifat. Bukan Yahudi, bukan Nasrani, bukan musyrik. Yang bukan disebut lebih banyak daripada yang iya.
  • Yang ditegaskan hanif lagi berserah diri. Dua sifat. Keduanya tentang arah hati, bukan tentang kelompok.
  • Allah menaruh penyangkalan musyrik di ujung. Sesudah dua label yang bertengkar. Yang paling jauh dari perdebatan mereka justru disebut terakhir.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain menerjemahkan s-l-m di sini via 'muslim'. terjemahan ini menyeragamkan DALAM cabang keberserahan; sisi-keadaan (salaam/saliim) = 'keselamatan/damai', TIDAK diseragamkan lintas cabang. Rollout cabang keberserahan akar s-l-m. 'muslim' diterjemahkan 'orang yang berserah diri' meng-universalkan istilah (bdk QS 3:83: seluruh ciptaan 'aslama'), konsisten dgn sikap keberserahan=orientasi hati, bukan keanggotaan institusi (FDI_FRAMEWORK_DIIN). akar s-l-m (slm), cabang KEBERSERAHAN (aslama/islaam/muslim/mustaslim). Diverifikasi corpus Leeds (127 ayat slm; cabang keberserahan 66). Konvensi terjemahan ini: islaam diterjemahkan 'keberserahan(-diri)', aslama diterjemahkan 'berserah diri', muslim diterjemahkan 'orang yang berserah diri'.