بَلَىٰ مَنْ أَوْفَىٰ بِعَهْدِهِ وَاتَّقَىٰ فَإِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِينَ

Bukan begitu! Siapa yang menepati janjinya dan bertakwa, sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertakwa.

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. بَلَىٰ مَنْ أَوْفَىٰ بِعَهْدِهِ وَاتَّقَىٰ فَإِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِينَbalaa man awfaa bi'ahdihi wa-ttaqaa fa-inna llaaha yuhibbu l-muttaqiinabukan begitu, siapa yang menepati janjinya dan bertakwa, sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertakwa
Catatan pilihan kata (ringkas)

Hbb per konvensi ('mencintai' seragam; negasi tegas); per kelas morfologi; pasangan belum-dibedah dipertahankan sementara. Konvensi Hbb: 'mencintai/cinta' seragam termasuk NEGASI (laa yuhibbu diterjemahkan 'tidak mencintai', pelunakan 'tidak menyukai' terjemahan lain dibongkar); biji passthrough. Lih.. sebagian penerjemah: 'Verily,1 whoso fulfils his covenant and is in prudent fear:1 God loves those of prudent fear.2' h-b-b: verba habba/ahabba = mencintai; hubb/mahabbah = cinta; cabang kedua habb/habbah = biji (per corpus).

Aplikasi

Prinsip universal ditegaskan: 'siapa yang menepati janji dan bertakwa, Allah mencintai orang bertakwa', kriteria yang berlaku lintas kelompok, membalas argumen eksklusivisme di ayat sebelumnya. Konkretnya: integritas (menepati janji) dan kesadaran moral (takwa) adalah standar universal yang dihargai, terlepas dari afiliasi kelompok, sebuah penolakan terhadap gagasan bahwa nilai moral hanya berlaku dalam satu komunitas.