إِنَّ أَوْلَى النَّاسِ بِإِبْرَاهِيمَ لَلَّذِينَ اتَّبَعُوهُ وَهَٰذَا النَّبِيُّ وَالَّذِينَ آمَنُوا ۗ وَاللَّهُ وَلِيُّ الْمُؤْمِنِينَ
Sesungguhnya manusia yang paling dekat dengan Ibrahim adalah orang-orang yang mengikutinya, dan Nabi ini, serta orang-orang yang beriman. Dan Allah pelindung orang-orang yang beriman.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- إِنَّ أَوْلَى النَّاسِ بِإِبْرَاهِيمَ لَلَّذِينَ اتَّبَعُوهُ وَهَٰذَا النَّبِيُّ وَالَّذِينَ آمَنُواinna awlaa n-naasi bi-ibraahiima lalladziina ttaba'uuhu wa-haadzaa n-nabiyyu wa-lladziina aamanuusesungguhnya manusia yang paling dekat dengan Ibrahim adalah orang-orang yang mengikutinya, dan Nabi ini, serta orang-orang yang beriman
- وَاللَّهُ وَلِيُّ الْمُؤْمِنِينَwallaahu waliyyu l-mu'miniinadan Allah pelindung orang-orang yang beriman
Catatan pilihan kata (ringkas)
(akar w-l-y, n-w-s, t-b-', n-b-a, a-m-n, a-l-h): awlaa diterjemahkan 'paling dekat'; walii diterjemahkan 'pelindung'. Selaras.
Aplikasi
Kedekatan dengan Ibrahim ditentukan oleh 'yang mengikutinya' (dalam nilai dan jalan hidupnya), bukan garis keturunan biologis semata. Konkretnya: pewarisan nilai spiritual/moral sejati diukur dari kesediaan mengikuti teladan (tindakan nyata), bukan sekadar klaim keturunan atau afiliasi historis, 'kedekatan' yang bermakna adalah kedekatan lewat praktik, bukan silsilah.