مَا كَانَ لِبَشَرٍ أَنْ يُؤْتِيَهُ اللَّهُ الْكِتَابَ وَالْحُكْمَ وَالنُّبُوَّةَ ثُمَّ يَقُولَ لِلنَّاسِ كُونُوا عِبَادًا لِي مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلَٰكِنْ كُونُوا رَبَّانِيِّينَ بِمَا كُنْتُمْ تُعَلِّمُونَ الْكِتَابَ وَبِمَا كُنْتُمْ تَدْرُسُونَ

Tidak sepatutnya seseorang, yang diberi Kitab, putusan, dan kenabian oleh Allah, kemudian ia berkata kepada manusia, “Jadilah penyembah-penyembahku, bukan Allah,” tetapi jadilah kalian rabbani, karena kalian selalu mengajarkan Kitab dan karena kalian selalu mempelajarinya.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. مَا كَانَ لِبَشَرٍ أَنْ يُؤْتِيَهُ اللَّهُ الْكِتَابَ وَالْحُكْمَ وَالنُّبُوَّةَ ثُمَّ يَقُولَ لِلنَّاسِ كُونُوا عِبَادًا لِي مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلَٰكِنْ كُونُوا رَبَّانِيِّينَ بِمَا كُنْتُمْ تُعَلِّمُونَ الْكِتَابَ وَبِمَا كُنْتُمْ تَدْرُسُونَmaa kaana li-basyarin an yu'tiyahu llaahu l-kitaaba wa-l-hukma wa-n-nubuwwata tsumma yaquula li-n-naasi kuunuu 'ibaadan lii min duuni llaahi wa-laakin kuunuu rabbaaniyyiina bi-maa kuntum tu'allimuuna l-kitaaba wa-bi-maa kuntum tadrusuunatidak sepatutnya seseorang, yang diberi Kitab, putusan, dan kenabian oleh Allah, kemudian ia berkata kepada manusia, jadilah penyembah-penyembahku, bukan Allah, tetapi jadilah kalian rabbani, karena kalian selalu mengajarkan Kitab dan karena kalian selalu mempelajarinya

Terjemahan per kata (28 kata)

  1. مَاmaatidaklah
  2. كَانَkaanaadalah
  3. لِبَشَرٍli-basyarinbagi manusia
  4. أَنْanbahwa
  5. يُؤْتِيَهُyu'tiyahumemberikannya
  6. اللَّهُllaahuAllah
  7. الْكِتَابَl-kitaabaKitab
  8. وَالْحُكْمَwa-l-hukmadan hikmah
  9. وَالنُّبُوَّةَwa-n-nubuwwatadan kenabian
  10. ثُمَّtsummakemudian
  11. يَقُولَyaquulaberkata
  12. لِلنَّاسِli-n-naasikepada manusia
  13. كُونُواkuunuujadilah kalian
  14. عِبَادًا'ibaadanhamba-hamba
  15. لِيliibagiku
  16. مِنْmindari
  17. دُونِduuniselain
  18. اللَّهِllaahiAllah
  19. وَلَٰكِنْwa-laakintetapi
  20. كُونُواkuunuujadilah kalian
  21. رَبَّانِيِّينَrabbaaniyyiinapara pengabdi Tuhan
  22. بِمَاbi-maakarena apa yang
  23. كُنْتُمْkuntumkalian selalu
  24. تُعَلِّمُونَtu'allimuunakalian ajarkan
  25. الْكِتَابَl-kitaabaKitab
  26. وَبِمَاwa-bi-maadan karena
  27. كُنْتُمْkuntumkalian selalu
  28. تَدْرُسُونَtadrusuunakalian pelajari

Inti bacaan

Penolakan tegas terhadap klaim siapa pun yang diberi otoritas spiritual untuk kemudian menyuruh orang menyembahnya, sebaliknya, perintahnya adalah 'jadilah pengabdi Allah' lewat proses belajar-mengajar kitab. Konkretnya: figur otoritas spiritual/intelektual yang legitimate mengarahkan pengikutnya kepada sumber kebenaran yang lebih besar, bukan kepada diri mereka sendiri sebagai pusat pemujaan, kewaspadaan terhadap pemimpin yang membangun kultus personal alih-alih mengarahkan pada nilai yang lebih besar.

Tafsiran

Ayat ini menegaskan bahwa tidak sepatutnya seorang yang diberi Kitab, putusan, dan kenabian justru menyuruh manusia menyembahnya sebagai pengganti Allah: sebaliknya, yang sepatutnya diserukan adalah menjadi rabbani, berdasarkan pengajaran dan pembelajaran Kitab yang mereka lakukan sendiri.

Renungan dan Hikmah

  • Yang disebut Allah orang yang sudah diberi Kitab, putusan, dan kenabian. Justru orang seperti itu yang dilarang meminta disembah. Larangan diletakkan tepat pada orang yang paling mungkin dituruti kalau ia memintanya.
  • Sesudah larangan itu, disebutkan gantinya: jadilah rabbani. Bukan sekadar jangan menyembah aku. Sebuah larangan yang menyediakan arah lain tidak meninggalkan pengikutnya menggantung tanpa tahu harus ke mana.
  • Alasan yang diberikan Allah karena kalian selalu mengajarkan Kitab dan selalu mempelajarinya. Dua-duanya disebut. Yang mengajar tetap disebut sedang belajar, dan keterangan itu menutup jalan bagi siapa pun untuk merasa sudah selesai.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: tidak menyentuh kata kunci akar (hukm/hikmah/verba mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras); kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian per tag 2MP corpus; pasangan sebutan lain (aliim/khabiir dst.) belum dibedah, dipertahankan sementara. Konvensi hkm: hakiim diterjemahkan 'penuh hikmah' (SATU terjemahan: Allah 91 + KITAB 5 + amr 1; takrif diterjemahkan 'Sang Penuh Hikmah', indefinit kecil tanpa Maha); hikmah diterjemahkan 'hikmah' (gloss '(sunah)' dibuang); muhkam diterjemahkan 'dikukuhkan' (11:1, 22:52); verba diterjemahkan 'memutuskan'; keluarga hakim (hakam/haakimiin/hukkaam) tetap 'hakim/penengah'.